Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), meninjau langsung pengerukan kali Pakin, Penjaringan, Jakarta utara.
Pantauan
okezone di lokasi, Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana bahan
hitam, Jokowi turun ke sisi sungai yang dipenuhi sampah dan lumpur.
"Tolong ini dicontoh, normalisasi yang benar kayak gini. Tadinya itu di
sini ada banyak rumah di pinggiran kali," ujar Jokowi di sisi kali
Pakin, Senin (18/2/2013).
Sebagian warga yang tinggal di bantaran
kali itu, kata Jokowi, saat ini sudah direlokasi ke rumah susun
Marunda. "Agar tidak ada lagi rumah-rumah bedeng di bantaran kali, itu
tugasnya Satpol PP untuk terus melakukan pengawasan," terangnya.
Mantan
Wali Kota Solo ini menjelaskan, pengerukan akan dilakukan sedalam lima
meter. “Yang normal seperti itu. Ini sudah puluhan tahun enggak
diapa-apain. Harusnya kan tiap tahun dipelihara," kata Jokowi.
Selain
meninjau pengerukan kali, Jokowi juga membagikan perlengkapan sekolah
berupa tas dan buku tulis kepada ratusan siswa sekolah dasar yang
tinggal di sekitar Kali Pakin.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 18 Februari 2013
Jokowi tinjau Pasar Tebet
Pascabanjir yang menerjang Jakarta di beberapa wilayah beberapa hari
lalu, diprediksi akan berdampak pada lonjakan harga barang. Alasannya,
pengiriman terhambat sehingga membuat pasokan makanan seperti sayur dan
daging membusuk.Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang ditemani
Kepala Dinas UKM DKI Ratnaningsih meninjau langsung Pasar Tebet, Jakarta
Selatan pagi tadi.
"Memang harus diantisipasi soal kenaikan harga di bawah. Saya harus tanya dan yang ada di bawah. Ini soal kemungkinan kenaikan masalah bawang merah dan daging," ujar Jokowi, Selasa (19/2/2013).
Saat ini, kata Jokowi, harga barang pokok yang ada di pasar telah mengalami pelonjakan sekira 10 persen. Untuk permasalahan itu, mantan Wali Kota Solo ini mengaku akan mencarikan solusi bagi pedagang pasar tradisional.
"Saya kan mau melihat masalah dulu, baru mencarikan jurus. Tadi kan keluhannya daging sapi omzetnya hancur sampai separuh," tegasnya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
"Memang harus diantisipasi soal kenaikan harga di bawah. Saya harus tanya dan yang ada di bawah. Ini soal kemungkinan kenaikan masalah bawang merah dan daging," ujar Jokowi, Selasa (19/2/2013).
Saat ini, kata Jokowi, harga barang pokok yang ada di pasar telah mengalami pelonjakan sekira 10 persen. Untuk permasalahan itu, mantan Wali Kota Solo ini mengaku akan mencarikan solusi bagi pedagang pasar tradisional.
"Saya kan mau melihat masalah dulu, baru mencarikan jurus. Tadi kan keluhannya daging sapi omzetnya hancur sampai separuh," tegasnya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Minggu, 17 Februari 2013
Kunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur
Kerisauan yang dirasakan warga bantaran Sungai Ciliwung atas relokasi
tempat tinggal mereka terjawab sudah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
akan mulai melakukan sosialisasi relokasi terhadap warga bantaran bulan
Maret 2013 yang akan datang.
"Pelan-pelan ya. Kita sedang olah. Awal Maret baru kita masuk," ujar Jokowi saat mengunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013) siang.
Pria yang telah menjabat sebagai gubernur lebih dari empat bulan itu melanjutkan, hal-hal yang dipersiapkan adalah materi sosialisasi, sistem relokasi warga dan sebagainya. Menurutnya, kebijakannya perlu diformulasikan lebih baik agar tidak menimbulkan persepsi buruk bagi warga.
"Nanti lurah, camat, wali kota, gubernur yang sosialisasi, turun semua agar bahasanya sama. Sedang kami rumuskan," lanjut Jokowi.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Pelan-pelan ya. Kita sedang olah. Awal Maret baru kita masuk," ujar Jokowi saat mengunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013) siang.
Pria yang telah menjabat sebagai gubernur lebih dari empat bulan itu melanjutkan, hal-hal yang dipersiapkan adalah materi sosialisasi, sistem relokasi warga dan sebagainya. Menurutnya, kebijakannya perlu diformulasikan lebih baik agar tidak menimbulkan persepsi buruk bagi warga.
"Nanti lurah, camat, wali kota, gubernur yang sosialisasi, turun semua agar bahasanya sama. Sedang kami rumuskan," lanjut Jokowi.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi ambruk setelah Futsal
Penonton pertandingan futsal yang diikuti Joko Widodo sempat panik saat
Gubernur Jakarta itu tampak kelelahan lalu terlentang di sisi lapangan
di Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (17/2).
Peristiwa terkulainya Joko Widodo atau Jokowi itu berawal dari keikutsertaannya dalam pertandingan persahabatan di sela turnamen dengan rekan-rekan wartawan. Berbaju putih berkerah, celana pendek dan sepatu olahraga layaknya atlet, Jokowi tampak mahir mengolah si kulit bundar. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain di lapangan serta para penonton.
Para penonton tampak antusias menyaksikan Sang Gubernur bertanding bola. Pemain satu tim dengan dia kerap menjadikan Jokowi sebagai sasaran operan bola. Suasana pun meledak ketika Jokowi berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan umpan tarik dari sisi kanan gawang.
Setelah melakukan selebrasi kecil-kecilan dengan beberapa pemain, Jokowi yang tampak kelelahan langsung menepi ke pinggir lapangan dan tidur terlentang.
"Aduh, nggak sanggup lagi saya," kata Jokowi sambil terengah-engah.
Tentu saja peristiwa itu membuat panik panitia, pemain dan ajudannya. Beberapa orang langsung berlari ke arah Jokowi, hendak memberi dia minuman.
Namun, Jokowi ternyata langsung bangkit dan memutuskan untuk menyudahi permainan. "Dari dulu sebenarnya saya suka main futsal, tapi saya kecapekan, tadi muter- muter dari pagi," ujar Jokowi usai berganti pakaian.
Sejak Minggu pagi, agenda Jokowi memang padat. Pukul 07.00 WIB, Jokowi menemani rekan separtainya, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki menggelar kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat di Depok. Usai menjadi juru kampanye, Jokowi menyempatkan diri blusukan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir akibat tanggul jebol di Cipinang Melayu. Setelah itu, ia hadir pada turnamen futsal di GOR Rawamangun, Pulogadung, itu. Di sanalah, Jokowi tumbang.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Peristiwa terkulainya Joko Widodo atau Jokowi itu berawal dari keikutsertaannya dalam pertandingan persahabatan di sela turnamen dengan rekan-rekan wartawan. Berbaju putih berkerah, celana pendek dan sepatu olahraga layaknya atlet, Jokowi tampak mahir mengolah si kulit bundar. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain di lapangan serta para penonton.
Para penonton tampak antusias menyaksikan Sang Gubernur bertanding bola. Pemain satu tim dengan dia kerap menjadikan Jokowi sebagai sasaran operan bola. Suasana pun meledak ketika Jokowi berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan umpan tarik dari sisi kanan gawang.
Setelah melakukan selebrasi kecil-kecilan dengan beberapa pemain, Jokowi yang tampak kelelahan langsung menepi ke pinggir lapangan dan tidur terlentang.
"Aduh, nggak sanggup lagi saya," kata Jokowi sambil terengah-engah.
Tentu saja peristiwa itu membuat panik panitia, pemain dan ajudannya. Beberapa orang langsung berlari ke arah Jokowi, hendak memberi dia minuman.
Namun, Jokowi ternyata langsung bangkit dan memutuskan untuk menyudahi permainan. "Dari dulu sebenarnya saya suka main futsal, tapi saya kecapekan, tadi muter- muter dari pagi," ujar Jokowi usai berganti pakaian.
Sejak Minggu pagi, agenda Jokowi memang padat. Pukul 07.00 WIB, Jokowi menemani rekan separtainya, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki menggelar kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat di Depok. Usai menjadi juru kampanye, Jokowi menyempatkan diri blusukan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir akibat tanggul jebol di Cipinang Melayu. Setelah itu, ia hadir pada turnamen futsal di GOR Rawamangun, Pulogadung, itu. Di sanalah, Jokowi tumbang.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Kunjungi Tanggul Cipinang, Jokowi Bagikan Peralatan Sekolah
Walau masih menjalani masa cuti menjadi Juru kampanye Cagub-Cawagub
Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka-Teten Maduki, Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo mengunjungi salah tanggul di Cipinang Melayu yang jebol ketika
banjir beberapa minggu lalu.
Berdasarkan pantauan liputan6.com, setibanya di sana, Jokowi langsung menyusuri gang sempit menuju tanggul jebol yang telah diperbaiki tersebut.
Jokowi didampingi oleh Wali Kota Jakarta Timur Krisdiyanto. Kedatangan mantan Wali Kota Solo ini pun kemudian mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari warga.
Untuk mendapatkan informasi tersebut, ia pun mendengar penjelasan dari Camat Makasar Makmum Ghozali terkait jebolnya tanggul tersebut, yang menyebabkan banjir di sebagian kawasan Cipinang Melayu hingga ketinggiannya mencapai 1,5 meter beberapa minggu lalu.
Usai memantau tanggul, Jokowi kemudian langsung blusukan ke pemukiman sekitar, ia membagikan peralatan sekolah berupa lima buah buku tulis kepada anak- anak, satu stel seragam sekolah SD, tas sekolah, dan beras.
Per anak, Jokowi membagikan satu buah tas dan lima buah buku tulis bertuliskan KJP (Kartu Jakarta Pintar). Warga yang melihat Jokowi dengan dibantu beberapa Petugas kelurahan dan Satpol PP membagikan peralatan sekolah, kemudian berbondong- bondong menghampiri Jokowi. Kontan saja, Mobil truk tersebut dikerumuni warga.
Buku dan tas pun ludes, Jokowi kemudian membagikan beras seberat 5 kilogram kepada warga. Dengan semangat, warga kembali mengantri, antrianpun semakin panjang. Sempat terjadi aksi saling dorong antar warga yang mengantri, namun suasana kembali tertib ketika Jokowi meminta langsung kepada warga untuk antri dengan tertib.
"Sabar ya, antre yang baik, semua pasti kebagian," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, blusukan dengan membagi peralatan sekolah dan beras kepada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan olehnya untuk leboh dekat dengan masyarakat. "Ini pendekatan ke masyarakat agar kalau ada program mereka sudah pada posisi deket dengan kita," kata Jokowi.
Sumber :
http://news.liputan6.com
Berdasarkan pantauan liputan6.com, setibanya di sana, Jokowi langsung menyusuri gang sempit menuju tanggul jebol yang telah diperbaiki tersebut.
Jokowi didampingi oleh Wali Kota Jakarta Timur Krisdiyanto. Kedatangan mantan Wali Kota Solo ini pun kemudian mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari warga.
Untuk mendapatkan informasi tersebut, ia pun mendengar penjelasan dari Camat Makasar Makmum Ghozali terkait jebolnya tanggul tersebut, yang menyebabkan banjir di sebagian kawasan Cipinang Melayu hingga ketinggiannya mencapai 1,5 meter beberapa minggu lalu.
Usai memantau tanggul, Jokowi kemudian langsung blusukan ke pemukiman sekitar, ia membagikan peralatan sekolah berupa lima buah buku tulis kepada anak- anak, satu stel seragam sekolah SD, tas sekolah, dan beras.
Per anak, Jokowi membagikan satu buah tas dan lima buah buku tulis bertuliskan KJP (Kartu Jakarta Pintar). Warga yang melihat Jokowi dengan dibantu beberapa Petugas kelurahan dan Satpol PP membagikan peralatan sekolah, kemudian berbondong- bondong menghampiri Jokowi. Kontan saja, Mobil truk tersebut dikerumuni warga.
Buku dan tas pun ludes, Jokowi kemudian membagikan beras seberat 5 kilogram kepada warga. Dengan semangat, warga kembali mengantri, antrianpun semakin panjang. Sempat terjadi aksi saling dorong antar warga yang mengantri, namun suasana kembali tertib ketika Jokowi meminta langsung kepada warga untuk antri dengan tertib.
"Sabar ya, antre yang baik, semua pasti kebagian," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, blusukan dengan membagi peralatan sekolah dan beras kepada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan olehnya untuk leboh dekat dengan masyarakat. "Ini pendekatan ke masyarakat agar kalau ada program mereka sudah pada posisi deket dengan kita," kata Jokowi.
Sumber :
http://news.liputan6.com
Sabtu, 16 Februari 2013
Jumat, 15 Februari 2013
Ijin Cuti untuk Kampanye Rieke-Teten
15 Februari 2013, pukul 11:30
Jokowi mengajukan ijin cuti di hari libur selama 2 hari, tanggal 16 Februari 2013 (hari Sabtu) dan 17 Februari 2013 (hari Minggu), dengan tujuan mengikuti kampanye pilgub Jawa Barat pasangan Rieke-Teten.
Jokowi mengajukan ijin cuti di hari libur selama 2 hari, tanggal 16 Februari 2013 (hari Sabtu) dan 17 Februari 2013 (hari Minggu), dengan tujuan mengikuti kampanye pilgub Jawa Barat pasangan Rieke-Teten.
Temui Anas Effendi
15 Februari 2013 pukul 11:00
Anas Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Selatan, menghadap Jokowi.
Anas Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Selatan, menghadap Jokowi.
Kamis, 14 Februari 2013
Jokowi Resmikan Jalur Busway Koridor 12
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya meresmikan jalur busway di Koridor XII. Meski sedikit telat akibat hujan yang mengguyur deras, acara peresmian di selter busway Museum Fatahillah, Jakarta Barat, tetap berjalan lancar, Kamis (14/2/2013).
"Dengan mengucap Bismillah, saya resmikan koridor baru ini," kata Jokowi, sambil menekan tombol sirine pertanda peresmian telah dilakukan.
Jokowi rencananya akan meluncurkan dua moda transportasi baru bagi warga Jakarta. Dua moda transportasi itu adalah transjakarta Koridor XII, Pluit-Tanjung Priok dan waterway, yang menghubungkan Marunda ke Muara Baru, Jakarta Utara.
Awalnya, peluncuran transjakarta Koridor XII akan dilaksanakan pada 22 Januari lalu saat 100 hari kepemimpinan Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Namun, peluncuran itu urung dilaksanakan karena banjir merendam kawasan Pluit dan sekitarnya sehingga belum dapat dilintasi.
Koridor XII memiliki 13 halte dan terhubung dengan koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), I (Blok M-Kota), V (Kampung Melayu-Ancol), dan X (Tanjung Priok-Cililitan). Halte di koridor ini antara lain Pluit Selatan, Pakin, Fatahillah, Jayakarta, SMPN 140, Simpang Boulevard Kelapa Gading, Mall Sunter, Danau Agung, Landas Pacu Timur, Mangga Dua ITC, Kalibesar Selatan, Gedong Panjang, dan Pekojan. Koridor XII ini juga akan melintang sepanjang 23,7 kilometer.
PT Biang Lala Metropolitan (BMP) yang menjadi pemenang tender operator Koridor XII akan mengoperasikan 36 bus gandeng di koridor terbaru ini. Selain peluncuran transjakarta koridor XII, Jokowi juga akan meluncurkan moda transportasi laut, yaitu waterway, yang menghubungkan Muara Baru-Marunda. Moda transportasi itu sekaligus untuk memudahkan warga Muara Baru yang mengalami kesulitan akses transportasi menuju Rusun Marunda.
Jokowi yakin waterway ini dapat menjadi transportasi alternatif warga Ibu Kota yang selalu bergantung pada moda transportasi darat. Menurutnya, upayanya menghidupkan kembali waterway adalah untuk memberikan variasi dan mengembangkan transportasi massal Ibu Kota.
"Karena menurut saya itu sesuatu yang harus dikembangkan. Untuk memberikan sebuah alternatif kepada masyarakat, bisa lewat air, jalan. Pokoknya mengembangkan transportasi massal," kata Jokowi.
Waterway ini melayani warga secara gratis di tahap awal operasinya. Kapal yang digunakan adalah sejenis kapal kerapu milik Dinas Perhubungan DKI.
Untuk sementara waktu, baru ada dua kapal yang disiapkan untuk melayani rute Marunda ke Muara Baru. Nantinya, Pemprov DKI akan menyiapkan empat kapal lagi.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Dengan mengucap Bismillah, saya resmikan koridor baru ini," kata Jokowi, sambil menekan tombol sirine pertanda peresmian telah dilakukan.
Jokowi rencananya akan meluncurkan dua moda transportasi baru bagi warga Jakarta. Dua moda transportasi itu adalah transjakarta Koridor XII, Pluit-Tanjung Priok dan waterway, yang menghubungkan Marunda ke Muara Baru, Jakarta Utara.
Awalnya, peluncuran transjakarta Koridor XII akan dilaksanakan pada 22 Januari lalu saat 100 hari kepemimpinan Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Namun, peluncuran itu urung dilaksanakan karena banjir merendam kawasan Pluit dan sekitarnya sehingga belum dapat dilintasi.
Koridor XII memiliki 13 halte dan terhubung dengan koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), I (Blok M-Kota), V (Kampung Melayu-Ancol), dan X (Tanjung Priok-Cililitan). Halte di koridor ini antara lain Pluit Selatan, Pakin, Fatahillah, Jayakarta, SMPN 140, Simpang Boulevard Kelapa Gading, Mall Sunter, Danau Agung, Landas Pacu Timur, Mangga Dua ITC, Kalibesar Selatan, Gedong Panjang, dan Pekojan. Koridor XII ini juga akan melintang sepanjang 23,7 kilometer.
PT Biang Lala Metropolitan (BMP) yang menjadi pemenang tender operator Koridor XII akan mengoperasikan 36 bus gandeng di koridor terbaru ini. Selain peluncuran transjakarta koridor XII, Jokowi juga akan meluncurkan moda transportasi laut, yaitu waterway, yang menghubungkan Muara Baru-Marunda. Moda transportasi itu sekaligus untuk memudahkan warga Muara Baru yang mengalami kesulitan akses transportasi menuju Rusun Marunda.
Jokowi yakin waterway ini dapat menjadi transportasi alternatif warga Ibu Kota yang selalu bergantung pada moda transportasi darat. Menurutnya, upayanya menghidupkan kembali waterway adalah untuk memberikan variasi dan mengembangkan transportasi massal Ibu Kota.
"Karena menurut saya itu sesuatu yang harus dikembangkan. Untuk memberikan sebuah alternatif kepada masyarakat, bisa lewat air, jalan. Pokoknya mengembangkan transportasi massal," kata Jokowi.
Waterway ini melayani warga secara gratis di tahap awal operasinya. Kapal yang digunakan adalah sejenis kapal kerapu milik Dinas Perhubungan DKI.
Untuk sementara waktu, baru ada dua kapal yang disiapkan untuk melayani rute Marunda ke Muara Baru. Nantinya, Pemprov DKI akan menyiapkan empat kapal lagi.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi Lantik 20 Pejabat Eselon II
14 Februari 2013 :
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya.
Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis
(14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu
mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis
(14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu
mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis
(14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu
mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis
(14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu
mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis
(14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu
mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI."Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis
(14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu
mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)
Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).
1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya.
- Berikut nama 20 pejabat yang dilantik : Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta.
- Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan.
- Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD.
- Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.
- Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD.
- Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan.
- Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang.
- Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU.
- Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah.
- Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri.
- Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum.
- Herry Supardan sebagai Wakil BPKD.
- Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan.
- Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara.
- Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu.
- Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara.
- Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu.
- Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi.
- Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit.
Selasa, 12 Februari 2013
Kunjungi Rusun Marunda
12 Februari 2013 :
Setelah Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah I Jakarta Utara Kusnindar dicopot dan Novizal mundur sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI, pengelolaan Rusun Marunda tidak jelas. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun langsung meng-handle pengelolaan rusun tersebut.
"Ya kan yang di sini enggak ada petugasnya, ya saya handle," kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2013).
Kepada calon penghuni Rusun Marunda, Jokowi meminta waktu dua pekan untuk memberikan kepastian bahwa mereka mendapat tempat tinggal di rusun tersebut. Setelah itu, mereka dapat mengetahui unit mana yang menjadi miliknya.
"Mereka ini kan banyak yang belum dapat kamar, ada yang dapat nomor antrean tapi belum dapat kunci," ujarnya.
Namun begitu, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta warga calon penghuni untuk lebih bersabar. Pasalnya, proses perbaikan rusun masih terus dilakukan, seiring dengan melengkapi dengan fasilitaas seperti air dan aliran listrik.
"Beresin ini (rusun) butuh waktu dua-tiga bulan. Ngecat, perbaiki air, listriknya, kan ini sudah dua tahun mangkrak. Tapi sudah ada kepastian dapat. Hanya nunggu diperbaiki sama airnya. Masa enggak sabar," kata Jokowi.
Di Rusun Marunda terdapat ribuan unit rusun yang berasal lebih dari 20 blok. Hingga saat ini, baru sekitar 500 unit yang siap dan telah dihuni. Pemberian rusun ini diprioritaskan untu warga yang terkena dampak banjir, seperti warga di sekitar Waduk Pluit dan Penjaringan.
Setelah Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah I Jakarta Utara Kusnindar dicopot dan Novizal mundur sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI, pengelolaan Rusun Marunda tidak jelas. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun langsung meng-handle pengelolaan rusun tersebut.
"Ya kan yang di sini enggak ada petugasnya, ya saya handle," kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2013).
Kepada calon penghuni Rusun Marunda, Jokowi meminta waktu dua pekan untuk memberikan kepastian bahwa mereka mendapat tempat tinggal di rusun tersebut. Setelah itu, mereka dapat mengetahui unit mana yang menjadi miliknya.
"Mereka ini kan banyak yang belum dapat kamar, ada yang dapat nomor antrean tapi belum dapat kunci," ujarnya.
Namun begitu, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta warga calon penghuni untuk lebih bersabar. Pasalnya, proses perbaikan rusun masih terus dilakukan, seiring dengan melengkapi dengan fasilitaas seperti air dan aliran listrik.
"Beresin ini (rusun) butuh waktu dua-tiga bulan. Ngecat, perbaiki air, listriknya, kan ini sudah dua tahun mangkrak. Tapi sudah ada kepastian dapat. Hanya nunggu diperbaiki sama airnya. Masa enggak sabar," kata Jokowi.
Di Rusun Marunda terdapat ribuan unit rusun yang berasal lebih dari 20 blok. Hingga saat ini, baru sekitar 500 unit yang siap dan telah dihuni. Pemberian rusun ini diprioritaskan untu warga yang terkena dampak banjir, seperti warga di sekitar Waduk Pluit dan Penjaringan.
Gelar Public Hearing Proyek Monorel
12 Februari 2013 :
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar public hearing terkait keberlanjutan proyek monorel di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/2/2013). Public hearing tersebut juga dihadiri pihak PT Jakarta Monorel dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar public hearing terkait keberlanjutan proyek monorel di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/2/2013). Public hearing tersebut juga dihadiri pihak PT Jakarta Monorel dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak.
Para finalis miss Indonesia temui Jokowi
12 Februari 2013
Para peserta miss Indonesia menemui Jokowi di Balai Kota, tujuan kedatangan finalis Miss Indonesia ini untuk mendapat pembekalan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Para peserta miss Indonesia menemui Jokowi di Balai Kota, tujuan kedatangan finalis Miss Indonesia ini untuk mendapat pembekalan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Senin, 11 Februari 2013
Jokowi terima aduan Sewa Rusun Marunda
Sedang asik meninjau taman di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dicegat Slamet beserta istrinya. Mereka
mengeluhkan pelayanan sewa rumah susun Marunda.
"Saya dari Kamis nginep disana pak, masih disuruh nunggu harus senin, tapi enggak buka-buka. Tadi rombongan mau ke sini. Saudara-saudara saya ada banyak yang nginep di situ," kata Slamet kepada Jokowi, Senin (11/2/2013).
Mendengar keluhan itu, Jokowi pun terkejut. "Lho, ngapain nginep?," tanya Jokowi. Mendapat pertanyaan sang gubernur, Slamet pun menjelaskan bahwa dirinya menginap untuk mendapatkan unit rusun Marunda yang memang disediakan untuk warga tidak mampu.
"Yang jaga satpam pak, katanya enggak bisa sekarang, besok-besok lagi. Tadi ada sekitar 100 orang," kata Slamet melanjutkan ceritanya.
Lagi-lagi Jokowi terkejut mengetahui banyak warganya mengalami kerepotan dalam menyewa rusun Marunda. "Ya udah besok pagi ke sini lah ya, ke kantor saya itu. Pagi ya," kata Jokowi yang disambut bahagia oleh Slamet dan juga istrinya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
"Saya dari Kamis nginep disana pak, masih disuruh nunggu harus senin, tapi enggak buka-buka. Tadi rombongan mau ke sini. Saudara-saudara saya ada banyak yang nginep di situ," kata Slamet kepada Jokowi, Senin (11/2/2013).
Mendengar keluhan itu, Jokowi pun terkejut. "Lho, ngapain nginep?," tanya Jokowi. Mendapat pertanyaan sang gubernur, Slamet pun menjelaskan bahwa dirinya menginap untuk mendapatkan unit rusun Marunda yang memang disediakan untuk warga tidak mampu.
"Yang jaga satpam pak, katanya enggak bisa sekarang, besok-besok lagi. Tadi ada sekitar 100 orang," kata Slamet melanjutkan ceritanya.
Lagi-lagi Jokowi terkejut mengetahui banyak warganya mengalami kerepotan dalam menyewa rusun Marunda. "Ya udah besok pagi ke sini lah ya, ke kantor saya itu. Pagi ya," kata Jokowi yang disambut bahagia oleh Slamet dan juga istrinya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Jokowi Periksa Sumur Resapan di Balai Kota
Menjelang sore hari, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengecek
pengerjaan sumur resapan di halaman kantornya, Gedung Balai Kota,
Jakarta. Ia puas melihat sumur resapan itu sudah benar penggarapannya.
Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu keluar dari ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 16.45 WIB.
Ia jalan kaki tanpa didampingi sang ajudan yang biasanya sigap mengawalnya 3 hingga 4 orang. Suami Iriana ini bergegas menuju lokasi sumur resapan yang dibangun tepat di depan halaman Gedung Balai Agung, yang terletak di sebelah sisi kiri Gedung Balai Kota.
Jokowi langsung mengecek sumur resapan. Ada satu lubang sumur resapan. Jokowi jongkok di tepi sumur resapan dan melongokkan kepalanya ke dalam sumur yang sudah digenangi air. Alat-alat pembuatan sumur resapan dan gundukan tanah juga masih menghiasi lokasi
"Tadi saya cuma ngecek, modelnya sudah benar kok. Kalau yang dulu ada ijuk-ijuknya kayak septic tank zaman kuno, kalau yang sekarang sudah ada saringannya, sudah benar," kata Jokowi.
Menurut dia, ada dua macam sumur resapan yakni sumur resapan dalam sedalam 120 meter dan sumur resapan dangkal sedalam 4 meter.
"Pokoknya yang Jakarta Utara harus sumur resapan dalam. Kalau yang di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sumur resapan dangkal. Nanti ada peraturan gubernur yang mengatur per berapa meter persegi harus ada berapa sumur resapan," ujar Jokowi.
Ia mengatakan biaya sumur resapan untuk perkampungan dan fasilitas umum diambil dari APBD.
"Kalau untuk rumah tangga, ruang publik, kampung-kampung trotoar di jalan-jalan itu nanti dari APBD. Nanti ada anggaran untuk 20 ribu sumur senilai rp 200 miliar," kata dia.
Ayah 3 anak ini selanjutnya berjalan menusuri trotoar dan menyeberang menuju taman di depan Monas. Di lokasi itu, ada pekerjaan penggalian tanah untuk menamam pohon hias.
Jokowi menyempatkan diri bercakap-cakap dengan 5 orang kuli penggali tanah yang tengah beristirahat.
"Kapan mulai menamam?" kata Jokowi.
Seorang tukang gali menjawab pertanyaan Jokowi. "Ini masih nyari tanamannya," ujar si tukang gali.
"Heh.... masih nyari?" ujar Jokowi dengan wajah terkejut.
"Mungkin besok sudah mulai tanam, Pak," sahut si tukang gali lagi.
Mendengar jawaban itu, Jokowi pun puas. "Ya...ya...ya," ujar Jokowi yang lalu menyeberang lagi ke arah Gedung Balai Kota dan langsung naik ke dalam mobil Kijang Innova warna hitam.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu keluar dari ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 16.45 WIB.
Ia jalan kaki tanpa didampingi sang ajudan yang biasanya sigap mengawalnya 3 hingga 4 orang. Suami Iriana ini bergegas menuju lokasi sumur resapan yang dibangun tepat di depan halaman Gedung Balai Agung, yang terletak di sebelah sisi kiri Gedung Balai Kota.
Jokowi langsung mengecek sumur resapan. Ada satu lubang sumur resapan. Jokowi jongkok di tepi sumur resapan dan melongokkan kepalanya ke dalam sumur yang sudah digenangi air. Alat-alat pembuatan sumur resapan dan gundukan tanah juga masih menghiasi lokasi
"Tadi saya cuma ngecek, modelnya sudah benar kok. Kalau yang dulu ada ijuk-ijuknya kayak septic tank zaman kuno, kalau yang sekarang sudah ada saringannya, sudah benar," kata Jokowi.
Menurut dia, ada dua macam sumur resapan yakni sumur resapan dalam sedalam 120 meter dan sumur resapan dangkal sedalam 4 meter.
"Pokoknya yang Jakarta Utara harus sumur resapan dalam. Kalau yang di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sumur resapan dangkal. Nanti ada peraturan gubernur yang mengatur per berapa meter persegi harus ada berapa sumur resapan," ujar Jokowi.
Ia mengatakan biaya sumur resapan untuk perkampungan dan fasilitas umum diambil dari APBD.
"Kalau untuk rumah tangga, ruang publik, kampung-kampung trotoar di jalan-jalan itu nanti dari APBD. Nanti ada anggaran untuk 20 ribu sumur senilai rp 200 miliar," kata dia.
Ayah 3 anak ini selanjutnya berjalan menusuri trotoar dan menyeberang menuju taman di depan Monas. Di lokasi itu, ada pekerjaan penggalian tanah untuk menamam pohon hias.
Jokowi menyempatkan diri bercakap-cakap dengan 5 orang kuli penggali tanah yang tengah beristirahat.
"Kapan mulai menamam?" kata Jokowi.
Seorang tukang gali menjawab pertanyaan Jokowi. "Ini masih nyari tanamannya," ujar si tukang gali.
"Heh.... masih nyari?" ujar Jokowi dengan wajah terkejut.
"Mungkin besok sudah mulai tanam, Pak," sahut si tukang gali lagi.
Mendengar jawaban itu, Jokowi pun puas. "Ya...ya...ya," ujar Jokowi yang lalu menyeberang lagi ke arah Gedung Balai Kota dan langsung naik ke dalam mobil Kijang Innova warna hitam.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi Akan Cek Tunjangan Sekda DKI Rp 50 Juta
APBD DKI Jakarta masih dievaluasi. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) bertekad memperkuat manajemen pengawasan di jajarannya.
Jokowi mengaku tidak hafal besarnya tunjangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang disebut-sebut sebesar Rp 50 juta.
"Nggak tahu, nggak ngapalin. Cek saja nanti," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, kelemahan di pemerintahan terletak pada management controlling. Ia akan memperkuatnya. "Kalau management checking pemerintah bagus akan memperbaiki kekuatan organisasi kita," ujar Jokowi yang terbalut setelan jas warna hitam itu.
Penguatan manajemen kayak gimana, Pak? "Semua orang yang ada di manajemen organaisasi itu bergerak dengan irama dan visi yang sama. Dengan responsif yang sama. Kalau mau unggul ya harus begitu," jawab Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi mengaku tidak hafal besarnya tunjangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang disebut-sebut sebesar Rp 50 juta.
"Nggak tahu, nggak ngapalin. Cek saja nanti," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, kelemahan di pemerintahan terletak pada management controlling. Ia akan memperkuatnya. "Kalau management checking pemerintah bagus akan memperbaiki kekuatan organisasi kita," ujar Jokowi yang terbalut setelan jas warna hitam itu.
Penguatan manajemen kayak gimana, Pak? "Semua orang yang ada di manajemen organaisasi itu bergerak dengan irama dan visi yang sama. Dengan responsif yang sama. Kalau mau unggul ya harus begitu," jawab Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi kunjungi Rizal Ramli
Siang ini, tokoh perubahan Rizal Ramli kedatangan tamu istimewa.
Sosok tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Gubernur yang
dikenal gemar blusukan itu bermaksud bertukar pikiran dengan Rizal Ramli
soal permasalahan yang ada di Jakarta.
“Saya senang bisa ketemu dengan teman-teman yang tergabung dalam Rumah Perubahan 2.0. Saya datang ke sini untuk bertemu Pak Rizal Ramli guna bertukar pikiran untuk mengatasi berbagai masalah di Ibukota termasuk masalah banjir dan pembangunan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di kantor Rizal Ramli, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (12/2/2013).
“Satu hal yang mengesankan dari Pak Jokowi adalah, beliau pemimpin yang jujur dan sederhana. Blusukan yang jadi aktivitas rutinnya dilakukan dengan tulus, bukan dalam rangka pencitraan. Saya senang bisa bertukar pikiran dan membantu memberi masukan kepada Gubernur bagaimana mencari solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan keluar seperti yang kita semua harapkan,” ujar Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Soal banjir, Rizal menilai hal ini merupakan masalah serius bagi Jakarta. Strategi pembangunan yang tidak ramah lingkungan, sistem drainase yang tidak bagus serta perilaku warga yang buruk seputar sampah, sering dianggap sebagai penyebab utama terjadinya banjir. Ditambah dengan curah hujan yang tinggi, banjir benar-benar menjadi momok yang menghantui warga.
Selain membahas soal banjir, kedua tokoh juga saling berbagi pengalaman dalam hal melakukan reformasi birokrasi. Rizal banyak memberi masukan bagaimana sebaiknya menata dan membenahi birokrasi. Pengalamannya sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan menjadi masukan yang berharga buat Gubenur.
“Saya melihat salah satu persoalan utama di DKI memang masalah birokrasi. Bukan karena pejabatnya tidak kapabel, tapi lebih disebabkan soal kemauan yang tulus untuk melayani masyarakat. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, birokrasi di DKI akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Keuangan tersebut.
Jokowi sendiri menilai Rizal Ramli sebagai pemimpin yang punya karakter dan berintegritas. Sederet jabatan penting di pusat kekuasaan yang disandangnya tidak membuat tokoh yang di kalangan nahdiyin kerap disapa Gus Romli itu melenceng dari amanat yang diembannya. Selama menjadi pejabat publik, Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) itu bersih dari cacat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Sumber :
http://www.lensaindonesia.com
“Saya senang bisa ketemu dengan teman-teman yang tergabung dalam Rumah Perubahan 2.0. Saya datang ke sini untuk bertemu Pak Rizal Ramli guna bertukar pikiran untuk mengatasi berbagai masalah di Ibukota termasuk masalah banjir dan pembangunan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di kantor Rizal Ramli, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (12/2/2013).
Baca juga: Jokowi Siapkan Sistem Pelayanan Rumah Sakit Online dan Dua Ormas Bentrok di Gandaria, Satu Orang Terluka
Jokowi
sendiri mengenakan mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung
dipadu padan celana hitam. Sedangkan RizaL Ramli menerima tamunya dengan
batik merah marun lengan pendek dan celana biru gelap. Kedua tokoh
tersebut berbicara dengan santai dalam suasana penuh persahabatan.
Kadang-kadang obrolan diselingi dengan tawa lepas dari keduanya.“Satu hal yang mengesankan dari Pak Jokowi adalah, beliau pemimpin yang jujur dan sederhana. Blusukan yang jadi aktivitas rutinnya dilakukan dengan tulus, bukan dalam rangka pencitraan. Saya senang bisa bertukar pikiran dan membantu memberi masukan kepada Gubernur bagaimana mencari solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan keluar seperti yang kita semua harapkan,” ujar Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Soal banjir, Rizal menilai hal ini merupakan masalah serius bagi Jakarta. Strategi pembangunan yang tidak ramah lingkungan, sistem drainase yang tidak bagus serta perilaku warga yang buruk seputar sampah, sering dianggap sebagai penyebab utama terjadinya banjir. Ditambah dengan curah hujan yang tinggi, banjir benar-benar menjadi momok yang menghantui warga.
Selain membahas soal banjir, kedua tokoh juga saling berbagi pengalaman dalam hal melakukan reformasi birokrasi. Rizal banyak memberi masukan bagaimana sebaiknya menata dan membenahi birokrasi. Pengalamannya sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan menjadi masukan yang berharga buat Gubenur.
“Saya melihat salah satu persoalan utama di DKI memang masalah birokrasi. Bukan karena pejabatnya tidak kapabel, tapi lebih disebabkan soal kemauan yang tulus untuk melayani masyarakat. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, birokrasi di DKI akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Keuangan tersebut.
Jokowi sendiri menilai Rizal Ramli sebagai pemimpin yang punya karakter dan berintegritas. Sederet jabatan penting di pusat kekuasaan yang disandangnya tidak membuat tokoh yang di kalangan nahdiyin kerap disapa Gus Romli itu melenceng dari amanat yang diembannya. Selama menjadi pejabat publik, Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) itu bersih dari cacat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Sumber :
http://www.lensaindonesia.com
Angkot Langgar Trayek, Jokowi: Tangkep yang Kayak Gitu
Dengan dalih menghindari macet, banyak sopir angkutan umum nekat
melanggar jalur trayek. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
berpendapat tindakan sopir nakal itu salah dan bisa ditangkap.
Pelanggaran trayek salah satunya dilakukan oleh Jamal (40), sopir angkot U-10 jalur Jakarta Kota-Pademangan yang membawa penumpang mahasiswi UI Annisa Azward (20).
Jamal mengaku terpaksa menyalahi jalur untuk menghindari kemacetan. Annisa yang sendirian di angkot itu menjadi ketakutan dan akhirnya tewas setelah melompat dari angkot.
"Ya nggak bisa dong. Trayek (berubah) alasan macet, nggak bisa. Tangkep yang kayak gitu," kata Jokowi saat dimintai komentar soal angkot yang menyalahi trayek itu di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, pengambilalihan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) salah satu cara mengatasi kasus kriminalitas di angkot.
"Kenapa mau ambil PPD karena itu juga (kasus angkot maut), tidak hanya Metro Mini, Kopaja, angkot harus satu manajemen biar gampang pembinaan, kontrolingnya, ngecek macem-macem, ngecek sopir, ID, gampang. Kontrol rem mudah," kata suami Iriana ini yang mengenakan setelan jas hitam ini.
Sumber :
http://news.detik.com
Pelanggaran trayek salah satunya dilakukan oleh Jamal (40), sopir angkot U-10 jalur Jakarta Kota-Pademangan yang membawa penumpang mahasiswi UI Annisa Azward (20).
Jamal mengaku terpaksa menyalahi jalur untuk menghindari kemacetan. Annisa yang sendirian di angkot itu menjadi ketakutan dan akhirnya tewas setelah melompat dari angkot.
"Ya nggak bisa dong. Trayek (berubah) alasan macet, nggak bisa. Tangkep yang kayak gitu," kata Jokowi saat dimintai komentar soal angkot yang menyalahi trayek itu di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, pengambilalihan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) salah satu cara mengatasi kasus kriminalitas di angkot.
"Kenapa mau ambil PPD karena itu juga (kasus angkot maut), tidak hanya Metro Mini, Kopaja, angkot harus satu manajemen biar gampang pembinaan, kontrolingnya, ngecek macem-macem, ngecek sopir, ID, gampang. Kontrol rem mudah," kata suami Iriana ini yang mengenakan setelan jas hitam ini.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi: Nangis-nangis, Ternyata Calo Rusun
Maraknya praktik percaloan dalam pemberian rumah susun (rusun)
merupakan fenomena yang terus tumbuh subur. Sadar akan kondisi itu,
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terus mempelajari modus
operandi para calo untuk kemudian memberantasnya.
Ditemui di Balaikota Jakarta, Jokowi menyatakan belum bisa mengambil tindakan terkait praktik para calo tersebut. Namun, seiring waktu ia mulai mengantongi nama dan modus yang biasa digunakan para calo untuk mengelabui warga yang berniat menghuni rusun, misalnya di Rusun Marunda.
"Perlu dipastikan dulu, siapa dan modusnya. Kadang-kadang mereka (para calo) juga ikut datang, minta rusun, lalu disewakan," kata Jokowi, Selasa (12/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, berdasarkan penelusurannya, para calo memiliki berbagai trik untuk memikat warga yang ingin menghuni rusun. Umumnya, yakni mengiming-imingi warga mendapat "jalur khusus" dengan cara menyetorkan sejumlah uang.
"Ada juga yang datang sambil nangis-nangis, ternyata calo juga. Ada yang ngumpulin uang masyarakat sampai terkumpul Rp 56 juta, ternyata masyarakat enggak dapat rumahnya," ujar Jokowi.
Rusun Marunda dikhususkan kepada warga yang terkena dampak banjir. Sejatinya, semua warga tersebut harus direlokasi ke Rusun Marunda. Namun, ada saja oknum dari dalam dan luar Pemerintah Provinsi DKI yang menjegal proses relokasi tersebut. Modusnya beragam, misalnya menyetorkan uang atau alasan lainnya.
Pemprov DKI pun mengambil tindakan tegas, salah satunya dengan memecat Kusnindar sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Ditemui di Balaikota Jakarta, Jokowi menyatakan belum bisa mengambil tindakan terkait praktik para calo tersebut. Namun, seiring waktu ia mulai mengantongi nama dan modus yang biasa digunakan para calo untuk mengelabui warga yang berniat menghuni rusun, misalnya di Rusun Marunda.
"Perlu dipastikan dulu, siapa dan modusnya. Kadang-kadang mereka (para calo) juga ikut datang, minta rusun, lalu disewakan," kata Jokowi, Selasa (12/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, berdasarkan penelusurannya, para calo memiliki berbagai trik untuk memikat warga yang ingin menghuni rusun. Umumnya, yakni mengiming-imingi warga mendapat "jalur khusus" dengan cara menyetorkan sejumlah uang.
"Ada juga yang datang sambil nangis-nangis, ternyata calo juga. Ada yang ngumpulin uang masyarakat sampai terkumpul Rp 56 juta, ternyata masyarakat enggak dapat rumahnya," ujar Jokowi.
Rusun Marunda dikhususkan kepada warga yang terkena dampak banjir. Sejatinya, semua warga tersebut harus direlokasi ke Rusun Marunda. Namun, ada saja oknum dari dalam dan luar Pemerintah Provinsi DKI yang menjegal proses relokasi tersebut. Modusnya beragam, misalnya menyetorkan uang atau alasan lainnya.
Pemprov DKI pun mengambil tindakan tegas, salah satunya dengan memecat Kusnindar sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi Akan Satukan PPD, Metromini, Kopaja, dan Bajaj
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menyatukan Perusahaan
Pengangkutan Djakarta (PPD) bersama Kopaja, Metromini, dan Bajaj. Hal
itu akan ia upayakan setelah PPD resmi menjadi kepemilikan Pemprov DKI
dengan berstatus badan usaha milik daerah (BUMD).
"Setelah PPD jadi milik Pemprov DKI, akan menjadi satu payung hukum Kopaja, Metromini, dan Bajaj," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).
Upaya perubahan PPD menjadi BUMD dan upaya penyatuan payung hukum itu, kata Jokowi, sudah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menurut dia, selama belum ada manajemen yang membawahi angkutan-angkutan tersebut, maka sistem regulasinya tak akan terstruktur.
"Bagaimana membina sopir, cek seragam dan ID-nya. Kalau enggak satu manajemen bagaimana. Itu makane, ingin kami ambil alih karena berpuluh tahun tidak selesai-selesai," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, ia juga sudah melayangkan surat ke Kementerian BUMN untuk meminta PPD dialihkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Iya, suratnya sudah kami layangkan ke Kementerian BUMN," kata dia.
Meski sudah melayangkan surat ke Dahlan, Jokowi belum mendapat tanggapan khusus terkait hal tersebut. Sekadar catatan, Kementerian BUMN menginginkan PPD dilikuidasi.
Aset milik PPD akan diambil alih oleh Perum Damri dan aset berupa tanah akan dilelang. Proses likuidasi diharapkan bisa terjadi pada akhir tahun.
Pemprov DKI Jakarta pun berkeinginan mengakuisisi Perum PPD. Pertimbangannya, PPD memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perhubungan transportasi dan pengadaan jalur-jalur transportasi yang dilalui bus transjakarta. PPD tercatat mempunyai aset berupa tanah seluas 4,1 hektar di Ciputat dengan nilai jual obyek pajak (NJOP) mencapai Rp 6,15 triliun. Aset lain berupa tanah di kawasan Halim Perdanakusuma seluas 6 hektar seharga Rp 10,2 triliun.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Setelah PPD jadi milik Pemprov DKI, akan menjadi satu payung hukum Kopaja, Metromini, dan Bajaj," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).
Upaya perubahan PPD menjadi BUMD dan upaya penyatuan payung hukum itu, kata Jokowi, sudah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menurut dia, selama belum ada manajemen yang membawahi angkutan-angkutan tersebut, maka sistem regulasinya tak akan terstruktur.
"Bagaimana membina sopir, cek seragam dan ID-nya. Kalau enggak satu manajemen bagaimana. Itu makane, ingin kami ambil alih karena berpuluh tahun tidak selesai-selesai," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, ia juga sudah melayangkan surat ke Kementerian BUMN untuk meminta PPD dialihkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Iya, suratnya sudah kami layangkan ke Kementerian BUMN," kata dia.
Meski sudah melayangkan surat ke Dahlan, Jokowi belum mendapat tanggapan khusus terkait hal tersebut. Sekadar catatan, Kementerian BUMN menginginkan PPD dilikuidasi.
Aset milik PPD akan diambil alih oleh Perum Damri dan aset berupa tanah akan dilelang. Proses likuidasi diharapkan bisa terjadi pada akhir tahun.
Pemprov DKI Jakarta pun berkeinginan mengakuisisi Perum PPD. Pertimbangannya, PPD memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perhubungan transportasi dan pengadaan jalur-jalur transportasi yang dilalui bus transjakarta. PPD tercatat mempunyai aset berupa tanah seluas 4,1 hektar di Ciputat dengan nilai jual obyek pajak (NJOP) mencapai Rp 6,15 triliun. Aset lain berupa tanah di kawasan Halim Perdanakusuma seluas 6 hektar seharga Rp 10,2 triliun.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Soal Hibah PPD Jokowi Masih Tunggu Agus Marto, Dahlan Sudah Oke
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengaku Menteri Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah setuju dengan rencana pemprov DKI
mengambil alih Perum Perusahaan Pengangkutan Jakarta (PPD). Namun,
Jokowi masih menunggu keputusan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
"Pak Menteri BUMN sudah oke. Tinggal tunggu Pak Menkeunya saja," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Jokowi menjelaskan bahwa setelah PPD menjadi milik Pemprov DKI, dia akan menjadi payung bagi Kopaja, Metromini hingga Bajaj.
"Selama belum ada manajemen yang membawahi. Bagaimana membina sopir, seragamnya, ID-nya. Kalau enggak satu manajemen gimana. Itu makanya, ingin kami ambil alih. Berpuluh tahun masalah tidak selesai-selesai," lanjutnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Jokowi memang mengakui dirinya ingin mengambil pangkalan (depo) atau pool PPD untuk digunakan Kopaja dan Metromini.
"Yang pool itu mau kita pakai untuk Kopaja dan Metromini. Karena kita nggak punya fasilitas itu, bengkelnya juga. Yah kayak sekarang terus Kopaja dan Metromininya nggak ada speedometer, pembinaannya kayak apa nggak jelas," tegas Jokowi.
Sementara untuk bajaj, Jokowi menilai harus ada pool juga untuk kendaraan ini.
"Kedua, harus ada uang jaminan dan ini memberatkan. Ketiga, memang harga bajaj yang mahal sehingga cicilannya tadi saya lihat 1 sopir itu harus Rp 115 ribu per hari. Ini juga saya kira memberatkan," kata Jokowi usai bertemu dengan perwakilan sopir bajaj di Koperasi Usaha Bersatu, Jalan Balap Sepeda IV, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (8/2).
Sumber :
http://finance.detik.com
"Pak Menteri BUMN sudah oke. Tinggal tunggu Pak Menkeunya saja," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Jokowi menjelaskan bahwa setelah PPD menjadi milik Pemprov DKI, dia akan menjadi payung bagi Kopaja, Metromini hingga Bajaj.
"Selama belum ada manajemen yang membawahi. Bagaimana membina sopir, seragamnya, ID-nya. Kalau enggak satu manajemen gimana. Itu makanya, ingin kami ambil alih. Berpuluh tahun masalah tidak selesai-selesai," lanjutnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Jokowi memang mengakui dirinya ingin mengambil pangkalan (depo) atau pool PPD untuk digunakan Kopaja dan Metromini.
"Yang pool itu mau kita pakai untuk Kopaja dan Metromini. Karena kita nggak punya fasilitas itu, bengkelnya juga. Yah kayak sekarang terus Kopaja dan Metromininya nggak ada speedometer, pembinaannya kayak apa nggak jelas," tegas Jokowi.
Sementara untuk bajaj, Jokowi menilai harus ada pool juga untuk kendaraan ini.
"Kedua, harus ada uang jaminan dan ini memberatkan. Ketiga, memang harga bajaj yang mahal sehingga cicilannya tadi saya lihat 1 sopir itu harus Rp 115 ribu per hari. Ini juga saya kira memberatkan," kata Jokowi usai bertemu dengan perwakilan sopir bajaj di Koperasi Usaha Bersatu, Jalan Balap Sepeda IV, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (8/2).
Sumber :
http://finance.detik.com
Minggu, 10 Februari 2013
Jokowi koordinasi dengan Polda Metro untuk cegah kejahatan di Angkot
Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepolisian
Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) untuk mencegah terjadinya kejahatan
di angkutan umum atau angkutan kota.
"Kalau soal keamanan nanti tanya Polda... Nanti saya akan telepon Polda," ujarnya, di Jakarta, Minggu.
Menurut Jokowi, menjaga keamanan dalam angkutan umum sulit dilakukan selama sistem satu manajemen atau satu perusahaan belum dilaksanakan.
Pengawasan serta pembinaan sopir angkutan umum akan sulit dilakukan bila sistem tersebut belum diterapkan.
"Selama itu tidak dalam pembinaan satu manajemen, sulit," katanya.
Pembinaan satu manajemen, lanjutnya, akan memudahkan pengawasan serta pembinaan supir. Hal ini juga bisa meminimalisir penggunaan supir 'tembak'. "Tapi kalau belum satu manajemen, lupakan," katanya.
Jokowi mengatakan sistem penggunaan seragam serta kartu identitas supir pun tidak akan bisa berjalan jika belum ada manajemen satu atap.
"Ya itu kan belum jalan. Sulit kalau belum diubah," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
"Kalau soal keamanan nanti tanya Polda... Nanti saya akan telepon Polda," ujarnya, di Jakarta, Minggu.
Menurut Jokowi, menjaga keamanan dalam angkutan umum sulit dilakukan selama sistem satu manajemen atau satu perusahaan belum dilaksanakan.
Pengawasan serta pembinaan sopir angkutan umum akan sulit dilakukan bila sistem tersebut belum diterapkan.
"Selama itu tidak dalam pembinaan satu manajemen, sulit," katanya.
Pembinaan satu manajemen, lanjutnya, akan memudahkan pengawasan serta pembinaan supir. Hal ini juga bisa meminimalisir penggunaan supir 'tembak'. "Tapi kalau belum satu manajemen, lupakan," katanya.
Jokowi mengatakan sistem penggunaan seragam serta kartu identitas supir pun tidak akan bisa berjalan jika belum ada manajemen satu atap.
"Ya itu kan belum jalan. Sulit kalau belum diubah," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
Mahasiswi UI Tewas Loncat dari Angkot, Jokowi Telepon Kapolda
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, belum mengetahui ada mahasiswi Universitas Indonesia yang melompat dari angkutan umum karena takut diculik oleh sopir angkot. Annisa Azward (20), meninggal karena kepalanya terbentur pembatas jalan.
"Saya belum tahu masalah itu, kenapa itu?" tanya Jokowi ketika ditemui di Jakarta, Minggu, 10 Februari 2013.
Jokowi mengaku usahanya mewajibkan seragam dan berbagai aturan lainnya kepada para sopir angkot saat ini tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan banyaknya angkutan umum di Jakarta.
Petugas Dishub DKI Jakarta kesulitan mengecek setiap sopir angkutan umum. Ia mencontohkan Bajaj di Jakarta yang jumlahnya mencapai 14 ribu unit, sedangkan Kopaja dan Metro Mini jumlahnya mencapai 4.400 unit.
Banyaknya angkutan umum di Jakarta membuat pemerintah daerah tidak mungkin mengontrol setiap unit kendaraan. Untuk itu, Jokowi menginginkan BUMN transportasi, PPD, untuk segera diambil alih Pemda DKI Jakarta agar dapat menjadi wadah pengaturan manajemen angkutan umum Jakarta.
Mengenai permasalahan keamanan, mantan walikota Solo ini mengatakan akan berkonsultasi dengan Kapolda. Pasalnya, Polda DKI Jakarta yang mempunyai wewenang menindak masalah kriminal.
"Intinya itu perlu manajemen, mengenai permasalahan keamanan besok saya akan telepon Pak Kapolda," ujarnya.
Sumber :
http://metro.news.viva.co.id
"Saya belum tahu masalah itu, kenapa itu?" tanya Jokowi ketika ditemui di Jakarta, Minggu, 10 Februari 2013.
Jokowi mengaku usahanya mewajibkan seragam dan berbagai aturan lainnya kepada para sopir angkot saat ini tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan banyaknya angkutan umum di Jakarta.
Petugas Dishub DKI Jakarta kesulitan mengecek setiap sopir angkutan umum. Ia mencontohkan Bajaj di Jakarta yang jumlahnya mencapai 14 ribu unit, sedangkan Kopaja dan Metro Mini jumlahnya mencapai 4.400 unit.
Banyaknya angkutan umum di Jakarta membuat pemerintah daerah tidak mungkin mengontrol setiap unit kendaraan. Untuk itu, Jokowi menginginkan BUMN transportasi, PPD, untuk segera diambil alih Pemda DKI Jakarta agar dapat menjadi wadah pengaturan manajemen angkutan umum Jakarta.
Mengenai permasalahan keamanan, mantan walikota Solo ini mengatakan akan berkonsultasi dengan Kapolda. Pasalnya, Polda DKI Jakarta yang mempunyai wewenang menindak masalah kriminal.
"Intinya itu perlu manajemen, mengenai permasalahan keamanan besok saya akan telepon Pak Kapolda," ujarnya.
Sumber :
http://metro.news.viva.co.id
Jokowi akan bongkar manajemen angkot
Kisah tragis Annisa mendapat perhatian juga dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Annisa Azward (20), mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia semester IV terluka parah usai loncat dari angkot yang diduga supirnya akan melakukan tindak perkosaan kepada Annisa.
Jokowi mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Bagus Eko Bayuseno soal keamanan di angkutan umum.
"Nanti saya sampaikan (kasus Annisa) ke Kapolda Metro Jaya," ujar Jokowi di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/2).
Sementara itu Jokowi sedang berupaya melakukan pembenahan manajemen yang mengatur angkutan umum tersebut. Menurut dia, pembenahan itu harus segera dilakukan untuk kenyamanan para pengguna angkutan umum. "Kopaja, Metromini dan angkutan lainnya memang harus ada manajemen dan payung hukumnya. Harus ada sistem yang mengatur. Tahun ini lah bisa direalisasikan," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, upaya mengambil alih manajemen Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) agar bisa mengontrol dan beri pengarahan terhadap para sopir. "Kenapa harus diambil alih, biar gampang kontrolnya, lalu beri pengarahan sopir karena kalau sudah ada manajemen nya nanti kan ada pool nya," tutur Jokowi dengan kemeja putih dan celana bahan hitam andalannya saat 'blusukan'
Jokowi mengkritisi pengelolaan angkutan umum yang dikelola oleh perorangan maupun koperasi. "Memang enggak mungkin dikelola pribadi atau koperasi. Karena itu kan nggak ada naungannya, enggak ada PT-nya jadi manajemen pengendaliannya sulit," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Kejadian itu terjadi pada Rabu (6/2) lalu. Saat itu, mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia semester IV ingin pergi ke rumah tantenya yang berada di wilayah Pademangan Timur, Jakarta Utara. Annisa waktu itu naik angkutan KWKU 10 jurusan Sunter-Muara Angke. Ia naik mobil angkutan itu seorang diri.
"Sebelum loncat, ia sempat telepon tantenya. Katanya jalannya kok tidak biasanya. Dia minta turun tapi tetep ga diberhentiin," ujar Azward, orang tua Annisa.
Karena mengalami luka parah, Annisa kemudian dibawa ke Rumah Sakit Atmajaya Pluit. Di sana sempat dirawat. Karena di rumah sakit tersebut tidak ada ct scan kepala, Annisa kemudian pindah ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Beberapa hari setelah dirawat, Annisa mengembuskan napas terakhirnya.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi Tinjau Kelurahan Pekojan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan. Kali ini Jokowi meninjau daerah Kalimati Gang Langgar, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/2).
Jokowi berangkat dari rumah dinasnya yang terletak di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat pukul 09.00 WIB dan tiba di Pekojan sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan Jokowi menggunakan Toyota Innova bernopol 1969 PQP dan diikuti iring-ringan mobil Dinas Perhubungan, dan dua mobil Satpol PP.
Saat meninjau, Jokowi juga membawa sejumlah bantuan antara lain, beras 2 ton, 1.440 pieces buku tulis, seragam sekolah SD dan SMP, 1000 sarung tangan karet, 300 sapu lidi, 1.500 buah kantong sampah. Bantuan tersebut diangkut dengan menggunakan dua unit mobil Satpol PP.
"Ya tadi setelah saya lihat ada kali dan tempat yang sudah bersih tapi ada beberapa yang masih kotor. Ini dilakukan untuk identifikasi lebih detail lagi," ujar Jokowi kepada merdeka.com.
Setelah itu, Jokowi menuju ke sebuah lapangan kosong yang terletak di dalam permukiman Pekojan, kemudian pria penyuka musik metal itu pun langsung menghentikan langkahnya dan seraya memanggil pihak terkait untuk menanyakan pengadaan lapangan tersebut.
Dengan sigap, Agus Yusuf selaku lurah dari Pekojan langsung menjelaskan perihal kebutuhan dari tanah lapang tersebut. "Ini rencananya akan dibuat gelanggang olahraga pak. Rencananya tahun ini. Luas tanah kurang lebih 6.000 m2," jelas Agus kepada Jokowi.
Mendapat penjelasan Agus, Jokowi pun langsung melanjutkan 'blusukannya' yang diiringi teriakan warga menyebut namanya. "Jokowi, Jokowi, Pak Jokowi," teriak warga.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi berangkat dari rumah dinasnya yang terletak di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat pukul 09.00 WIB dan tiba di Pekojan sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan Jokowi menggunakan Toyota Innova bernopol 1969 PQP dan diikuti iring-ringan mobil Dinas Perhubungan, dan dua mobil Satpol PP.
Saat meninjau, Jokowi juga membawa sejumlah bantuan antara lain, beras 2 ton, 1.440 pieces buku tulis, seragam sekolah SD dan SMP, 1000 sarung tangan karet, 300 sapu lidi, 1.500 buah kantong sampah. Bantuan tersebut diangkut dengan menggunakan dua unit mobil Satpol PP.
"Ya tadi setelah saya lihat ada kali dan tempat yang sudah bersih tapi ada beberapa yang masih kotor. Ini dilakukan untuk identifikasi lebih detail lagi," ujar Jokowi kepada merdeka.com.
Setelah itu, Jokowi menuju ke sebuah lapangan kosong yang terletak di dalam permukiman Pekojan, kemudian pria penyuka musik metal itu pun langsung menghentikan langkahnya dan seraya memanggil pihak terkait untuk menanyakan pengadaan lapangan tersebut.
Dengan sigap, Agus Yusuf selaku lurah dari Pekojan langsung menjelaskan perihal kebutuhan dari tanah lapang tersebut. "Ini rencananya akan dibuat gelanggang olahraga pak. Rencananya tahun ini. Luas tanah kurang lebih 6.000 m2," jelas Agus kepada Jokowi.
Mendapat penjelasan Agus, Jokowi pun langsung melanjutkan 'blusukannya' yang diiringi teriakan warga menyebut namanya. "Jokowi, Jokowi, Pak Jokowi," teriak warga.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Sabtu, 09 Februari 2013
Jokowi Gelar Kuis di Rumah Menpera
Usai meninjau tanggul Banjir Kanal Barat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendatangi kediaman Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat. Di rumah Djan, gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara Maulid Nabi di rumah Menteri Djan Faridz juga dihadiri oleh ribuan warga yang kebanyakan ibu rumah tangga. Di acara tersebut Jokowi bagi-bagi sepeda untuk warga yang beruntung.
"Saya bawa kartu nama tiga, jadi dituker sama sepeda buat ibu-ibu yang bisa jawab pertanyaan saya. Saya mau tanya yang gampang-gampang saja lah. Yang mau sepeda saja ya yang tunjuk tangan," kata Jokowi di hadapan warga, Sabtu (9/2).
Ribuan warga yang hadir pun berebut untuk menjawab pertanyaan dari Jokowi. Pertanyaan dari Jokowi pun terhitung mudah dan bisa dijawab oleh seluruh warga.
"Saya nanyanya yang gampang, Gubernur DKI Jakarta siapa namanya?" tanya Jokowi.
Selesai menggelar kuis berhadiah sepeda, Jokowi kemudian memaparkan soal program andalannya yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS). Jokowi menjelaskan bahwa bulan Maret mendatang pihaknya akan membagikan KJS bagi warga yang belum mendapatkannya.
"KJS memang yang diberikan kemarin itu belum ada sepuluh persen. Saya usahakan bulan Maret bisa dibagiin semua, mohon informasi ini bisa disebarkan ke warga lainnya," ucap mantan Wali Kota Surakarta itu.
Sumber :
http://www.jpnn.com
Acara Maulid Nabi di rumah Menteri Djan Faridz juga dihadiri oleh ribuan warga yang kebanyakan ibu rumah tangga. Di acara tersebut Jokowi bagi-bagi sepeda untuk warga yang beruntung.
"Saya bawa kartu nama tiga, jadi dituker sama sepeda buat ibu-ibu yang bisa jawab pertanyaan saya. Saya mau tanya yang gampang-gampang saja lah. Yang mau sepeda saja ya yang tunjuk tangan," kata Jokowi di hadapan warga, Sabtu (9/2).
Ribuan warga yang hadir pun berebut untuk menjawab pertanyaan dari Jokowi. Pertanyaan dari Jokowi pun terhitung mudah dan bisa dijawab oleh seluruh warga.
"Saya nanyanya yang gampang, Gubernur DKI Jakarta siapa namanya?" tanya Jokowi.
Selesai menggelar kuis berhadiah sepeda, Jokowi kemudian memaparkan soal program andalannya yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS). Jokowi menjelaskan bahwa bulan Maret mendatang pihaknya akan membagikan KJS bagi warga yang belum mendapatkannya.
"KJS memang yang diberikan kemarin itu belum ada sepuluh persen. Saya usahakan bulan Maret bisa dibagiin semua, mohon informasi ini bisa disebarkan ke warga lainnya," ucap mantan Wali Kota Surakarta itu.
Sumber :
http://www.jpnn.com
Jokowi Setuju Motor Masuk Jalan Tol
Ide pembuatan jalur khusus motor di jalan tol ternyata sudah pernah diajukan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi pun menyambut baik ide yang pertama kali dilontarkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan itu.
"Saya pikir baik ya. Waktu itu ada yang mengajukan," kata Jokowi saat ditemui di tanggul Banjir Kanal Barat, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).
Hanya saja, sambung Jokowi, ide pembuatan jalur khusus motor di jalan tol belum bisa direalisasikan di ibu kota dalam waktu dekat ini. Pasalnya, ia ingin berkonsentrasi pada proyek-proyek yang tengah dijalankan Pemprov DKI terlebih dahulu. "Belum kepikiran sekarang," imbuhnya.
Sekedar diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu melontarkan ide jalur khusus motor di jalan tol. Dahlan menilai pertumbuhan sepeda motor di Indonesia tidak akan bisa dibendung.
Apalagi, motor merupakan alat mobilitas kelas bawah untuk mengejar kelas menengah. Karena itu Dahlan menilai bahwa para pengendara motor perlu difasilitasi.
"Peraturan membolehkan ini. Saya sedang memikirkan dan akan meminta Jasa Marga melakukan study membuat sayap di jalan tol untuk sepeda motor," ujar Dahlan di Denpasar, Bali, Sabtu (2/2).
Sumber :
http://www.jpnn.com
"Saya pikir baik ya. Waktu itu ada yang mengajukan," kata Jokowi saat ditemui di tanggul Banjir Kanal Barat, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).
Hanya saja, sambung Jokowi, ide pembuatan jalur khusus motor di jalan tol belum bisa direalisasikan di ibu kota dalam waktu dekat ini. Pasalnya, ia ingin berkonsentrasi pada proyek-proyek yang tengah dijalankan Pemprov DKI terlebih dahulu. "Belum kepikiran sekarang," imbuhnya.
Sekedar diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu melontarkan ide jalur khusus motor di jalan tol. Dahlan menilai pertumbuhan sepeda motor di Indonesia tidak akan bisa dibendung.
Apalagi, motor merupakan alat mobilitas kelas bawah untuk mengejar kelas menengah. Karena itu Dahlan menilai bahwa para pengendara motor perlu difasilitasi.
"Peraturan membolehkan ini. Saya sedang memikirkan dan akan meminta Jasa Marga melakukan study membuat sayap di jalan tol untuk sepeda motor," ujar Dahlan di Denpasar, Bali, Sabtu (2/2).
Sumber :
http://www.jpnn.com
Langganan:
Postingan (Atom)


















