Senin, 04 Maret 2013

Jokowi: Jangan Studi Lagi, Langsung Kerjakan!

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta semua pihak terkait tidak lagi menyibukkan diri dengan melakukan studi soal pembangunan dan pengembangan transportasi angkutan massal di Jakarta serta wilayah penopang. Ia menegaskan, saat ini langkah yang harus ditempuh adalah mengeksekusi proses pembangunan transportasi tersebut sesuai masterplan di Jabodetabek.
"Studinya sudah banyak, dan enggak perlu studi-studi lagi. Yang paling penting langsung dikerjakan, dilaksanakan, tetapi tetap mengacu pada masterplan transportasi massal Jabodetabek," kata Jokowi, menanggapi paparan yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Senin (4/3/2013), di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memberikan paparan tentang masterplan transportasi massal di Jabodetabek. Paparan itu disampaikan di depan Jokowi dan kepala dinas terkait, serta pihak yang mewakili daerah-daerah penyangga.
Dalam masterplan Kemenhub, angkutan massal di Jabodetabek akan terintegrasi pada 2020. Untuk jalur darat, Kemenhub akan membangun 30 trayek busway dan 15 trayek bus pengumpan dengan prediksi jumlah penumpang mencapai 2,7 juta setiap hari. Guna menopang jumlah penumpang itu, akan disediakan 738 bus gandeng dan 169 bus tunggal.
Selain itu, infrastruktur penopang lain juga masuk dalam masterplan Kemenhub, yakni pembangunan koridor busway, fasilitas park and ride, fasilitas integrasi antar-moda, dan fasilitas pejalan kaki serta pengendara sepeda. Fasilitas terintegrasi itu akan ada di 17 lokasi, dan park and ride yang ada saat ini akan ditambah lagi di sembilan lokasi baru.
Sementara itu, untuk yang berbasis rel, total jaringan kereta api di Jabodetabek saat ini membentang sepanjang 170,2 kilometer dan dalam masterplan akan diperpanjang menjadi 585 kilometer untuk diintegrasikan dengan busway, kereta bandara, dan juga mass rapid transit (MRT). Anggaran pembangunannya berasal dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 109 triliun, dan investasi swasta sekitar Rp 191 triliun.
Menanggapi itu, Jokowi enggan mengambil pusing. Ia memilih untuk mendorong semua pihak melakukan percepatan dalam mewujudkan pengembangan dan pembangunan transportasi massal seperti yang direncanakan. Ditargetkan, semua masterplan Kemenhub, baik darat maupun yang berbasis rel, akan mulai dikerjakan pada tahun ini dan akan rampung pada 2020.
"Apa yang kita rencanakan, kita lakukan percepatan. Mau pakai APBN, APBD, atau investor swasta silakan. Yang penting sisi pelayanan harus segera diwujudkan, jangan hanya bicara rencana-rencana terus, harus segera diwujudkan," ujarnya.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jokowi: Liburan saya kan kampanye

Setelah menjadi juru kampanye di Jawa Barat beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Joko Widodo kembali melakukan hal yang sama di Sumatera Utara. Kali ini, Jokowi menjadi jurkam cagub dari PDIP Effendi Simbolon.

Kegiatan Jokowi itu ternyata menuai kritik dari sejumlah kalangan. Namun bagi Jokowi, kegiatan itu tak mengganggu tanggung jawabnya sebagai gubernur karena dilakukan di hari libur.

"Apa, cuma hari Minggu saja kok. Kalau yang lain kan libur, kalau saya kan kampanye, liburan di sana. Liburan saya kan kampanye," kata Jokowi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (4/3).

Jokowi enggan dibilang dirinya mengutamakan partai daripada kepentingan warga Jakarta. Menurutnya, dirinya kampanye disaat hari libur.

"Kalau Senin sampai Jumat baru itu mengutamakan. Cuma setengah hari aja kok dipermasalahkan. Ini kan masalah pertemanan, dulu saya juga kan dibantu," katanya.

Seperti diketahui, Jokowi pergi ke Medan pada Sabtu sore (2/3). Pada hari Minggunya, Jokowi didaulat menjadi juru kampanye untuk pemenangan Effendi Simbolon sebagai calon gubernur Sumatera Utara.


Sumber :
http://www.merdeka.com

Jokowi Hadiri Pemaparan Masterplan Transportasi Massal Jabodetabek

Sepulang dari Medan dalam rangka kampanye untuk Cagub nomor urut 2, Effendi Simbolon - Jumiran Abdi, pagi ini pukul 11:00 WIB, gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), hadiri Pemaparan Masterplan Tansportasi Massal Jabodetabek di Aula Kemenhub. Dari Kemenhub hadir Wakil Menteri Pehubungan, Dirjen Perkeretapian, Dirjen Pehubungan Darat, selain itu, hadir pula pejabat Bappenas.

Minggu, 03 Maret 2013

Jokowi: Pemimpin Itu Tak Perlu Pintar, yang Penting Jujur & Bersih

Kehadiran Jokowi di Sumatera Utara (Sumut) dimanfaatkan partainya untuk mengikuti serangkaian kegiatan. Dia pun didaulat menjadi orator utama dalam peringatan HUT PDI Perjuangan ke-40 di Kabupaten Deli Serdang.

Di hadapan ribuan warga yang memenuhi Wisma Tiberias di Lubuk Pakam, Jokowi menyatakan untuk menjadi pemimpin seseorang itu harus mampu mengutamakan rakyat. Pemimpin harus mendatangi rakyat setiap hari, mencari tahu apa masalahnya dan memberikan solusi atas persoalan yang tengah dihadapi mereka.

"Pemimpin itu gak perlu pintar, nanti malah minterin rakyatnya, yang penting jujur dan bersih. Rakyat adalah nomor satu. Setiap hari datangi mereka. Keluhannya apa, kesulitannya apa. Carikan kebijakan agar mereka bisa keluar dari problem persoalan yang ada. Jangan sampai rakyat gak makan, pemimpinnya diam saja. Tidak benar pemimpin seperti itu," tukas Jokowi, Minggu (3/3/2013).

Pemimpin, kata Jokowi, haruslah mengerti persoalan yang dialami rakyat. Jika tidak bisa ke rumah sakit, buat kebijakan sehingga mereka bisa ke rumah sakit. Jika tidak bisa sekolah, harus membuat kebijakan sehingga mereka bisa sekolah. APBD bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat.

"Yang pentingnya APBD-nya, jangan... ?" tukas Jokowi.

"Dikorupsi...,“ sambung ribuan peserta pertemuan dengan kompak.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menceritakan tentang apa yang dia lakukan ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Situasinya dia dan Ahok sama-sama tidak punya uang.

"Awalnya saya kira Ahok itu Cina kaya, ternyata juga gak punya duit," tukas Jokowi yang disambut tawa para peserta.

Karena sama-sama tidak punya uang, maka kedua membekali diri dengan semangat. Dengan bekal itu kemudian mendatangi pasar demi pasar, dari kampung ke kampung, dari rumah ke rumah. Membeberkan kepada rakyat apa yang menjadi tawaran programnya.

"Ternyata rakyat senang. Putaran pertama menang, ngalahin yang punya uang triliunan. Ya sudah putaran kedua tak tinggal tidur," tukas Jokowi yang disambut tawa hadirin.

Sebab itu kepada pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut, Jokowi berpesan untuk selalu mengedepankan rakyat. Menjadikan solusi untuk mengatasi masalah rakyat sebagai bagian dari kebijakan yang diambilnya jika terpilih kelak.


Sumber :
http://news.detik.com

Usai Lari Pagi, Jokowi Blusukan di Pasar Medan

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), tampaknya tidak mengenal kata lelah. Meski baru mengakhiri aktivitas hingga tengah malam, Minggu pagi Jokowi kembali sibuk menyapa warga kota Medan, Sumatera Utara.

Mengawali aktivitas pagi, Jokowi mengikuti olahraga bersama di lapangan Gaperta, Medan. Mantan Wali Kota Solo itu, dikerumuni warga yang ingin berfoto atau sekedar bersalaman.

Tak lama berolahraga, Jokowi yang didampingi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA), menyambangi warga yang berolahraga di taman Teladan. Di tempat itu, Jokowi kembali dieluk-elukkan ratusan warga yang tidak menyangka bisa berolahraga bersama pria kalem tersebut.

Usai lari pagi, Jokowi bersama pasangan ESJA sarapan lontong sayur di Jalan dr Mansyur dan melanjutkan kebiasaannya, blusukan ke Pasar Setiabudi.

Para pedagang dan pembeli pun kaget melihat kedatangan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu. Salah seorang pedagang bahkan sempat berceletuk melihat kerumunan warga.

"Macam Jokowi aja yang datang, sampai ramai sekali kayak gini," celetuk pedagang tanpa menyadari kalau Jokowi memang betul hadir, Minggu (3/3/2013).

Saat mengetahui yang sosok di depannya benar Jokowi, sang pedagang pun dengan semangat menyalami Jokowi yang tersenyum-senyum.

Setelah berkeliling di Pasar Setiabudi, Jokowi juga menyempatkan blusukan di Pasar Simpang Limun. Jokowi melanjutkan kegiatan ke Lubuk Pakam untuk akan mengikuti acara temu kader dan menjadi juru kampanye pasangan ESJA di Lapangan Merdeka, Medan.

Sumber : http://news.okezone.com

Senam di Stadion Teladan Medan, Jokowi Disambut Antusias Warga

Fenomena ketenaran Jokowi rupanya terpancar hingga ke pulau Sumatera. Hari kedua di Medan, Minggu (3/3/2013), dia mendatangi konsentrasi massa, dimulai dari tempat senam pagi, hingga ke tempat kuliner di Ibu Kota Sumatera Utara. Warga pun menyerbunya dengan antusias.

Sekitar Pukul 06.00 WIB , Jokowi sudah ke Lapangan Makesdam I/BB di Jalan Abdul Manaf Lubis. Bersama calon Wakil Gubernur Sumut Jumiran Abdi ikut senam bersama warga. Tak sampai satu jam, Jokowi digeser timnya untuk ikut senam di Stadion Teladan, Jalan Stadion.

Di kedua tempat ini, seperti biasa ratusan warga mengerumuni. Bersalaman dan mengajak berfoto. Keriuhan yang memang dimaksudkan untuk begitu. Warga pun bersemangat memanggil Gubernur DKI Jakarta.

"Pak, Jokowi.. Pak Jokowi..!!!" ujar para warga yang didominasi ibu-ibu.

Seterusnya Jokowi sarapan lontong di Jalan Dokter Mansyur. Dari sini dia lalu mengunjungi pasar di Jalan Setia Budi. Bertanya-tanya kepada pedagang. Aksi blusukan model yang sama juga dilakukan di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja.

Jokowi berada di Medan sejak, Sabtu (2/3/2013). Kedatangannya dimaksudkan untuk mendongkrak pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut 7 Maret mendatang. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejak kemarin juga berada di Medan. Bagi Mega, ini adalah kedatangannya yang ketiga untuk mendongkrak popularitas calon yang mereka usung.


Sumber :
http://news.detik.com

Sabtu, 02 Maret 2013

Jokowi makan malam menu Medan

Dalam safari kampanye, Jokowi memanfaatkan kedatangannya ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk menyoba kuliner di kota tersebut. Dia mencoba berbagai makanan mulai dari sate, nasi goreng hingga durian.
Seusai menggelar salat Maghrib di Masjid Raya Almashun, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (2/3/2013) Jokowi berjalan kaki sekitar 100 meter menuju ke Amaliun Foodcourt di Jalan Amaliun. Di sini dia mencoba makanan standar, nasi goreng spesial dan sate kacang.
Dia tak berkomentar banyak soal kualitas makanan. Hanya saja dia tak bisa menutupi ekspresi risih karena mejanya dikelilingi puluhan orang yang ingin tahu dia makan apa. Apalagi menu pesanannya relatif lama datang.
Setelah itu Jokowi dan rombongan bergerak ke lokasi jajanan durian Ucok Durian di Jalan Iskandar Muda. Di sini dia mencoba berbagai rasa durian.
"Habis tujuh batu. Saya suka yang manis rasanya," kata Jokowi yang didampingi calon Wakil Gubernur Sumut Jumiran Abdi.
Setelah itu, Jokowi dan rombongan bergerak ke pusat jajanan malam Merdeka Walk di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota. Dia tiba sekitar pukul 21.30 WIB, dan masih belum memesan makanan karena masih dikerubungi warga.
Jokowi datang ke Medan untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub yang diusung PDI Perjuangan. Ada serangkaian kegiatan yang akan diikuti Jokowi termasuk menjadi orator utama kampanye pada Minggu (3/3/2013) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi tiba di Polonia

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tiba di Medan, Sabtu (2/3/2013) sekitar pukul 18:00 WIB. Jokowi datang ke Medan untuk menghadiri dua acara, yakni pelantikan pengurus Laskar Joko Tingkir Sumut yang digelar malam ini, serta Kampanye akbar pasangan calon gubernur sumut Effendi Simbolon - Djumiran Abdi yang akan digelar Minggu (3/3) besok di Lapangan Merdeka Medan.



Kedatangan Jokowi pun mencuri perhatian warga yang tengah berada di bandara. Ramainya, kader dan partisipan PDIP serta masyarakat yang cukup antusias untuk bertemu, membuat terminal kedatangan penumpang domestik Bandara Polonia menjadi penuh.
Setelah turun dari pesawat, Jokowi langsung menuju terminal VIP Bandara Polonia Medan, untuk menemui Ketua Umum PDIP Megawati, yang sudah lebih dulu tiba.
Jokowi selanjutnya bergerak menuju Mesjid Raya Medan untuk menggelar solat magrib, sembari berziarah ke makan Mantan Gubernur Tengku Rizal Nurdin.


Usai ziarah, Jokowi pun melanjutkan perjalanannya ke pusat jajanan di Amaliun Foodcourt dan Pagaruyung untuk menikmati makan malam. Sembari menyapa dan mengajak warga memilih pasangan ESJA pada 7 Maret mendatang.

Kampanye Jokowi berlisensi Mendagri

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengantongi izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait aktivitasnya sebagai juru kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang diusung PDI Perjuangan, Effendi Simbolon dan Djumari Abdi. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek, Sabtu (2/2/3/2013) petang.

"Sudah ada surat cutinya, diajukan Senin atau Selasa (lalu)," ujar Reydonnyzar.

Menurut Rey, Jokowi mengajukan cuti selama dua hari, yakni 2 dan 3 Maret 2013. Ia mengungkapkan, Jokowi mendapat mandat khusus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk membantu kampanye Effendi-Djumari di Sumatera Utara.

Sesuai Pasal 79 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah, permohonan cuti diberikan dua minggu sebelum hari H. Meski demikian, lanjut Rey, surat permohonan Jokowi telah lengkap secara administratif.

"Tapi selama Kemendagri cukup waktu merespons ya direspons. Administrasinya lengkap," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi terlambat mengirimkan surat permohonan izin cuti untuk menjadi juru kampanye salah satu pemilihan kepala daerah sehingga Kementerian Dalam Negeri tidak cukup waktu untuk mengeluarkan izin. Jokowi sendiri telah bertolak dari Jakarta menuju Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu sore kemarin.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com


Jokowi berangkat ke Medan

Memenuhi tugas dari partainya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berangkat ke Medan untuk kampanye Cagub nomor urut 2, Effendi Simbolon. Jokowi bersama rombongan berangkat seusai acara Bamus Betawi ke Bandara Soekarno-Hatta. Jokowi diketahui pergi ke Sumatera Utara tidak didampingi oleh sang istri, Iriana. Pria yang suka blusukan itu pergi seorang diri ke Medan untuk membantu rekan separtainya memenangkan pesta demokrasi di Sumatra Utara.
Sehari sebelumnya, Jumat (1/3/2013), Jokowi sempat mengatakan bahwa dirinya akan bertolak ke Sumatera Utara. "Mungkin saya ke Medan, kan cuma sehari, Minggu sore sudah pulang," ujarnya.
Meski demikian, Jokowi hanya tertawa ketika ditanya wartawan terkait apakah dirinya sudah mengajukan izin untuk cuti atau belum ke Kementrian Dalam Negri.



Jokowi hadiri Pembukaan Musyawarah Besar ke-6 Bamus Betawi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) siang ini menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar ke VI, Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi yang digelar di Pondok Gede, Jakarta Timur.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Disamping itu juga tampak hadir sejumlah tokoh Bamus Betawi, serta organisasi Betawi dan tentunya Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli.
Yang menarik adalah bertemunya pertemuan antara Jokowi dengan Nachrowi. Pantauan Okezone, Sabtu (2/3/2013), kedua tokoh kondang di DKI Jakarta itu tampak akrab. Bahkan sesekali kerap hadir tawa kecil, saat kedua tokoh tersebut berdiskusi.
Hal ini tentu sangat mengejutkan, mengingat Nachrowi adalah salah satu pesaing Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta lalu.
Nachrowi yang kala itu berpasangan dengan Fauzi Bowo (Foke) mampu meluncur ke putaran kedua, sebelum akhirnya dikalahkan Jokowi-Ahok.


Dalam Pembukaan Musyawarah Besar ke VI Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi, Ketua Bamus Masyarakat Betawi Nachrowi Ramli (Nara) menyinggung Pilkada DKI Jakarta lalu.
Dia menghimbau kepada seluruh simpatisan Bamus Betawi untuk mengucapkan selamat, dan mendukung kinerja pasangan Jokowi-Ahok, selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kita beberapa saat lalu menjalani Pemilihan Gubernur. Bamus Betawi ikut dalam politik itu. Maka kita kita ucapkan selamat pada Bapak Joko Widodo dan Bapak Basuki, dan mudah-mudahan beliau diberi kesehatan, kesuksesan, dan masyarakat diberi kesejahteraan," kata Nara.
Nara mengucapkan terima kasih kepada Jokowi, yang telah membuat kebijakan melestarikan kebudayaan masyarakat Betawi. Diantaranya adalah peraturan pemakaian pakaian adat Betawi, untuk seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta seluruh bangunan yang diwajibkan menggunakan ornamen Betawi.
"Ke depan bahwa Betawi mampu bersaing dan mengawali propinsi Jakarta. Keempat adalah adanya masjid. Pak Gubernur pengen di Jakarta ada masjid yang bentuknya ornamen Betawi. Kelima adalah pembangunan perkampungan budaya Betawi," terang Nara.
Pada kesempatan yang sama, politikus Partai Demokrat ini juga menginformasikan kepada Jokowi, bahwa seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi telah sepenuhnya mendukung program-program Pemerintah DKI Jakarta, terutama yang terkait dengan pelestarian budaya Betawi.
"Kita juga terima kasih pada Pak Gubernur ditengah kesibukanya bisa menyempatkan hadir. Bahkan kita sampaikan pada seluruh organisasi kemasyarakatan Betawi, bahwa Pak Gubernur telah mengambil langkah untuk kemajuan masyarakat Betawi," tegasnya.

Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi Akan Renovasi IKJ dan TIM

Setelah mengunjungi kantor arsip HB Jassin di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung melihat pembangunan gedung Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Saat memantau kondisi gedung, Jokowi terlihat prihatin karena sampai saat ini keinginan pihak pengelola untuk melakukan renovasi belum terealisasi. Jokowi sendiri berjanji akan segera merealisasikan proses renovasi TIM dan IKJ.
"Ini sudah berapa tahun enggak disentuh sama sekali. Ini akan kita bangun total. Rp469 miliar, tahun ini Rp157 miliar, tahun depan Insya Allah sudah rampung," kata Jokowi di lokasi, Sabtu (2/3/2013).
Jokowi menegaskan, renovasi kampus IKJ akan difokuskan pada pembangunan lahan parkir di lantai bawah, sebagaimana rancangan pihak IKJ sendiri.
"Ya dua tahun harus selesai secara keseluruhan. Karena memang baik IKJ maupun TIM baik sekali. Yang paling penting tata ruangnya diatur. Parkir di bawah, dan ini sudah ada masterplan-nya," tutup Jokowi.



Sumber :
jakarta.okezone.com

Jokowi akan bangun Pantai Impian di Marunda

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bermimpi menambah pantai publik di Jakarta. Berbeda dengan Ancol, warga tidak akan dipungut biaya jika berkunjung.
Jokowi masih merahasiakan lokasi pantai itu. Tapi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan sedikit bocoran.
"Kemungkinan Marunda lah," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta.
Ahok menjelaskan, konsep pengerjaan proyek pantai ini tidak ada bedanya dengan pulau impiannya. Dia menegaskan, pembangunan ini bukan proyek dadakan karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMD).
"Oh pastinya sudah dong, jadi bukan ide saya. Itu udah tanda tangan Pak Foke kok. Malah ada yang dihibah," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ahok berharap semua pembangunan yang dilakukannya bersama Jokowi akan memperbaiki kondisi tata ruang di Jakarta. Baik jumlah penduduk, infrastruktur, ruang terbuka hijau dan moda transportasi yang tersedia tumbuh merata.
"Kita banyak minta pendapat ini substansinya apa. Kita harus menyesuaikan jumlah penduduk dengan infrastruktur jalan dengan transportasi, ruang terbuka hijau jelas. Kita sampaikan tadi, itu yang harus kita hitung," ungkap mantan anggota DPR ini.
Dia mencontohkan seperti di wilayah selatan Jakarta. Menurutnya, kondisi jalan di daerah itu terlalu sempit untuk jumlah penduduk yang cukup padat ditambah lagi banyaknya gedung bertingkat.
"Kayak di Jl Antasari, itu kan daerah serapan," ujarnya.


Sumber :
http://www.merdeka.com

Jokowi Akan Pindahkan Kantor Arsip HB Jassin

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pagi ini, Sabtu (2/3/2013) melakukan kunjungan ke Taman Ismail Marzuki (TIM). Jokowi yang mengenakan pakaian khas Betawi ini tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB. Begitu tiba di lokasi, Jokowi yang ditemani Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta langsung mengunjungi Gedung Kearsipan HB Jassin.
Di lokasi tersebut, orang nomor satu di ibu kota itu langsung melihat-lihat foto dan dokumen-dokumen yang ada di tempat tersebut. Rencananya, kantor kearsipan HB. Jassin akan dipindahkan ke dekat Gedung Arsip Nasional.
Jokowi tampak antusias menengok foto-foto, koleksi buku dan kliping. Namun, Jokowi terkejut karena buku-buku yang bertumpuk itu tampak menguning tak terawat
"Waduh!" kata Jokowi saat melihat buku-buku dan kliping yang tampak kuning di Pusat Dokumen Sasta HB Jassin, TIM, Jakarta Pusat
"Anggaran tahun ini telah kita siapkan kira-kira Rp1,2 miliar. Saya targetkan dua tahun selesai," kata Jokowi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (2/3/2013).
Selain itu, Jokowi juga berjanji akan segera melakukan digitalisasi terhadap dokumen-dokumen yang tersimpan di tempat tersebut.


Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jumat, 01 Maret 2013

Jokowi: Cakupan Call Centre 119 diperluas

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan agar sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT) melalui call centre 119 dapat berkembang pada sistem informasi lain. Salah satu contohnya adalah laporan serta informasi kebakaran dan lainnya.
"Itu konsepnya sama, akan menjadi sebuah sistem yang akan menginformasikan tidak hanya bidang kesehatan, tapi lainnya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/3/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, sistem tersebut baru mulai digulirkan hari ini dan akan dikembangkan setelah sistemnya dianggap berjalan dengan baik. Sistem bebas pulsa ini berjalan dengan topangan dana APBD dan dibantu oleh pemerintah pusat. Ke depan, SPGDT akan dicoba dan merambah provinsi lain di Indonesia.
"Ini nyoba dulu di kesehatan seperti apa. Nanti kita coba ke bidang lain, kira-kira meluncurnya akan seperti itulah. Misalnya, kamar kosong di mana itu kita bisa tahu, bisa mengarahkan, kemudian butuh ambulans bisa diinfo, bisa cepat dijemput," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Askes. Penandatanganan itu dibarengi dengan peluncuran SPGDT yang mengintegrasikan sumber daya manusia serta fasilitas medis di Jakarta.
Sistem call centre itu berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Pengguna dari warga DKI sudah sebanyak 3.611 panggilan hingga hari ini. Kegiatan SPGDT itu juga merupakan program Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan asosiasi rumah sakit vertikal dan Dinas Kesehatan DKI.
Saat ini, sistem tersebut baru terintegrasi dengan sembilan rumah sakit, yaitu RSUD Cengkareng, RSUD Koja, RSUD Tarakan, RSJP Harapan Kita, RSAP Harapan Kita, Ambulans Gawat Darurat DKI, RSUP Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, dan RS Persahabatan. Dalam satu bulan ke depan, SPGDT Dinas Kesehatan DKI akan segera terkoneksi dengan 92 rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Saat ini, ada empat operator yang bekerja 24 jam menerima panggilan telepon dari warga. SPGDT juga melayani informasi nomor-nomor telepon suku dinas, rumah sakit, dan layanan ambulans.
Integrasi data di tahap awal adalah informasi rekapitulasi data kapasitas ruang rawat yang tersedia di semua rumah sakit yang tergabung dalam sistem SPGDT secara real time. Pada tahap selanjutnya, data yang diintegrasikan akan lebih mendalam dan kompleks dengan tujuan untuk menanggulangi situasi gawat darurat korban secepat mungkin. "Jumlah line yang ada di call centre Dinkes pada tahap awal adalah 4 seat. Namun, akan diperbanyak secara bertahap," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati.

Sumber :
megapolitan.kompas.com 

Jadi Jurkam PDIP di Medan, Jokowi: Minggu Sore Juga Balik

Ikon baru PDIP, Joko Widodo (Jokowi), akan bertolak ke Medan untuk menjadi juru kampanye calon Gubernur Sumut Effendi Simbolon pada Minggu 3 Maret. Namun sore harinya, Jokowi akan kembali lagi ke Jakarta.
"Iya mungkin jadi (ke Medan)," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2013).
Jokowi mengatakan, kepergiannya ke Medan hanya sebentar, tidak sampai satu hari. "Paling Minggu sore sudah balik lagi ke Jakarta," katanya.
Sementara itu, saat disinggung soal perizinan cuti, Jokowi mengatakan dirinya pergi menjadi juru kampanye hanya di saat hari libur saja.
"Kan perginya hari Minggu," terang Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi direncanakan akan menjadi juru kampanye Effendi Simbolon di Medan pada tanggal 23-24 Februari. Namun rencana tersebut batal karena Jokowi letih.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi Restui Sayembara Waduk Riario

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merestui rencana digelarnya sayembara penataan Waduk Riario di Jakarta Timur. Ia mempersilakan semuanya untuk ikut andil dalam sayembara tersebut.
Jokowi menegaskan, para peserta sayembara bisa menampilkan desain terbaiknya. Ia berpesan, desain waduk itu harus melingkup fasilitas rekreasi, penanggulangan banjir, botanical garden, dan waduk hijau.
"Saya kasih tahu biar semua ikut berpartisiapsi, kasih desain terbaik. Yang jelas fungsi-fungsinya lengkap," kata mantan Wali Kota Surakarta ini di Balaikota Jakarta, Jumat (1/3/2013).
Penataan Waduk Riario ini merupakan salah satu upaya memenuhi target 30 persen ruang terbuka hijau (RTH). Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Catharina Suryowati mengatakan, rencananya Pemprov DKI akan melaksanakan pembebasan lahan seluas 25 hektar tersebut tahun ini.
"Sekarang lahan itu masih milik developer PT Pulomas Jaya dan Pemda mau bebaskan lahan tahun ini, mau dibeli yang sudah bersertifikat dan anggarannya memang bertahap," kata Catharina.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jokowi Minta Pendapat Psikolog Soal Pelecehan Seksual Wakepsek

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menyayangkan perbuatan Guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri di kawasan Matraman berinisial T (46) yang memaksa MA (17), muridnya sendiri untuk melakukan oral seks.

"Itu sebuah contoh yang tidak baik. Kalau benar, harus dicopot," ujar Joko Widodo di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2013).

Joko Widodo juga mengatakan, dirinya akan meminta pendapat ke para psikolog mengenai fenomena pelecehan seksual ini.

Pasalnya, kasus seksual di Jakarta Timur di awal tahun 2013 ini cukup menghebohkan. Mulai dari kasus RI yang meninggal akibat kekerasan seksual sampai adanya kasus pelecehan seksual yang dialami MA.

"Saya harus konsultasi dulu ke banyak pihak, ke psikolog," kata pria yang akrab disapa Jokowi ini.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Jokowi Perintahkan Copot Wakil Kepala SMA Pencabul Siswa

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto segera mencopot wakil kepala SMA Negeri di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Guru berinisial T itu diduga melakukan tindakan pencabulan kepada murid wanitanya.

"Tadi sudah saya cek, sudah perintahkan untuk lepas jabatannya sebagai wakil kepala sekolah, juga sebagai guru," ujar Joko Widodo usai makan siang di sebuah restoran di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Menurut mantan Wali Kota Surakarta yang biasa disapa Jokowi itu, tindakan T merupakan suatu penyimpangan moral seorang manusia. Tindakannya juga tidak mencerminkan statusnya sebagai seorang pendidik.

"Karena itu contoh yang tidak baik, terakhir kalau memang benar, harus kita copot. Yang paling penting ini harus diperbaiki, jangan sampai ada kejadian seperti ini," kata Jokowi.

Terkait kondisi mental korban, Jokowi mengaku belum mengetahui. Dia masih menunggu laporan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Jokowi berjanji akan berkonsultasi juga dengan psikolog untuk memulihkan kondisi korban.

Seperti diberitakan, guru T mencabuli muridnya. Pencabulan berulang sampai empat kali. Tak kuat dengan tekanan, siswi dan keluarga melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Namun, sejak laporan itu sang siswi mengalami intimidasi dari sejumlah guru sekolah.

Sumber :
www.metrotvnews.com

Jokowi Soroti Kriminalitas: Jakarta Timur Perlu Perhatian Khusus

Angka kriminalitas di Jakarta Timur melonjak tajam. Beragam aksi kejahatan yang terjadi di kota itu menyedot perhatian Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantasnya.
"Itu perlu perhatian khusus di Timur karena paling padat," kata Jokowi mengomentari tingginya tingkat kriminalitas di Jakarta Timur.
Hal ini disampaikan Jokowi di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2013).
Jokowi sudah memerintahkan aparat Satpol PP diberdayakan menjaga titik-titik yang rawan kejahatan.
"Tiga hari lalu saya perintahkan itu tunggu 24 jam. Terminal yang rawan. Ini juga aparat kepolisian sebagai penanggung jawab. Kami prosesnya membantu," ujar ayah 3 anak ini.
Kriminalitas yang mencolok belakangan ini antara lain dugaan pelecehan seksual oleh guru SMA di Jakarta Timur (Jaktim), ibu kandung yang tega membenamkan putranya gara-gara depresi, kasus dugaan sodomi dengan tersangka Syaiful dan Briptu Eko terhadap bocah 5 tahun di Ciracas.
Ada juga kasus perampokan nasabah Bank Mandiri, BNI dan seorang pegawai swasta di Penggilingan. Lalu ada perampokan sadis di Ciracas yang menewaskan siswa SMA bernama Kriston dan ayah dua anak, Jamhari.

Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi: Jika Terbukti, Langsung Copot Guru SMA di Jaktim!

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ikut turun tangan menangani dugaan pencabulan guru berinisial T terhadap siswinya di sebuah SMA di Jakarta Timur. Ia memerintahkan guru itu dicopot bila terbukti.
"Jika terbukti dicopot PNS-nya. Tadi sudah saya cek. Sudah perintahkan lepas jabatan wakil, guru karena itu sebuah contoh yang tidak baik dan terakhir kalau benar (terbukti) harus kita copot, langsung kita copot," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2013).
Saat kejadian, T menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Namun sejak Februari dia mundur dari jabatannya itu begitu kasus pencabulan itu mencuat.
Jokowi meminta dilakukan pembenahan supaya kasus serupa tidak terulang lagi. "Yang paling penting diperbaiki dan tidak ada kejadian ini lagi," ujar suami Iriana ini.
Bagaimana dengan perlindungan korban, Pak? "Itu set kedua. Ini dulu yang diselesaikan. Saya harus konsultasi dulu ke banyak pihak, ke psikolog," jawab Jokowi.
T Dilaporkan siswinya ke polisi atas tindakan 4 kali pencabulan berupa oral seks pada 26 Juni 2012 hingga Juli 2012. Si korban kini trauma.
T menyanggah dia melakukan pencabulan dan malah akan melaporkan balik siswi tersebut dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Sedang Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyebut ada ancaman untuk tidak lulus ujian nasional kepada siswi tersebut, sehingga ada oral seks. Karena itu, tim investigasi akan segera


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi harap KJS tak salah sasaran

Niat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memberi pelayanan kesehatan murah bagi warga Jakarta melalui program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dirasa belum sepenuhnya maksimal. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pasien yang tidak semua tertampung oleh rumah sakit yang terdaftar sebagai program KJS.
"Membludaknya pasien banyak yang tidak tertampung, sehingga ya ada kejadian-kejadiaan yang tidak diinginkan," kata Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1//2/2013).
Namun begitu, jika program KJS tidak dikejar secepatnya, Jokowi khawatir akan banyak warga Jakarta yang sakit tidak tertangani. "Tapi, kalau enggak ada KJS juga bayangin, berapa ratus ribu yang tak terobati," imbuhnya.
Dia menyadari, saat ini Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan Jakarta masih terus mengupayakan penambahan fasilitas ruangan kelas III di RSUD maupun rumah sakit swasta. Selain itu, dinas kesehatan akan terus menambah fasilitas ICU dan NICU agar pasien KJS bisa mendapat penanganan lebih lengkap.
Saat program KJS diterapkan, permintaan pelayanan kesehatan warga Jakarta naik hingga 70 persen. Hal itu yang terus dikejar pihak Pemprov DKI agar program KJS benar-benar tidak salah sasaran.
"Ya dikejar fasilitas yang kurang ya dikejar, I'd belum ada dikejar, ruangannya kurang dikejar. Saya mau KJS enggak salah sasaran, itu saja," tegas Jokowi.



Sumber :
http://metro.sindonews.com

Jokowi Minta Tak Ada Monopoli Bajaj

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta tidaka ada monopoli dalam proses lelang dan seleksi pengadaan dan peremajaan bajaj. "Saya hanya minta jangan ada monopoli. Kalau ada PT, mainkan dengan anak perusahaan, itu sama saja," kata Jokowi, Jumat (1/3/2013).
Bersama jajaran asisten pemerintahan dan dinas perhubungan, Jokowi menerima perwakilan pemilik bajaj di ruang rapat. Mereka mengeluhkan beratnya syarat lelang dan kurangnya sosialisasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata dan meremajakan bajaj sebagai angkutan permukiman.
Berdasarkan data dinas perhubungan, sekitar separuh dari 14.000 bajaj yang beroperasi di Jakarta tak laik jalan dan tidak dilengkapi surat resmi. "Saya juga minta sosialisasi harus diperbanyak," kata Jokowi.
Menanggapi permintaan sebagian besar pemilik bajaj untuk membatalkan hasil lelang, Jokowi menolak. Lelang dinilai sudah sesuai aturan.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Kamis, 28 Februari 2013

Jokowi Kalkulasi Perkecil Jual Beli Nomor Pelat Ganjil-Genap

Munculnya sejumlah pemohon pelat ganjil atau genap yang dikenakan pungutan hingga ratusan ribu rupiah membuat heran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sebab, kebijakan pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan nopol belum dijalankan. Jokowi juga mencari cara agar warga tak mengakali sistem itu.

"Ganjil-genap mulai saja belum kok, kan masih proses kalkulasi," ujar pria yang akrab disapa Jokowi ini di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2013).

Menurut Jokowi, kalkulasi penerapan pembatasan kendaraan tersebut harus didiskusikan dengan Polda Metro Jaya. Hasil kalkulasi ini juga belum diterima Jokowi, sehingga ia cukup bingung dengan adanya kabar pungli permohonan plat nopol.

"Oleh sebab itu, Pemprov harus banyak bicara dan diskusi dengan Polda, sehingga bisa membuat perhitungan seperti itu. Jangan sampai kebijakan seperti itu tanpa kalkulasi. Wong kalkulasinya belum sampai ke meja saya kok. Hitung-hitungannnya harus jelas, berapa persen mengurangi kemacetan, mengurangi pengguna mobil, kemudian kemungkinan memperkecil adanya pesanan-peasanan nomor itu. Itu yang saya minta," ujar Jokowi menerangkan.

Mantan walikota Solo ini menambahkan kebijakan pembatasan plat ganjil-genap ini juga akan berlaku untuk para pejabat eselon DKI Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi berani menyatakan dirinya ikut aturan ini.

"Kena (eselon), Iya saya juga kena. Ya nanti kita juga naik angkutan umum, memberikan contoh," tutup Jokowi.



Sumber :
http://news.detik.com

Siapa Calon Sekda ?

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Fajar Pandjaitan akan pensiun pada bulan Agustus mendatang. Namun, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tampaknya tidak ambil pusing mengenai hal ini. "Saya belum memikirkan mengenai Sekda, terus terang ngomong apa adanya," ujar Jokowi santai saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/2). Menurutnya, kandidat pengganti Sekda sedang diurus oleh Wagub Basuki T.Purnama. Saat ini sudah ada beberapa usulan calon Sekda pengganti Fajar. Hanya saja, Jokowi mengaku belum melihat laporan usulan calon tersebut. Saat ditanya mengenai kriteria sekda yang ideal, Jokowi kembali menunjukan sikap acuh. Ditegaskannya bahwa mencari pengganti sekda bukan prioritasnya."Boleh ganteng, boleh cantik, kalau kamu di usulkan boleh. Saya tidak memikirkan sekda," imbuhnya.



Sumber :
www.jpnn.com

Jokowi Imbau PNS Naik Angkutan Umum

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau kepada semua PNS untuk menggunakan angkutan umum dalam perjalanan ke kantor. Hal ini ia lontarkan terkait efektivitas sistem pelat nomor ganjil-genap yang masih terus digodok dan akan berlaku mulai tahun ini.
Jokowi mengatakan, ketika sistem ganjil-genap itu berlaku, semua kendaraan, khususnya mobil, akan terkena aturan tersebut. Demikian pula kendaraan dinas pejabat eselon I yang menggunakan pelat nomor RFS. "Ya, kena juga (RFS), PNS juga harus kasih contoh, dong," kata Jokowi, Kamis (28/2/2013).
Untuk memberi contoh menaati aturan tersebut, Jokowi mengatakan siap pergi ke kantor menggunakan angkutan umum. Hal ini ia lakukan untuk merangsang masyarakat agar tidak bersiasat memesan kendaraan dengan angka akhir di pelat nomor.
"Nanti saya juga naik angkutan umum. Harus berikan contoh, saya juga enggak perhatiin nomor saya ganjil atau genap," ujarnya.
Jokowi enggan memasang target waktu pelaksanaan ganjil-genap. Hal ini ia sampaikan setelah penerapan sistem itu terancam diundur dari Maret ke akhir Juni 2013. Ia lebih memilih untuk memantapkan hasil kalkulasi, mulai dari jalur penerapan, sarana angkutan umum untuk menopang sistem ganjil-genap, hingga hal-hal lain yang berkaitan dengan efektivitas sistem tersebut.
Lokasi yang akan menjadi sasaran sistem ganjil-genap adalah jalan raya eks three in one, Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, dan Rasuna Said. Ganjil-genap akan diberlakukan setiap hari, mulai dari pukul 06.00 hingga 20.00, kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Peraturan ini berlaku bagi mobil pribadi dan selanjutnya menyasar ke sepeda motor.
Untuk menopang sistem ganjil-genap, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menambah jumlah bus transjakarta gandeng di Koridor I menjadi 66 unit, Koridor IX menjadi 54 unit, dan Koridor VI sekitar 30 unit. Ditambah dengan bus Kopaja yang bisa masuk jalur transjakarta, transportasi umum dianggap telah mampu menopang kemungkinan bertambahnya jumlah penumpang setelah ganjil-genap resmi diterapkan.
Kebijakan ganjil-genap dibuat untuk menekan volume kendaraan di Ibu Kota, khususnya di pusat kota, sekaligus menggiring masyarakat untuk beralih ke transportasi massal. Ganjil-genap ditandai dengan angka terakhir di pelat nomor. Angka 1,3,5,7,9 masuk dalam ganjil (stiker hijau) dan 0,2,4,6,8 masuk dalam genap (stiker merah). Untuk memudahkan masyarakat, penentuan ganjil-genap akan dilakukan mengikuti tanggal di setiap harinya. Ganjil-genap tak berlaku untuk kendaraan umum dan angkutan barang.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Tahun ini, Jokowi fokus tata PKL di 23 titik Jakarta

Saat peresmian penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Studio Indosiar, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, bersama lima menteri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali berbicara mengenai niatnya menata ulang para pedagang.

Jokowi mentargetkan, penataan PKL tahun ini akan diselesaikan di 23 lokasi di Jakarta. Jokowi memang membeberkan, kalau saat ini pihak Pemprov DKI baru melakukan penataan PKL di wilayah Sunda Kelapa dan Fatahillah. Itupun belum semuanya tertata bagus.

Dia mengatakan, saat ini memang banyak pihak swasta yang ingin membangun penataan model PKL di Jakarta seperti idenya. Namun, dari pihak Pemrov DKI sendiri tidak ingin membangun terlalu banyak dulu. Jokowi ingin nantinya bentuk penataan PKL bisa dicontoh pihak lain, termasuk swasta yang ingin membantu.

"Ya, kita di Jakarta itu sudah antre yang mau bikin kaya gini. Kita emang enggak mau bikin banyak-banyak dulu. Bikin contoh yang betul, prototipe yang betul, sistem penjualannya nanti seperti apa? Jadi buka banyak, nanti sudah ada prototipenya. Contoh yang bagus seperti apa," ujar Jokowi, di Gedung Indosiar, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Menurutnya, nantinya ke 23 lokasi penataan PKL akan dibiayai langsung dari APBD DKI. Namun, selain dari APBD, dirinya juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk masuk di dalamnya, dan bersifat membantu.

"Silakan, yang non APBD mungkin bisa lewat dari itu. Sudah antre, perbankan, swasta developer," imbuhnya. 



Sumber :
http://metro.sindonews.com