Rabu, 27 Februari 2013

Ancam ganti PT JM

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengancam akan mengganti investor pembangunan megaproyek monorel. Untuk itu, ia meminta PT Jakarta Monorail (JM) segera melengkapi dokumen agar keputusan pembangunannya bisa segera ditetapkan.
Ditemui di Balaikota Jakarta, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya telah meminta PT JM untuk segera melengkapi dokumen terkait utang-piutang dan profil perusahaan yang akan menjadi investor proyek tersebut. Permintaan itu juga dibarengi dengan pemberian tenggat waktu. Jokowi akan mengganti investor pembangunan monorel jika melewati batas yang ditentukan. PT JM belum bisa memberikan dokumen yang dimaksud.
"Ada tenggat waktu, enggak usah saya sebutkan kapan. Kalau lewat, ya gantilah investornya," kata Jokowi, Rabu (27/2/2013).
Sebelumnya, Jokowi enggan disalahkan terkait lambatnya keputusan melanjutkan pembangunan megaproyek monorel. Ia meminta semua pihak mengejar PT JM untuk segera melengkapi dokumen agar pembangunannya bisa langsung diputuskan.
Jokowi menyampaikan, dirinya masih terus menunggu PT JM untuk melengkapi dua dokumen terkait kelanjutan pembangunan monorel. "Tolong dikejar ke PT JM, jangan ngejar ke saya. Lha dokumennya belum sampai, terus saya mau ngapain? Padahal, kalau dikasih, detik itu juga saya putusin dan langsung cor, berangkat, kerjain," ujarnya.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jokowi kembali tengok Pademangan

Siang ini, gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali menengok lokasi dan korban kebakaran di RW 12, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (27/2/2013). Jokowi datang sekitar pukul 12.25 WIB untuk memberikan bantuan pada warga yang menjadi korban.
Setibanya di lokasi, Jokowi langsung diapit oleh Kepala Camat Pademangan Efiskal, Wakil Camat Pademangan Yudi Dwi Dharma, dan Ketua RW 12 Dadang Zarkoni. Jokowi meninjau sisa-sisa permukiman warga yang habis terbakar.
Di tengah jalan, Jokowi tampak menyerahkan sekitar lima amplop yang berisi uang tunai. Sebelum meninggalkan lokasi, Jokowi menyempatkan diri meninjau warga yang mengungsi di GOR Pademangan. Dia memimpin pembagian aneka bantuan yang diangkut menggunakan satu unit truk Satpol PP dan sebuah mobil boks.
Tak lama berselang, mantan Wali Kota Surakarta ini langsung meninggalkan lokasi untuk meneruskan rutinitasnya.
Kebakaran di Kelurahan Pademangan Barat ini terjadi pada Minggu (24/2/2013), mulai pukul 08.45 - 10.30 WIB. Sebanyak 147 bangunan rusak akibat kebakaran yang melanda rumah warga di RT 08 dan RT 14 RW 12 Pademangan itu.
Sebanyak 413 kepala keluarga dengan 1.246 jiwa kehilangan tempat tinggal sebagai imbas dari kebakaran hebat tersebut. Sebagian besar keluarga korban diungsikan sementara ke GOR Pademangan dan tenda-tenda di halaman GOR. Sebagian kecil lainnya mengungsi ke gedung Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannatinna'im.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Minggu depan, Jokowi siap tempel poster Pengawasan APBD

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengajak warga Ibukota berpartisipasi mengontrol APBD DKI Jakarta Rp 49,9 triliun yang telah dicairkan. Poster-poster APBD segera disebar seminggu lagi.
"Kalau untuk poster seminggu lagi jadi," kata Jokowi usai rapat di ruangan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di lantai II Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2013).Selain lewat poster, kata dia, pengawasan APBD DKI bisa dilakukan melalui website.
"Ya. Sekarang kan semua bisa buka, nanti di website, 2 atau 3 hari lagi," ujar Jokowi.


 Sumber :
http://news.detik.com

Temui Ahok untuk menindaklanjuti penyerahan DPA

Jokowi tiba-tiba menyambangi ruangan wakilnya Ahok yang berada di lantai dua gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Dengan mengenakan setelan jas hitam serta dasi, Jokowi naik ke ruangan Ahok. Pertemuan tertutup antara dua pemimpin Jakarta itu berlangsung hampir satu jam. Sekira pukul 11.00 WIB, Jokowi baru keluar.
Dalam pertemuan yang terbilang langka itu, Jokowi mengaku membahas berbagai hal bersama Ahok. "Ya kan biasanya bertemu di atas, atau biasanya juga bertemu di bawah. Agendanya banyak yang dibahas, masa diceritakan semua," ujar Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/2/2013).
Kendati demikian Jokowi mengatakan, pertemuan yang dilakukan bersama Ahok di antaranya menindaklanjuti penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh SKPD pada 26 Februari 2013 (kemarin).
"Sekarang ini kita langsung mau kebut mau menggagas semua dinas SKPD langsug ambil itu uang langsung dikerjain dilapangan, tapi tetap harus lelang, nah tadi kita bicarakan program prioritas," pungkasnya.
Program prioritas yang dimaksud mantan Wali kota Solo itu adalah program yang berkaitan dengan masalah banjir dan kemacetan.



Sumber :
jakarta.okezone.com

Jokowi desak PT Jakarta Monorail

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan bahwa ia tidak mengulur-ulur kelanjutan pembangunan proyek monorel. Ia meminta PT Jakarta Monorail (PT JM) untuk segera melengkapi dokumen agar pembangunan proyek dapat langsung diputuskan.
"Mereka (PT JM) yang bikin lama. Saya tuh nunggu, jangan ada persepsi saya yang lamban," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (27/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, ia masih terus menunggu PT JM untuk melengkapi dua dokumen terkait kelanjutan pembangunan monorel. Dokumen pertama mengenai utang-piutang perusahaan dan yang kedua berupa dokumen tentang profil investor.
"Tolong dikejar ke PT JM, jangan ngejar ke saya. Lah dokumennya belum sampai, terus saya mau ngapain? Padahal kalau dikasih, detik itu juga saya putusin dan langsung cor, berangkat, kerjain," ujarnya.
Jokowi sudah menyatakan akan melanjutkan pembangunan monorel. Satu langkah lagi, hampir dipastikan megaproyek itu kembali dilanjutkan setelah sempat terbengkalai lebih dari lima tahun. Jokowi menegaskan, saat ini ia hanya menunggu kelengkapan dokumen penggarap proyek, khususnya dokumen tentang penjelasan utang-piutang dan investor baru yang menggantikan PT Adhi Karya. PT Adhi Karya memutuskan mundur dari proyek ini.
Jokowi mengatakan tak akan menunda pembangunan monorel. Jika ditunda, akan ada pengorbanan waktu cukup lama, misalnya dalam penentuan tender dan pencarian investor. "Kalau enggak dilanjutkan, nanti mengulang lagi tendernya, investornya. Mungkin dua tahun lagi baru dapat, mundur lagi. Kita putuskan kalau dokumennya cepat diselesaikan oleh PT JM," ujarnya.
Secara terpisah, Direktur Utama PT JM Sukmawati Syukur mengatakan akan segera melengkapi dokumen yang diminta oleh Jokowi. Ia mengatakan, investor yang menggantikan PT Adhi Karya berasal dari Singapura, yakni Ortus Holdings Ltd. "Secepatnya akan kami lengkapi dokumen yang diminta, akhir bulan ini," kata Sukma.
Mengenai jalurnya, PT JM akan menggunakan konsep yang telah dikaji sejak lima tahun lalu. Rute itu berupa green line dengan jalur Semanggi-Casablanca-Kuningan-Sudirman-Karet-Semanggi, serta blue line dari Kampung Melayu-Casablanca-Karet-Tanah Abang-Roxi-Mall Taman Anggrek.

Sumber :
http://lipsus.kompas.com

Selasa, 26 Februari 2013

Mendag Bertemu Jokowi

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (kiri depan) bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) di gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (26/2). Dalam pertemuan itu keduanya membahas mengenai harga daging, perlindungan konsumen dan revitalisasi pasar tradisional.

Sumber :
http://www.antaranews.com

Jokowi Serahkan DPA pada Semua SKPD


Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI untuk tahun anggaran 2013 akhirnya cair. Pencairan anggaran itu ditandai dengan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang secara langsung dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Selasa (26/2/2013), di Balaikota Jakarta.
Mengenakan pakaian dinas Gubernur, Joko Widodo alias Jokowi secara simbolik menyerahkan DPA kepada tiga Kepala Dinas, seorang Wali Kota, dan seorang Lurah. Kepala Dinas yang dimaksud adalah Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Wali Kota Jakarta Timur, dan Lurah Pinangsia.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Fadjar Panjaitan dalam sambutannya mengatakan,  APBD DKI 2013 mencapai Rp 49,98 triliun. Anggaran sebesar itu nantinya akan segera disalurkan pada 745 SKPD dan UKPD.
"Hari ini akan dilakukan penyerahan DPA oleh Gubernur, diminta kepada seluruh SKPD dan UKPD untuk selesaikan progam unggulan dan hindari penumpukan di akhir tahun," kata Fadjar, Selasa (26/2/2013).
Fadjar meminta agar semua SKPD dan UKPD untuk melaksanakan lelang dan tender di awal tahun, atau triwulan pertama. Dengan begitu, diharapkan tak ada penumpukan pengadaan dan penggunaan barang dan jasa di akhir tahun atau triwulan ke empat 2013.
"Supaya tidak terjadi penumpukan, dan mendapat status wajar tanpa pengecualian tanpa catatan dari BPK," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Senin, 25 Februari 2013

Jokowi kunjungi korban kebakaran di Pademangan Barat

Tak terlihat kesedihan di wajah para korban kebakaran di Pademangan Barat, Jakarta Utara. Wajah-wajah suram yang terlihat sejak pagi tadi berubah berseri saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi puing-puing kediaman mereka, Senin (25/2/2013).
Tiba di lokasi pengungsian di GOR Pademangan pada sekitar pukul 15.45 WIB, Jokowi langsung disambut sorak sorai warga. Ribuan warga, korban maupun bukan korban, menyatu di Gang Budi Mulya mengiringi langkah Jokowi. Sorak-sorai terus berlanjut saat Jokowi dan stafnya berjalan menuju lokasi kebakaran, puluhan meter dari GOR Pademangan.
Setelah empat kali berhenti di titik berbeda untuk melihat lokasi kebakaran, Jokowi berbalik menuju lokasi kedatangan. Di depan Kantor Polsektro Pademangan terparkir dua unit mobil Satpol PP yang membawa bantuan bagi para korban. Di lokasi tersebut, Jokowi berhenti sejenak untuk membagikan bantuan secara simbolis.
Lantaran terkepung ratusan warga, Jokowi kesulitan untuk membagikan bantuan. "Enggak tahu ini karena mau lihat Jokowi atau mau terima bantuan ya," keluh salah seorang anggota kepolisian yang mengamankan lokasi.
"Dikasih buku sama tas sekolah sama Pak Jokowi," kata Indah (8), pelajar sekolah dasar.
Meskipun wajahnya bersimbah peluh, Indah dan ibunya tampak sumringah menerima bantuan langsung dari tangan Jokowi.
Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di RT 08 dan 14 RW 12 Pademangan Barat, Minggu (24/2/2013) pagi. Sebanyak 413 KK dengan 1.246 jiwa kehilangan tempat tinggal sebagai imbas dari kebakaran tersebut.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Tetap masuk kerja meski sakit

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merupakan sosok pekerja keras. Meski divonis sakit oleh dokter pribadinya dan perlu 2-3 hari istirahat, Jokowi tetap membandel masuk kerja hari ini.


Sumber :
http://metro.sindonews.com

Minggu, 24 Februari 2013

Meski sakit, Jokowi temui wartawan dalam rumah dinas

Berawal dari sebuah keisengan seorang awak media untuk menanyakan kabar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kepada Istri Jokowi, Iriana Widodo, awak media yang biasanya menunggu di pelataran Taman Suropati pun diperbolehkan untuk mewawancarai orang nomor satu di Ibu Kota tersebut di dalam rumah dinasnya. Pemandangan ini tak biasa karena memang awak media sulit sekali untuk mengakses rumah dinas Gubernur, baik hanya untuk menumpang buang air atau bahkan izin beribadah di mushala dekat garasi rumah dinas. Ada-ada saja alasan pengamanan dalam (pamdal) untuk mencegah awak media masuk ke rumah dinas.Minggu 24 Februari 2013, para awak media ingin mengetahui kabar orang nomor satu di Ibu Kota itu, setelah ia dikabarkan jatuh sakit akibat kelelahan. Beruntung, Iriana membalas pesan singkat Blackberry kepada awak media dan menjawab kalau Jokowi dalam keadaan yang sehat dan mengajak wartawan yang berada di Taman Suropati untuk menengok loteng lantai dua rumah dinas.
Bak artis yang menyapa idolanya atau raja yang menyapa rakyatnya, Jokowi pun menyapa awak media dari loteng lantai dua. Sontak beberapa wartawan pun menyerukan namanya. Tak hanya Jokowi, Iriana pun turut melambaikan tangannya. Dengan berbalut kemeja putih dan jaket jins hitam, Jokowi hanya tertawa seraya mengisyaratkan wartawan untuk masuk ke dalam rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat.
Tak menunggu lama, para wartawan langsung menyambut tawaran langka tersebut. Aji mumpung karena para awak media ini sudah menunggu kegiatan Jokowi sejak pukul 07.00 WIB dan di tengah guyuran hujan rintik. Mantan Wali Kota Surakarta itu telah menunggu di ruang tamu dan dengan ramah, dia menerima belasan wartawan yang masuk ke dalam rumahnya.
Dengan keadaan yang terlihat lemas dan berpeluh keringat, Jokowi pun bercerita kalau aksinya di loteng itu merupakan hasil keisengan istrinya yang menyuruhnya untuk ke luar rumah. Jokowi yang tak mengetahui, kalau keisengan istrinya itu untuk menyapa awak media pun langsung kaget ketika ternyata yang disapanya adalah awak media. Berulang kali Jokowi bercerita kejahilan istrinya itu dan bertanya kepada awak media yang iseng berkomunikasi dengan istrinya.
"Siapa tadi yang BBM-an sama Ibu? Wah lagi tidur, kok disuruh keluar rumah. Ternyata ada kalian, tho. Si Ibu kok juga mau-mau saja disuruh kalian," canda Jokowi kepada awak media.
Wawancara belasan awak media di dalam rumah dinas Jokowi pun tak berlangsung lama. Hanya sekitar 30 menit, Jokowi melayani pertanyaan wartawan. Tak ada suasana tegang selama Jokowi menjawab pertanyaan wartawan. Atmosfer yang terasa pun seperti obrolan santai.
Dengan suara yang masih lemas, Jokowi pun melayani pertanyaan wartawan, mulai dari sakitnya yang menyebabkan batalnya dia menjadi juru kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Effendi Simbolon dan Djumiran Abdi; prediksinya mengenai kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat besutan PDI-P, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki; evaluasi tentang penerapan Kartu Jakarta Sehat (KJS); penerapan ganjil-genap; hingga antusiasme warga yang mengharapkannya untuk menjadi presiden RI 2014.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi hanya tertawa dan mengisyaratkan kalau ia tidak akan ikut bertarung di Pilpres 2014. "Ha-ha-ha.. Kok bisa ada anggapan seperti itu? Saya enggak mau mikirin polling-polling itu. Enggak ada," kata Jokowi.
Di akhir perbincangan, Jokowi pun mengungkapkan rahasia strateginya mengapa dia bisa menjuarai Pilkada DKI Jakarta 2012. Padahal, Jokowi merupakan warga Solo dan orang baru di Ibu Kota. Jokowi bercerita, kalau saat dia datang ke Ibu Kota dan diusung oleh PDI-P bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama yang diusung Partai Gerindra, elektabilitas Jokowi-Basuki hanya lima persen. Namun, seiring Jokowi yang tak kenal diam, ia pun mulai turun ke masyarakat untuk mendapatkan simpati warga. Strateginya ternyata ampuh, dan elektabilitasnya bersama Basuki terus meningkat dari hari ke hari.
"Enggak bisa kita menebak-nebak ini-itu kalau kita tidak ke lapangan. Kenapa dulu saya berani ngomong? karena saya sudah turun ke kampung-kampung, saya sudah ke RT-RW, semuanya saya catat dan saya rasakan. Setiap ke kampung, saya catat, saya rasakan, saya catat dan saya rasakan karena saya pelakunya. Saya masuk ke semua kampung terus saya lihat dan saya bisa pastikan kalau saya bisa menang. Nah, kalau ini surveinya lebih real karena surveinya langsung terjun ke masyarakat," ungkap Jokowi seraya tersenyum.
Strategi Jokowi itu ternyata berhasil membawa Jokowi-Basuki menduduki posisi orang nomor satu dan nomor dua di Ibu Kota.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com

Batal ke Medan karena kelelahan

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang sedianya hari ini akan berangkat menuju Medan, Sumatera Utara untuk menjadi juru kampanye (jurkam) Effendi Simbolon, batal berangkat. Pembatalan tersebut dikarenakan Jokowi kelelahan.
"Pak Jokowi kecapekan dan butuh istirahat. Beliau kan turun terus ke masyarakat, menyambangi warga dan permukiman padat, sehingga kurang tidur dan jadinya kelelahan," ujar salah satu orang dekat Jokowi, Anggit saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/2/2013).

Sumber :
http://news.detik.com

Sabtu, 23 Februari 2013

Kunjungi wilayah banjir di Pengadengan Kalibata

Jokowi mendatangi warga RW 01 Pengadengan, Kalibata, Jakarta Selatan. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak banjir besar yang melanda ibu kota pada pertengahan bulan lalu.
Tiba di lokasi sekitar pukul 17.50 WIB, kedatangan Jokowi yang mendadak mengejutkan warga Pengadengan.
"Wah Pak Jokowi datang kok nggak bilang-bilang? Tahu gitu saya dandan dulu," ujar seorang ibu yang rumahnya dilewati Jokowi.
Kepada wartawan, Jokowi mengaku tidak sempat menyambangi wilayah Pangadengan saat banjir besar pertengahan Januari lalu. Oleh karenanya, hari ini ia menyempatkan diri untuk berkunjung.
"Waktu banjir ada yang ketinggalan katanya. Banjir sampai dua meter tapi nggak saya tengok. Sehingga waktu dari kantor saya langsung ke sini," ungkap mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
Jokowi berjanji akan mencari solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Pengadengan. Ia berniat untuk membuat semacam waduk sebagai solusi banjir.
"Insya Allah akan kita cari solusi, dengan buat  tampungan air mungkin," ujar gubernur berbadan ceking itu.
Dalam kunjungannya, Jokowi melihat-melihat kondisi perkampungan padat yang terletak di bantaran Kali Ciliwung itu. Jokowi juga membagikan bantuan berupa peralatan sekolah dan beras pada warga.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jumat, 22 Februari 2013

Jokowi temui Din Syamsuddin

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berkunjung ke Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannya itu, pria yang akrab disapa Jokowi ini bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

"Kami tadi hanya silaturahim yang pertama. Yang kedua, kami mohon ke Muhammadiyah yang umatnya kan juga banyak sekali untuk bareng-bareng dengan kami mensosialisasikan mengenai normaliasi sungai. Kemudian juga mengenai penataan PKL untuk bersama-sama," ujar Jokowi didampingi Din di Kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2013).

Untuk menangani permasalahan yang ada di Jakarta, Jokowi mengakui bahwa dirinya menggandeng seluruh ormas yang ada, salah satunya Muhammadiyah.

"Semua ormas saya gandeng. Kita karena yang terdekat dengan Balai Kota, Muhammadiyah ya ke Muhammadiyah. Dan saya dengan beliau (Din) sudah kenal lama sekali," jelas Jokowi seraya tertawa khas.

"Ya mulai Maret kami akan sosialisasi. Yang punya ormas di bawah-bawah kan kami harus menunggu," sambungnya.

Orang nomor satu di Jakarta ini, memang kerap kali mengadakan pertemuan dengan beberapa ormas untuk dapat melancarkan program kerjanya. Seperti dalam hal pemakaian baju khas betawi, dimana Jokowi mengundang Badan Musyawarah (Bamus) Betawi untuk menyampaikan gagasannya.

Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi tinjau waduk di Kampung Bangau

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo heran melihat kondisi sebuah waduk di Kampung Bangau, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Melihat kondisi waduk yang mungil dan terbengkalai, Jokowi menyindir, waduk tersebut lebih mirip dengan kolam arena pemancingan.
"Masak kayak gini namanya waduk. Ini empang tempat pemancingan," kata Jokowi dengan nada menyindir, di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2013).
Geram dengan kondisi yang dilihatnya, Jokowi berjanji akan melanjutkan proyek pembangunan waduk secara tuntas dan di bawah pengawasannya langsung. Ia ingin memastikan proses pembangunan sesuai ketentuan dan membawa manfaat untuk masyarakat sekitar.
"Artinya, kalau ada proyek, tidak dicek, tidak ada manajemen kontrol, ya jadinya seperti ini. Saya sudah cek, tahun ini ada kegiatan lagi, mau saya awasi," ujarnya.
Jokowi datang meninjau waduk di Pondok Labu tersebut karena adanya laporan masyarakat. Masyarakat terus mengeluh karena waduk tak beroperasi optimal dan berulang kali permukiman di sekitar tergenang banjir.
Waduk itu adalah proyek yang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta yang dimulai sekitar tahun 2011. Waduk tersebut dibangun di atas lahan yang sebelumnya adalah tanah lapang.
Luas waduk tak begitu besar, diameternya hanya sekitar 15-20 meter. Pembangunan waduk merupakan alternatif untuk menyiasati luapan Kali Krukut. Lebar Kali Krukut di wilayah itu awalnya 8 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter.
Namun, kondisi kali saat ini menyusut hanya tersisa lebar sekitar 3 meter dan kedalamannya juga ikut berkurang. Penyempitan Kali Krukut dipicu pembangunan kompleks latihan Marinir yang dilakukan pada awal 2011. Lebih dari setengah lebar sungai diuruk dan sebuah jembatan yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas dibongkar.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com

Kamis, 21 Februari 2013

Jokowi Tinjau Waduk Kali Krukut

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninjau Waduk Kali Krukut yang terletak di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jokowi tiba di lokasi pada pukul 11.30 WIB. Kunjungan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Sebagai informasi, pembangunan waduk tersebut baru berlangsung setengah jalan dan masih terbengkalai sampai sekarang. Waduk itu akhirnya dimanfaatkan warga sebagai empang dan tempat memancing.
"Oleh karena itu, ketika pembangunan waduk ini diteruskan, saya sendiri yang akan memantaunya, sehingga benar-benar bermanfaat sebagai penghalau banjir," kata Jokowi disela-sela tinjauannya di waduk kali Krukut, Jakarta Selatan.
Langkah selanjutnya, Jokowi berencana melanjutkan pembangunan waduk tersebut dengan melakukan pelebaran. Menurut dia, lahan untuk pelebarannya telah tersedia.
"Lahannya sudah dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak tahun lalu. Jadi, setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 cair, pembangunan waduk itu akan dilanjutkan," ujar Jokowi.
Rencananya, Jokowi mengungkapkan waduk tersebut akan dilebarkan hingga seluas 20.000 meter persegi, dari ukuran sebelumnya, yakni 9.000 meter persegi.
Selain meninjau waduk, Jokowi juga menyempatkan diri untuk melakukan pengecekan terhadap rumah pompa dan tanggul yang terletak di samping waduk kali Krukut, serta berbincang dengan warga sekitar.



Sumber :
http://www.republika.co.id

Jokowi ditegur Mendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi juru kampanye pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki di Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 16 Februari 2013 adalah langkah yang keliru. Hal tersebut dinilai telah menyalahi aturan.

"Pertama dia salah ngasih surat cuti, sebelumnya harusnya dia minta 12 hari sebelum ngajuin surat cuti itu," kata Mendagri Gamawan Fauzi ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (21/2/2013).

Dikatakan Gamawan, Jokowi juga tidak memberitahukan keperluan kampanye untuk siapa Jokowi datang. "Ada saja waktu untuk Jokowi, tetapi dia kampanye untuk siapa tidak jelas dan tidak ada di surat itu. Padahal di dalam undang-undang sudah jelas diatur," imbuhnya.

Meski demikian, kata dia, mengenai sanksi bukan domainnya. Pihaknya hanya sebatas memberi teguran tertulis kepada Jokowi. "Itu bukan (urusan) Mendagri tapi urusan KPU dan Bawaslu. Kita terbitkan surat (teguran) saja," pungkasnya.

Sebelumnya, kehadiran Jokowi menjadi juru kampanye pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki di Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 16 Februari lalu, tanpa disertai surat izin cuti dari Mendagri, dinilai menyalahi aturan. Panwaslu Provinsi Jawa Barat pun rekomendasi pemberikan sanksi terhadap pasangan nomor urut 5 itu ke KPU provinsi.

Ketua Panwaslu Jabar, Ihat Subihat, menjelaskan, hasil rapat pleno Panwaslu memutuskan bahwa Jokowi bersalah berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 14/2010, Pasal 11 ayat 1 dan 2, yang menyebutkan bahwa pejabat publik yang mengikuti kampanye harus mengajukan cuti terlebih dahulu.

Sumber : www.okezone.com

Rabu, 20 Februari 2013

Jokowi tegur Dirut MRT

GUBERNUR DKI Jakarta Joko Widodo menegur Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT), Tribudi Rahardjo. Kejadian ini terlihat saat Tribudi asyik memaparkan panjang lebar mengenai skema pembiayaan mengenai MRT, dalam kegiatan public hearing soal MRT di Balaikota DKI, Rabu (20/2).

Mantan Wali Kota Solo itu menyampaikan teguran lantaran Tribudi menggunakan istilah-istilah ekonomi yang tak mudah dipahami masyarakat. "Tolong diulang lagi mengenai tiket dengan istilah-istilah yang masyarakat semua tahu. Jangan pake TOD dan lain-lain. Saya saja enggak ngerti apalagi orang lain. Tiket, subsidi, jumlah penumpang, jangan pakai istilah sulit,"  ujar Jokowi saat public hearing berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, kemarin (20/2).

Tribudi hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian mengulang lagi rincian skema pembiayaan. Dia menjelaskan, harga tiket subsidi diperkirakan antara Rp 8.500, Rp 9.500, Rp 10.350 atau Rp 15 ribu. Harga itu dihitung dengan proyeksi penumpang 17.400 hingga 261.800 per harinya. "Proyeksi penumpang tahun pertama, per hari 17.400 hingga 261.800," jelasnya.

Sementara itu, beban biaya operator rata-rata biaya tiket yakni Rp 10.786, Rp 14.667, Rp 22.648 dan Rp 34.940. Namun, dalam minggu ini tim dari Jepang akan hadir untuk membahas kelanjutan komitmen proyek MRT.

Dalam acara public hearing tentang MRT yang digagas oleh Jokowi tersebut, belum sepenuhnya sepakat mengenai kelanjutan megaproyek itu. Sebab, masih ada kekurangan dan suara protes dari masyarakat tentang kelanjutan proyek MRT.

Adanya perubahan skema pendanaan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dinilai menguntungkan Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, meski berkurang hingga 7 persen, namun hal itu akan mengurangi beban pengeluaran Pemprov DKI Jakarta hingga sebesar Rp 1 triliun. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku masih akan melakukan pendekatan kembali terkait skema pendanaan MRT tersebut.

Tribudi menuturkan, skema pendanaan MRT semula 58 persen ditanggung Pemprov DKI dan 42 persen oleh pemerintah pusat. Namun, kini skema pendanaan angkutan massal berbasis rel itu berubah menjadi 51:49. "Dengan kesepakatan saat ini yang menurunkan beban pendanaan oleh Pemprov DKI hingga 51 persen juga meringankan beban kami. Karena penurunan itu setara dengan Rp 1 triliun," ujar Tribudi.

Dengan perubahan komposisi pendanaan itu, dikatakan Tribudi, pihakya tengah meninjau kembali perhitungan tarif yang akan dibebankan kepada penumpang. Hasil kajian sementara, dengan skema pendanaan seperti yang disepakati saat ini, tarif MRT diperkirakan mencapai Rp 8.500-Rp 15 ribu per penumpang.

Meski begitu, kata Tribudi, jumlah itu belum final. Sebab, pihaknya juga masih akan melakukan evaluasi mengenai sejauh mana kemampuan yang dimiliki masyarakat. Terlebih, kemungkinan masih ada beberapa kemungkinan yang dikurangi atau ditambah

Protes datang dari warga Fatmawati, Rully Daniel. Menurutnya, jika MRT dipaksakan maka tidak akan mengurangi kemacetan dan hanya merugikan masyarakat. "Satu perekonomian hancur. Ekonomi tutup. Orang enggak mau datang, kotor, debu dan sebagainya. Bayangkan ekonomi kami hancur," ujar Rully.

Sementara itu, protes juga datang dari Faisal Rusdi. Dia meminta agar para penyandang disabilitas diperhatikan. Dengan demikian, MRT nanti tidak terkesan sia-sia dan dapat dipergunakan oleh seluruh warga.

"Penyandang disabilitas tidak mendapat info ini, kami menyayangkan, saya mengharapkan bisa dilibatkan. Saya memohon bisa kami dari penyandang disabilitas beraudiensi dengan bapak," keluhnya.

Sumber : http://www.jpnn.com

Selasa, 19 Februari 2013

Jokowi Janji Proyek MRT dan Monorel Mulai Dibangun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan bakal segera merealisasikan pembangunan mega proyek Mass Rapid Transit dan monorel. Dia berjanji proyek itu akan segera dimulai pada akhir bulan ini. "Semua sudah jelas, dan tinggal jalan saja," katanya di Balaikota, Jakarta, Senin, 19 Maret 2013.

Jokowi mengatakan, proyek MRT bakal segera diputuskan lantaran semua kesiapannya sudah selesai. Dia juga mengaku tidak ada masalah soal komposisi utang antara pemerintah pusat dengan pemprov DKI sebesar 51 persen dan 49 persen. "Sudah selesai, sudah disetujui surat-suratnya semua," kata dia.

Meski terjadi pergantian direktur utama di tubuh PT MRT Jakarta, Jokowi yakin proyek itu bakal segera direalisasikan. Pergantian direksi itu juga disebutnya tidak akan terpengaruh oleh kekosongan jabatan saat ini.

Untuk monorel, Jokowi mengaku juga sudah mengantongi kelengkapan dokumen yang menyatakan Ortus Group bersedia menjadi penyandang dana proyek tersebut. Menurutnya, tinggal beberapa dokumen tambahan saja yang diperlukan untuk menjalankan proyek senilai Rp 6,9 triliun tersebut. "Sudah selesai, tinggal beberapa dokumen tambahan saja," katanya.

Jokowi pun meminta kepada PT Jakarta Monorail sebagai konsorsium pelaksana proyek untuk segera merealisasikan dokumen tersebut. "Silakan kejar PT JM, jangan tanya ke saya. Kalau lengkap langsung saya tanda tangan," katanya.

Proyek MRT sendiri bakal digarap oleh PT MRT Jakarta dengan nilai proyek Rp 17 triliun. Proyek dengan rute Lebak Bulus-Kampung Bandan itu rencananya bakal dibangun dengan bantuan JICA yang akan dibayar secara bertahap oleh pemerintah pusat dan pemprov DKI. Adapun komposi utang 51 persen akan dibayar pemerintah pusat, sisanya ditanggung pemerintah DKI Jakarta.

Sedangkan untuk proyek monorel, PT JM bakal merealisasikan pembangunan dengan rute blue line dan green line. Proyek itu sendiri bakal sepenuhnya ditanggung oleh swasta dengan konsorsium PT JM.


Sumber :
www.tempo.co

Jokowi Pusing dengar penjelasan MRT

Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar rapat dengar pendapat terbuka terkait proyek mass rapid transit (MRT) di Balai Kota DKI Jakarta. Dalam kesempatan itu, PT MRT Jakarta sebagai kontraktor memaparkan rincian proyek.
Direktur Utama (Dirut) PT MRT, Tribudi  menjelaskan satu per satu aspek proyek MRT. Saat ia menjelaskan mengenai skema pembiayaan, tiba-tiba Gubernur DKI Jakarta Joko widodo melakukan interupsi.
"Tolong diulang lagi mengenai tiket," kata Jokowi memotong pemaparan proyek MRT, Rabu (20/2).
Jokowi menilai penjelasan Tribudi terlalu rumit untuk dipahami masyarakat. Ia meminta Tribudi memberi penjelasan dengan istilah-istilah yang lebih sederhana.
"Saya saja enggak ngerti apalagi orang lain. Cukup harga tiket, subsidi, jumlah penumpang, jangan pakai istilah-istilah sulit," lanjut Jokowi.
Tribudi pun menuruti kemauan Jokowi dan mengulangi penjelasannya. Dalam presentasinya, Tribudi menjelaskan bahwa harga tiket setelah di subsidi berkisar antara Rp8.500, Rp9.500, Rp10.350 atau Rp15.000.
Harga itu mempertimbangkan jumlah penumpang sebanyak 17.400 hingga 261.800 per harinya. Sedangkan beban biaya operator rata-rata yakni Rp10.786, Rp14.667, Rp22.648 dan Rp34.940.
Rencananya, minggu ini akan kembali dilakukan rapat lanjutan proyek MRT. Dalam rapat berikutnya, tim dari Jepang menyampaikan komitmen untuk proyek MRT.

Sumber :
http://www.jpnn.com

Senin, 18 Februari 2013

Tinjau pengerukan kali Pakin

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), meninjau langsung pengerukan kali Pakin, Penjaringan, Jakarta utara.

Pantauan okezone di lokasi, Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam, Jokowi turun ke sisi sungai yang dipenuhi sampah dan lumpur. "Tolong ini dicontoh, normalisasi yang benar kayak gini. Tadinya itu di sini ada banyak rumah di pinggiran kali," ujar Jokowi di sisi kali Pakin, Senin (18/2/2013).

Sebagian warga yang tinggal di bantaran kali itu, kata Jokowi, saat ini sudah direlokasi ke rumah susun Marunda. "Agar tidak ada lagi rumah-rumah bedeng di bantaran kali, itu tugasnya Satpol PP untuk terus melakukan pengawasan," terangnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, pengerukan akan dilakukan sedalam lima meter. “Yang normal seperti itu. Ini sudah puluhan tahun enggak diapa-apain. Harusnya kan tiap tahun dipelihara," kata Jokowi.

Selain meninjau pengerukan kali, Jokowi juga membagikan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku tulis kepada ratusan siswa sekolah dasar yang tinggal di sekitar Kali Pakin.


Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi tinjau Pasar Tebet

Pascabanjir yang menerjang Jakarta di beberapa wilayah beberapa hari lalu, diprediksi akan berdampak pada lonjakan harga barang. Alasannya, pengiriman terhambat sehingga membuat pasokan makanan seperti sayur dan daging membusuk.Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang ditemani Kepala Dinas UKM DKI Ratnaningsih meninjau langsung Pasar Tebet, Jakarta Selatan pagi tadi.
"Memang harus diantisipasi soal kenaikan harga di bawah. Saya harus tanya dan yang ada di bawah. Ini soal kemungkinan kenaikan masalah bawang merah dan daging," ujar Jokowi, Selasa (19/2/2013).
Saat ini, kata Jokowi, harga barang pokok yang ada di pasar telah mengalami pelonjakan sekira 10 persen. Untuk permasalahan itu, mantan Wali Kota Solo ini mengaku akan mencarikan solusi bagi pedagang pasar tradisional.
"Saya kan mau melihat masalah dulu, baru mencarikan jurus. Tadi kan keluhannya daging sapi omzetnya hancur sampai separuh," tegasnya.



Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Minggu, 17 Februari 2013

Kunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur

Kerisauan yang dirasakan warga bantaran Sungai Ciliwung atas relokasi tempat tinggal mereka terjawab sudah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mulai melakukan sosialisasi relokasi terhadap warga bantaran bulan Maret 2013 yang akan datang.
"Pelan-pelan ya. Kita sedang olah. Awal Maret baru kita masuk," ujar Jokowi saat mengunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013) siang.
Pria yang telah menjabat sebagai gubernur lebih dari empat bulan itu melanjutkan, hal-hal yang dipersiapkan adalah materi sosialisasi, sistem relokasi warga dan sebagainya. Menurutnya, kebijakannya perlu diformulasikan lebih baik agar tidak menimbulkan persepsi buruk bagi warga.
"Nanti lurah, camat, wali kota, gubernur yang sosialisasi, turun semua agar bahasanya sama. Sedang kami rumuskan," lanjut Jokowi.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jokowi ambruk setelah Futsal

Penonton pertandingan futsal yang diikuti Joko Widodo sempat panik saat Gubernur Jakarta itu tampak kelelahan lalu terlentang di sisi lapangan di Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (17/2).
Peristiwa terkulainya Joko Widodo atau Jokowi itu berawal dari keikutsertaannya dalam pertandingan persahabatan di sela turnamen dengan rekan-rekan wartawan. Berbaju putih berkerah, celana pendek dan sepatu olahraga layaknya atlet, Jokowi tampak mahir mengolah si kulit bundar. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain di lapangan serta para penonton.
Para penonton tampak antusias menyaksikan Sang Gubernur bertanding bola. Pemain satu tim dengan dia kerap menjadikan Jokowi sebagai sasaran operan bola. Suasana pun meledak ketika Jokowi berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan umpan tarik dari sisi kanan gawang.
Setelah melakukan selebrasi kecil-kecilan dengan beberapa pemain, Jokowi yang tampak kelelahan langsung menepi ke pinggir lapangan dan tidur terlentang.
"Aduh, nggak sanggup lagi saya," kata Jokowi sambil terengah-engah.
Tentu saja peristiwa itu membuat panik panitia, pemain dan ajudannya. Beberapa orang langsung berlari ke arah Jokowi, hendak memberi dia minuman.
Namun, Jokowi ternyata langsung bangkit dan memutuskan untuk menyudahi permainan. "Dari dulu sebenarnya saya suka main futsal, tapi saya kecapekan, tadi muter- muter dari pagi," ujar Jokowi usai berganti pakaian.
Sejak Minggu pagi, agenda Jokowi memang padat. Pukul 07.00 WIB, Jokowi menemani rekan separtainya, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki menggelar kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat di Depok. Usai menjadi juru kampanye, Jokowi menyempatkan diri blusukan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir akibat tanggul jebol di Cipinang Melayu. Setelah itu, ia hadir pada turnamen futsal di GOR Rawamangun, Pulogadung, itu. Di sanalah, Jokowi tumbang.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Kunjungi Tanggul Cipinang, Jokowi Bagikan Peralatan Sekolah

Walau masih menjalani masa cuti menjadi Juru kampanye Cagub-Cawagub Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka-Teten Maduki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi salah tanggul di Cipinang Melayu yang jebol ketika banjir beberapa minggu lalu.
Berdasarkan pantauan liputan6.com, setibanya di sana, Jokowi langsung menyusuri gang sempit menuju tanggul jebol yang telah diperbaiki tersebut.
Jokowi didampingi oleh Wali Kota Jakarta Timur Krisdiyanto. Kedatangan mantan Wali Kota Solo ini pun kemudian mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari warga.
Untuk mendapatkan informasi tersebut, ia pun mendengar penjelasan dari Camat Makasar Makmum Ghozali terkait jebolnya tanggul tersebut, yang menyebabkan banjir di sebagian kawasan Cipinang Melayu hingga ketinggiannya mencapai 1,5 meter beberapa minggu lalu.
Usai memantau tanggul, Jokowi kemudian langsung blusukan ke pemukiman sekitar, ia membagikan peralatan sekolah berupa lima buah buku tulis kepada anak- anak, satu stel seragam sekolah SD, tas sekolah, dan beras.
Per anak, Jokowi membagikan satu buah tas dan lima buah buku tulis bertuliskan KJP (Kartu Jakarta Pintar). Warga yang melihat Jokowi dengan dibantu beberapa Petugas kelurahan dan Satpol PP membagikan peralatan sekolah, kemudian berbondong- bondong menghampiri Jokowi. Kontan saja, Mobil truk tersebut dikerumuni warga.
Buku dan tas pun ludes, Jokowi kemudian membagikan beras seberat 5 kilogram kepada warga. Dengan semangat, warga kembali mengantri, antrianpun semakin panjang. Sempat terjadi aksi saling dorong antar warga yang mengantri, namun suasana kembali tertib ketika Jokowi meminta langsung kepada warga untuk antri dengan tertib.
"Sabar ya, antre yang baik, semua pasti kebagian," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, blusukan dengan membagi peralatan sekolah dan beras kepada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan olehnya untuk leboh dekat dengan masyarakat. "Ini pendekatan ke masyarakat agar kalau ada program mereka sudah pada posisi deket dengan kita," kata Jokowi.



Sumber :
http://news.liputan6.com

Sabtu, 16 Februari 2013

Jumat, 15 Februari 2013

Ijin Cuti untuk Kampanye Rieke-Teten

15 Februari 2013, pukul 11:30
Jokowi mengajukan ijin cuti di hari libur selama 2 hari, tanggal 16 Februari 2013 (hari Sabtu) dan 17 Februari 2013 (hari Minggu), dengan tujuan mengikuti kampanye pilgub Jawa Barat pasangan Rieke-Teten.

Temui Anas Effendi

15 Februari 2013 pukul 11:00
Anas Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Selatan, menghadap Jokowi.