Sabtu, 09 Februari 2013

Jokowi Ingatkan Lagi Penghuni Rusun Bermobil untuk Pindah Saja

Gubernur Jakarta Joko Widodo mengkritik penghuni rumah susun bermobil. Dia mengimbau penghuni tersebut untuk mencari tempat lain karena dianggap sudah mampu.

"Kalau ada yang tidak mampu menjadi mampu, ya alhamdulillah, senang dong. Masa ya pengen di situ terus. Jadi yang sudah bermobil keluar dari sana karena memang dia sudah kita anggap sudah kaya," kata Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau tanggul Latuharhary yang sempat jebol, Sabtu (9/2/2013).

Dari sederet rumah susun yang ada di Jakarta, menurut Jokowi, tidak seluruhnya disalahgunakan kepemilikannya oleh orang berduit. Rusun, memang dikhususkan untuk mereka yang pas-pasan.

"Dari ribuan rusun ada satu yang disalahgunakan. Ya maksudnya satu dua tiga. Enggak mungkin ribuan juga. Adalah memang, tapi itu kan di tujukan untuk warga-warga tidak mampu," katanya.


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi Bagikan Tiga Sepeda kepada Muslimat NU

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menghadiri pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad, di rumah Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2013). Acara tersebut dihadiri sekitar 6.000 muslimat pengajian NU dari lima wilayah di Jakarta.
Pada kesempatan itu Jokowi memberikan tiga sepeda kepada muslimat yang hadir. Jokowi yang datang sekitar pukul 11.15 WIB disambut Djan Faridz tepat di depan pagar rumahnya.
"Saya tadi dari kampung, maaf pakaian saya seperti ini. Ayo cepet, Mas, nanti pada marah semua," ujar Jokowi yang diikuti gelak tawa Faridz.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi membagikan tiga kartu nama, yang nantinya dapat ditukarkan dengan sebuah sepeda yang diambil di Balaikota. "Saya bawa tiga kartu nama, bisa ditukarkan dengan sepeda Senin besok, jadi ibu mohon tunjuk jari saya mau tanya," kata Jokowi.
Sebelum memberikan kartu nama, ia terlebih dahulu memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan, seperti sepuluh nama sayuran atau buah-buahan. Pertanyaan lain yang diajukan Jokowi kepada seorang ibu yang beruntung itu adalah "Gubernur DKI siapa namanya?"  Dengan cepat ibu itu menjawab, "Bapak Jokowi!," seraya memegang lengan sang Gubernur.
Setelah itu, Djan Faridz membagikan 25 tiket umrah kepada hadirin yang datang. Kemudian, ia mengundi siapa yang beruntung dapat umrah gratis.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jumat, 08 Februari 2013

Kebijakan Jokowi dilawan pengusaha kaya

Tiga sumur resapan di Jalan Lebak Bulus 1 yang sampai sekarang masih dalam proses pembuatan oleh Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan, merupakan permintaan langsung dari Gubernur Jokowi.

Sumur resapan yang terletak di perempatan jalan Lebak Bulus 1 arah Fatmawati-Pondok Indah-Cinere dan Pasar Jumat tersebut, sedianya akan dibangun di lahan kosong milik Perumahan Bona Indah, Bona Vista.

Namun, sang empunya tanah berani melawan dan tidak mengijinkan pembuatan sumur tersebut. Sayang pemerintah kota tidak mengambil sikap tegas dan memilih untuk mengalah dengan membangun sumur di bahu jalan.

Saat dihubungi via telpon, Kasudin Tata Air Irfan Anta membenarkan kabar itu. Dia mengatakan, pembangunan tiga sumur resapan di jalan itu adalah permintaan langsung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). "Itu intruksi Pak Gubernur," katanya, kepada Sindonews, Jumat (8/2/2013).

Dia menambahkan, pembangunan tiga sumur resapan itu awalnya memang akan memakai tanah milik Perumahan Bona Indah. Tetapi pemilik perumahan itu tidak mengijinkan. Akhirnya tiga sumur resapan itu dibangun di atas tanah milik negara persis disamping jalan perumahan itu.

Sumur resapan yang dibangun dengan kedalaman tiga meter setengah, dengan panjang tiga meter sebagai upaya Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk mengurangi banjir saat terjadi hujan deras.


Sumber :
http://metro.sindonews.com

Jokowi Ikuti Rakornas PDIP, Iriana Bagikan Bantuan

Istri menteri BUMN Dahlan Iskan, Nafsiah Sabri memberikan bantuan kepada warga pemukiman kumuh di Jalan Lodan RW 4 Kelurahan Ancol Pademangan, Jakarta Utara. Nafsiah tidak ditemani Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), melainkan istrinya Iriana Joko Widodo.

Informasi yang dihimpun dari protokoler, mantan Wali Kota Solo itu tengah menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) DPP PDI Perjuangan di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Pantauan Okezone di lokasi, bantuan berupa tas sekolah, sepatu dan beras itu, dibagikan langsung Iriana dan Nafsiah. "Ya, ini bantuan dari Ibu Dahlan," singkat Iriana, Jumat (8/2/2013).

Tas sekolah berjumlah 240, sepatu 200 pasang, beras 2 ton, seragam 300 setel dan selimut 240 buah tersebut, diantar dengan dua unit mobil Polisi Pamong Praja.

Datang sekira pukul 16.30 WIB, Iriana dan Nafsiah langsung diserbu warga yang berebut mendapatkan bantuan. Tanah yang becek karena hujan tak menjadi halangan bagi warga untuk mendapatkan bantuan.

Selain tidak mendampingi istrinya dalam memberikan bantuan, Jokowi juga mengurungkan menghadiri pertemuan bersama jajaran Polda Metro Jaya, Dandim, Camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, BabinKamtibnas, dan Babinsa tentang Inpres No.2 Th.2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri yang berlangsung siang tadi.



Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi: Tidak fikirkan capres, hanya ingin lakukan yang terbaik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali menegaskan tidak pernah memikirkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, masih banyak masalah multikompleks di Ibu Kota yang masih belum dapat terselesaikan, seperti banjir dan macet.
"Soal survei capres, saya tidak mau mikir, saya hanya mau urus banjir dan macet," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan ingin memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta, khususnya untuk mencari berbagai alternatif dalam meminimalisasi genangan air di jalan protokol dan kembali tidak menyebabkan banjir besar, seperti yang pernah menerjang Ibu Kota beberapa waktu lalu.
"Saya mau melakukan yang terbaik untuk masyarakat, seperti dengan melakukan modifikasi cuaca, perbaikan drainase. Ya tidak apa-apa hujan, yang penting tidak banjir," kata dia.
Seperti diketahui, dalam survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) itu, nama Jokowi melejit sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang. PDB adalah lembaga survei baru yang digawangi Didik J Rachbini, pengusaha Peter F Gontha, dan mantan Menteri BUMN Tanri Abeng. Ada pula nama politikus Theo L Sambuaga, mantan Gubernur Lemhanas Muladi, dan beberapa nama lainnya.
Berdasarkan survei PDB, Jokowi berhasil menduduki posisi teratas dari 29 tokoh calon presiden potensial yang dijaring. Elektabilitas Jokowi mencapai 21,2 persen. Posisinya menggeser dominasi Prabowo Subianto (17,2 persen) dan Megawati (11,5 persen) yang selama ini sering mendominasi survei-survei mengenai calon presiden.
Berikut ini 13 besar calon presiden potensial berdasar survei PDB.
1. Joko Widodo (21,2 persen) 
2. Prabowo Subianto (18,4 persen) 
3. Megawati Soekarnoputri (13,0 persen) 
4. Rhoma Irama (10,4 persen) 
5. Aburizal Bakrie (9,3 persen) 
6. Jusuf Kalla (7,8 persen) 
7. Wiranto (3,5 persen) 
8. Mahfud MD (2,8 persen) 
9. Dahlan Iskan (2,0 persen) 
10. Surya Paloh (1,3 persen) 
11. Hatta Rajasa (1,2 persen) 
12. Chairul Tanjung (0,4 persen)
13. Djoko Suyanto (0,3 persen).

Jokowi: Baju Betawi Sekarang Diganti Hari Jumat

Ada yang tidak biasa dengan kostum yang dikenakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat blusukan. Ia terbalut baju seragam betawi yang biasa rutin dipakai setiap hari Rabu. Rupanya, penerapannya baju betawi diganti menjadi tiap Jumat.

"Oh...sekarang diganti hari Jumat," kata Jokowi saat ditanya wartawan tentang kostum betawi yang dikenakannya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013).

Jokowi mengenakan baju koko warna putih, sarung kotak-kotak merah yang dikalungkan di leher dan kopiah warna hitam.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Masyarakat Pemprov DKI Jakarta, Sugianta, mengatakan perubahan penerapan seragam betawi menjadi setiap hari Jumat tersebut sesuai Instruksi Gubernur nomor 6 tahun 2013.

"Jadi minggu ini saya pakai dobel. Rabu kemarin pakai, sekarang pakai lagi," ujar Sugianta.

Pegawai Pemprov DKI Jakarta terlihat mengenakan seragam betawi. Pegawai perempuan mengenakan kebaya encim warna warni, dengan bawahan sesuai selera ada yang memakai kain batik betawi, celana panjang dan rok. Pegawai laki-laki mayoritas terbalut baju koko warna putih dan celana panjang warna hitam.


Sumber :
http://news.detik.com

Kamis, 07 Februari 2013

Jokowi setujui jalur baru monorel lima BUMN

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan setuju terhadap empat jalur baru monorel yang diajukan oleh lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saya setuju dan terbuka terhadap usulan apapun yang berkaitan dengan monorel. Kami mendukung dan siap membantu jika proyek ini dilaksanakan," kata Jokowi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis.

Jokowi mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan memberikan kemudahan terkait pelaksanaan proyek monorel, sehingga pembangunannya berlangsung cepat dan lancar.

"Kemudahan yang banyak diajukan itu, diantaranya kemudahan perizinan, penggunaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk halte, serta pergeseran halte busway yang akan dilewati tiang monorel," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, Pemprov DKI akan memasukkan proyek pembangunan monorel tersebut ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan.

Sementara itu, terkait besaran tarif yang akan dikenakan kepada penumpang monorel, Jokowi mengaku tidak akan turut campur.

"Mengenai tarif, saya tidak akan mencampuri. Lagipula, proyek monorel tersebut juga tidak mengajukan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta," ungkap Jokowi.

Sebagai informasi, keempat jalur yang diajukan itu, antara lain Bekasi Timur-Cawang sepanjang 18,1 kilometer, Cibubur-Cawang 13,7 kilometer, Cawang-Kuningan 11, 6 kilometer dan Kuningan-Palmerah 8,5 kilometer.

Sedangkan kelima BUMN tersebut, terdiri dari PT Adhi Karya, PT Jasa Marga, PT Inka, PT Telkom, dan Lembaga Elektronik Negara (LEN).



Sumber :
http://www.antaranews.com

Jokowi: Ada Monopoli Pengadaan Bajaj ?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima perwakilan pengusaha bajaj mengatakan bahwa ada suatu hal yang harus diselesaikan. "Intinya saya ngerti, harga bajaj yang mahal. Kelihatannya juga ada monopoli di sini dan keinginan masyarakat bajaj untuk mengelola sendiri di bawah koperasi. Saya harus pelajari dulu secara detail," ujar Jokowi usai menemui para pendemo di ruang tamu gubernur, Balai Kota, Kamis, 7 Februari 2013.

Jokowi mengatakan bahwa usulan para perwakilan bajaj sangat bagus dengan menjadikan tata kelola berupa koperasi. "Mengenai harga bajaj, keinginan dikelola oleh koperasi. Saya kira bagus semua," dia menegaskan. Jokowi mengaku belum mengerti secara detail tentang pengaduan para pengusaha bajaj. "Besok saya rapatin. Jumat ke Kemanggisan, mungkin minggu depan sudah selesai," kata dia.

Puluhan pengemudi dan pemilik bajaj yang tergabung dalam Gabungan Elemen Masyarakat Angkutan Lingkungan Bajaj, Angkutan Lingkungan Toyoko, dan Angkutan Lingkungan Bemo berdemonstrasi di depan Balai Kota Jakarta, Kamis, 7 Februari 2013.

Ada 11 tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Salah satu yang mereka minta adalah pemecatan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, terkait peremajaan bajaj.

Pemilik bajaj Jakarta Timur yang ikut berdemo, Wartika, mengatakan bahwa ada permainan antara Dishub DKI Jakarta dan PT Abdi Raharja dalam peremajaan bajaj ke bajaj berbahan bakar gas. "Ini akal-akalan. Jadi, antara PT dan Dishub sudah kerja sama," ujar Wartika usai bertemu dengan Jokowi.

Dari siaran pers para demonstran disebutkan bahwa SK Gubernur No 2912/-1.811.1 Tanggal 4 Oktober Tahun 2007 mengharuskan PT Abdi Raharja menyediakan 4.750 bajaj, tetapi yang terealisasi hanya 505 bajaj saya hingga sekarang.

Wartika menyayangkan keterlambatan pengadaan bajaj hingga berbulan-bulan. "Bahkan, ada temen-teman yang sudah daftar, kurang lebih hingga Rp 70 milyar, dari Agustus sampai sekarang belum keluar bajajnya," ujar Wartika. Di tengah-tengah keterlambatan pengadaan bajaj ber-BBG itu, muncul kabar bahwa SK di atas akan dicabut. Kabar ini membuat pemilik bajaj bertanya-tanya tentang uang yang telah mereka bayarkan. "Makanya saya kaget tadi dengar SK-nya mau dicabut dulu," kata dia. Klik Jakarta dan permasalahannya di sini.


Sumber :
www.tempo.co

Jokowi menarik "berkah" dari banjir

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku banjir besar yang terjadi di Jakarta hingga dua kali adalah 'hadiah' untuk kedatangannya sebagai orang nomor satu di DKI sehingga dia melihatnya sebagai berkah.

"Saya datang ke Jakarta langsung dihadiahi banjir besar," kata Jokowi di Jakarta, Kamis.

Dia menilai ada positif dari banjir dan mengaku dari sini bisa belajar banyak mengenai kondisi Jakarta karena langsung melihat kondisi yang buruk.

"Saya jadi tahu sisi mana yang harus diperbaiki, waduk dan sungai mana yang harus dinormalisasi," katanya.

Jokowi tidak mengira jalan-jalan utama seperti Sudirman dan Thamrin hanya memiliki drainase kecil sebesar 60 cm, padahal dulu mengira gorong-gorong di sepanjang jalan ini besar.

"Pikiran saya drainasenya bakal besar. Sekitar 4-5 meter," katanya.

Akibat drainase kecil ini, beberapa saluran sengaja ditutup sehingga jalur utama Jakarta tergenang banjir sampai setinggi satu meter, kata Jokowi.

Jokowi menilai soal banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir.

Dia menyatakan percuma saka Jakarta membenahi diri dengan memperbaiki drainase, normalisasi waduk dan sungai, sumur resapan serta beberapa 'jurus' lain, namun tidak didukung dengan penataan serapan air di daerah hulu.

"Tapi kalau di hulu nggak ada perubahan ya sama saja. Banyak villa, banyak hutan dipangkas," katanya.

Jokowi mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk penanganan terintegrasi masalah banjir.

"Kalau soal vila, kalau berani ya dipangkas kalau ndak ya diwajibkan buat sumur serapan," katanya. 




Sumber :
www.antaranews.com

Monorel Belum Masuk Perda, Jokowi: Nanti Saya Tanya Pak RT

Mega proyek monorel yang digadang-gadang bisa mengurai kemacetan di Jakarta ternyata belum dimasukkan dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030.

Ditanya mengenai hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malah menjawabnya dengan bercanda. Padahal, Perda RTRW tersebut akan sangat menentukan penataan kota Jakarta untuk ke depannya.

"Ya nanti tak tanya pak RT dan pak RW," kata Jokowi usai rapat dengar pendapat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013).

Menurut dia, persoalan semacam itu jangan dipersulit. Pasalnya, proyek monorel ini tentunya nanti akan dimasukkan ke dalam RTRW Pemprov DKI. "Itu hal seperti itu jangan mempersulit gitu lho. Mesti tanyanya yang mempersulit. Nanti diuruslah itu kan buatan kita semua," simpulnya.

Seperti diketahui, proyek monorel ini diinginkan Jokowi bisa berjalan pada tahun 2013. Dimana untuk tahap awal, jalur yang beroperasi yakni sepanjang  39,36 Kilometer. Untuk tarif satu tahun awal operasi yakni jurusan Bekasi Timur-Cawang Rp15.000, Cibubur-Cawang Rp15.000, Cawang-Kuningan Rp10. 000.
 
Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi sambut kedatangan SBY

Setiba di Tanah Air, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanyakan kondisi cuaca di Ibu Kota kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Jokowi lalu menjawab situasi Jakarta masih 'aman terkendali' dari banjir.

Suami Iriana ini menyambut kedatangan SBY dari kunjungan kerja ke Afrika di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2013).

Jokowi menjabat tangan orang nomor satu di Indonesia itu. Mereka berbincang akrab.

Ayah 3 anak ini lalu menceritakan percakapannya dengan sang Presiden.

"Beliau (Presiden SBY) bertanya, 'gimana Mas, hujan nggak?' Saya jawab hujan, tapi nggak banjir," kata Jokowi yang mengenakan stelan jas warna hitam dan dasi merah itu.

Jawaban SBY gimana, Pak? "Oh iya baguuus," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan setiap orang pasti khawatir jika hujan turun. Ia juga mengecek kondisi tanggul agar tidak terulang banjir dahsyat pada 17 Januari lalu.

"Semua orang pasti khawatir kalau hujan. Kalau hujan, pasti saya keluar. Kayak kemarin saya cek ternyata tanggul jebol masih ada bocor. Malam itu juga kita perbaiki," cerita Jokowi.

Jokowi mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov DKI Jakarta Ery Basworo turun ke lapangan. "Jam 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB kita cek lagi," kata Jokowi.


Sumber :
http://news.detik.com

Tak Tahan Macet, Jokowi Gunakan Voorijder

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo selama ini dikenal jarang menggunakan voorijder untuk menerobos kemacetan ibu kota. Menurutnya, sebagai pemimpin ia harus ikut merasakan kemacetan yang tiap hari dialami sebagian besar warganya.

Namun kemacetan akibat banjir yang menggenangi jalan protokol Jakarta kemarin (6/2) membuat pria yang akrab disapa Jokowi itu menyerah. "Semalam saya kejebak macet di dukuh bawah padahal saya harus datang ke sebuah acara. Saya panggil DLLAJ, tolong saya diselamatkan," ujar Jokowi di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Kamis (8/2).

Upaya itu memang sukses mengeluarkan bekas Wali Kota Surakarta itu dari kemacetan. Namun menurutnya, hal itu seharusnya tidak ia lakukan.

"Saya selamat tapi yang lain nggak selamat. Itu memang mestinya nggak boleh," ucapnya.

Yang pasti Jokowi mengaku belum berhasil mengatasi banjir tahun ini. Namun ia bersyukur musim banjir ini terjadi diawal masa kepemimpinannya.

"Saya lihat jadi berkah. Karena saya jadi tahu betul sisi mana yang harus diperbaiki, waduk mana yang harus dinormaliasi dan gorong-gorong mana yang harus diperlebar," pungkasnya.


Sumber :
http://www.jpnn.com

Jokowi menyusupi demo sopir bajaj

Puluhan sopir bajaj yang bergabung dalam Serikat Pengemudi Angkutan Bermotor Seluruh Indonesia (SPABSI) hari ini mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menggelar aksi unjuk rasa meminta pemerintah daerah lebih memperhatikan nasib mereka.

Disaat para sopir sedang aksi, dan melakukan orasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), mereka tidak sadar telah disusupi. Penyusup itu adalah Jokowi sendiri. Tanpa diduga, dia sudah ada di sela-sela deretan bajaj yang terparkir di depan balai kota.

Aksi spontanitas Jokowi itu kontan menimbulkan perhatian di kalangan para sopir bajaj. Mereka tidak pernah menyangka jika orang yang mereka kira ada di dalam gedung megah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, ada di tengah mereka.

"Ayo masuk kita. Ngomong di dalam," kata Jokowi sambil mengajak pendemo di depan Balai Kota DKI Jakarta untuk masuk ke dalam dan membicarakan tuntutan mereka, Kamis (7/2/2013).

Dalam orasinya, sopir bajaj meminta pemerintah daerah agar membereskan masalah di dinas perhubungan yang keputusannya sering tidak berpihak pada sopir bajaj.

"Saya harap Udar Pristono dicopot, karena peraturan soal bajaj tidak transparan dan diduga ada permainan di dalam pelelangan, karena prosesnya tidak melalui tender tetapi penunjukan oleh Dishub," terang Jack Sofyan, Koordinator Aksi Sopir Bajaj.


Sumber :
http://metro.sindonews.com

Rabu, 06 Februari 2013

Jokowi: Punya Mobil, Keluarlah dari Rusun

Peruntukan rusun saat ini dinilai tak sesuai taget, yakni warga terdampak banjir dari permukiman kumuh. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun mengimbau penghuni rumah susun (rusun) yang tergolong mampu secara finansial untuk keluar dari rusun dan berpindah ke hunian lain dengan biaya sendiri.
"Mestinya kalau sudah di situ dan sudah punya mobil, ya keluarlah. Artinya beri kesempatan bagi saudara-saudara kita yang masih belum mampu," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (6/2/2013).
Namun begitu, mantan Wali Kota Surakarta ini tak bisa berbuat lebih selain memberikan imbauan. Dia lebih memilih untuk berpikir positif bahwa pada awalnya semua penghuni rusun memang masuk dalam kategori ekonomi lemah.
Ia berharap, setelah warga direlokasi ke rusun, kehidupannya jauh lebih membaik, secara sosial dan secara ekonomi.
Begitu juga saat ditanya rencana membuat aturan khusus untuk penghuni rusun yang memiliki mobil. Jokowi menyampaikan belum memiliki rencana pasti, kecuali ide untuk kewajiban biaya parkir atau membuat pembatas untuk kendaraan.
"Itu hanya beberapa orang mampu yang enggak malu. Tapi, kalau mau ya enggak apa-apa, asal jangan disewain lagi," ujarnya.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Hujan Deras Guyur Jakarta, Jokowi-Ahok Rapat Dadakan

Hujan deras mengguyur Jakarta, akibatnya sejumlah kawasan di Ibu Kota kebanjiran. Menyikapi hal ini, Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya Basuki T Purnama (Ahok) langsung menggelar rapat mendadak di rumah dinas Gubernur di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 17.30 WIB Ahok terlihat keluar ruangannya dengan terburu-buru. Saat ditanya akan kemana dia hanya menjawab singkat.

"Enggak usah tahu, nanti kalian ikut," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Dengan mobil Land Cruiser hitam B 1966 RFR Ahok pergi meninggalkan Balai Kota. Informasi yang dihimpun detikcom, Ahok pergi ke rumah dinas Jokowi untuk mengadakan rapat dadakan.

"Mau ke rumah Jokowi, rapat bahas banjir kayaknya," kata salah satu petugas Pemprov DKI.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan meninjau lokasi di Jalan MH Thamrin dan kawasan bundaran HI.

"Saya mau muter-muter HI saja ngecek, kan hujan seperti ini jangan sampai diam di dalam saja," kata Jokowi dengan terburu-buru.


Sumber :
http://news.detik.com

Kantor Jokowi Kebanjiran Lagi

Hujan lebat kembali mengguyur Ibu Kota mulai siang hingga sore ini. Hujan dengan intensitas lebat itu menyebabkan Balai Kota Jakarta terendam hingga mata kaki orang dewasa. Pada Januari lalu, Balai Kota juga tak luput dari banjir.

Berdasarkan pantauan Tempo, banjir mulai terjadi pada pukul 16.00 WIB. banjir itu membuat PNS yang berkantor di bagian belakang Balaikota harus melepas sepatunya. Genangan makin tinggi lantaran luapan air dari gedung DPRD DKI Jakarta yang posisinya lebih tinggi mengalir deras ke kantor Jokowi.

Pemprov DKI pun mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menyedot air. Sejumlah pekerja juga tampak berupaya mengalirkan air ke sistem drainase Balai Kota.

Gubernur Jokowi sendiri tampak meninggalkan Balai Kota sesaat sebelum kantornya mulai terndam. Dia mengatakan akan mengecek kondisi Jakarta yang diguyur hujan lebat. "Saya mau kontrol ke Bunderan HI, jangan sampai hujan lebat seperti ini diam saja di kantor," ujarnya.

Jokowi mengatakan hendak memeriksa kondisi gorong-gorong dan sumur resapan yang ada di Ibu Kota. "Nanti akan saya sampaikan hasilnya," kata dia.

Mantan Wali Kota Solo itu juga mengatakan tidak akan memerintahkan kepala dinas terkait atau jajaran lurah dan camat untuk turun langsung mengatasi banjir. Soalnya, beberapa jam sebelumnya Jokowi baru saja memberikan arahan kepada seluruh perangkat kerja Pemprov DKI untuk tanggap dalam bekerja. "Tadi kan sudah diberikan instruksi, masak harus saya perintahkan lagi?" katanya.


Sumber :
http://www.tempo.co

Terobos Hujan Deras, Jokowi Muter-Muter Bundaran HI

Hujan deras mengguyur Ibu Kota, Rabu (6/2/2013) sore. Trauma dengan banjir besar yang melumpuhkan Jalan MH Thamrin beberapa pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung meluncur meninjau situasi Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Jokowi mengaku ingin mengelilingi bundaran HI untuk mengecek kondisi gorong-gorong dan lainnya di sekitar jalan MH Thamrin-Sudirman.

"Saya mau muter-muter HI saja ngecek kan hujan seperti ini jangan sampai diam di dalam saja," katanya sebelum berangkat dari Balai Kota DKI Jakarta.

Kendati melihat kondisi di lapangan, Jokowi yang berangkat dari Balai Kota sekira pukul 16.20 WIB dengan mengenakan jas hitam berdasi ini mengaku tidak akan turun dari mobil Toyota Innova warna hitam yang dinaikinya.

"Saya enggak akan turun, masak pakai jas gini turun. Ini cuma sebentar saja nanti balik lagi," tuturnya.


Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi akan segera panggil Dinas Tenaga Kerja DKI

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan segera memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Deded Sukandar untuk membahas perihal pengawasan penerapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp1,5 juta menjadi Rp2,2 juta.

"Ya nanti akan panggil Disnakertrans," kata Jokowi usai menemui perwakilan demonstran dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Balaikota DKI Jakarta, Rabu.

Perwakilan demonstran tersebut menyerahkan daftar beberapa perusahaan di kawasan industri wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang dianggap perlu pengawasan.

"Ya terutama industri yang banyak kan di situ (Jakarta utara dan timur). Minta mereka itu diawasi," kata Jokowi.

Jokowi berjanji akan langsung memeriksa laporan yang sudah diberikan oleh pihak buruh. "Nanti cek lapangan juga," katanya.

Gubernur mengatakan, bahwa dia sama sekali belum menerima surat penangguhan pelaksanaan UMP. "Sampai sekarang saya belum terima surat permintaan penangguhan di meja saya," katanya.

Dia melanjutkan bahwa perusahaan yang tidak melaksanakan UMP akan menerima sangsi. "Tapi kan ada tahapannya kalau mau minta penangguhan," katanya.

Sementara itu, ribuan massa demonstran FSPMI melakukan long march mulai dari Bundaran Hotel Indonesia hingga ke Istana. Mereka menuntut pengawasan serta kontrol terhadap pelaksanaan UMP serta jaminan kesehatan.


Sumber :
http://www.antaranews.com

Jokowi Terima Somasi Buruh Terkait UMP

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima sepuluh perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di ruang kerjanya, Balai Agung, Kompleks Balaikota Jakarta, Rabu (6/2/2013). Dalam kesempatan itu, Jokowi menerima surat somasi yang disampaikan buruh terkait upah minimum provinsi (UMP).
"Ngajuin surat somasi. Minta agar masalah UMP dikontrol dan diawasi sampai ke pabrik," kata Jokowi.
Selanjutnya, kata Jokowi, dia akan mempelajari surat somasi yang diajukan para buruh. Selain itu, dia juga akan segera mengagendakan pertemuan dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk membahas permasalahan buruh.
Saat ditanya mengenai jumlah perusahaan yang mengajukan permohonan penangguhan penetapan UMP, mantan Wali Kota Surakarta ini mengaku belum mengetahuinya. Ia menegaskan, belum ada satu pun berkas permohonan penangguhan yang diterimanya.
"Belum satu pun sampai ke meja saya. Ya habis ini, secepatnya kami bahas, kan di surat ada soal penangguhan UMP," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, ratusan buruh FSPMI bertahan di depan Balaikota Jakarta selama pertemuan berlangsung. Tak berselang lama setelah pertemuan usai, pada pukul 15.00, para buruh akhirnya membubarkan diri. Dalam aksinya, FSPMI mendesak pemerintah untuk mengeluarkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) dan perpres tentang jaminan kesehatan dan penerima bantuan iuran (PBI).
Sebelum ke Balaikota, para buruh juga berdemonstrasi di Istana Negara dan di Bundaran Hotel Indonesia. Buruh FSPMI juga menuntut menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat mulai 1 Januari 2014, bukan 1 Januari 2019. Iuran kepesertaan untuk buruh tetap dibayarkan oleh pengusaha. PBI diberikan untuk rakyat miskin dan buruh yang berpenghasilan di bawah upah minimum.
Tuntutan kedua adalah menjalankan jaminan pensiun 1 Juli 2015. Menerbitkan RPP dan perpres tentang jaminan pensiun paling lambat 1 September 2013. Demo juga serempak dilakukan ribuan buruh di beberapa kota, antara lain Bandung, Semarang, Medan, Aceh, Batam, dan Surabaya. Mereka memprotes pemerintah yang memberikan kemudahan kepada pengusaha terkait penangguhan pembayaran UMP tahun 2013.

 
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Dubes Denmark Berbagi Cerita dengan Jokowi Soal Banjir

Duta Besar Denmark, Martin Bille Hermann, berkunjung ke  Balai Kota DKI Jakarta. Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur,  Jokowi-Ahok dia berbagi pengalaman tentang Ibu Kota Denmark, Kopenhagen dalam hal investasi atau pinjaman, dan teknik menghadapi perubahan iklim.
 
"Saya akan berdiskusi dengan Pak Gubernur dan Wagub bertukar pengalaman dalam hal investasi, pinjaman dan teknik menghadapi perubahaan iklim," ujar Martin di Balai Kota, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Martin bercerita, Kopenhagen pernah mengalami banjir dua tahun lalu. Banjir saat itu sam seperti yang dialami Jakarta pada Januari lalu. Menurutnya, tingginya curah hujan menjadi tantangan bagi Jakarta.

Di Kopenhagen dua tahun yang lalu curah hujannya juga sangat tinggi hingga terjadi banjir besar. Kejadian ini, tambahnya, menyebabkan kerugian properti yang besar, dan juga merugikan kehidupan penduduknya.

Untuk penanggulangan sejumlah kerugian, Kopenhagen bekerja sama dengan banyak stake holder untuk menyusun rencana strategi untuk mengatasi masalah perubahan cuaca dan peningkatan curah hujan.

Martin menambahkan selain bertukar pengalaman masalah yang pernah terjadi di negerinya, juga membahas investasi yang rencananya akan dimulai pada awal Maret, terutama untuk melihat bagaimana teknologi yang diterapkan di Jakarta, dalam sektor infrastruktur dan water management.


Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Anak Buah Doyan Gosip, Jokowi Ngamuk

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap solid dan tidak bergunjing tentang isu-isu yang tidak jelas.

"Jangan lagi ada grup-grup. Saya tidak ingin dengar ada lagi itu gosip-gosip, ada rumor, itu membuat kita seolah tidak ada kerjaan saja," tegas Jokowi saat memberikan pengarahan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku kerap mendengar gunjingan dari perangkatnya soal pejabat tertentu yang akan dicopot dan gosip-gosip lain. "Ada yang gosipin wali kota mau diganti, camat, dan lainnya. Enggak usahlah digosipin. Itu kewenangan saya," tandasnya.

Jokowi khawatir, perilaku tersebut merusak kesolidan organisasi yang dipimpinnya. Terlebih bila gosip seperti itu berkembang kemana-mana. "Kalau enggak solid enggak mungkin kita sampai ke tujuan," tukasnya.

Terkait hal itu, Lurah Penjaringan, Jakarta Utara, Ronny Jarpiko, menilai arahan dari Gubernur sebagai sesuatu yang sudah semestinya dilakukan. Sebab diakuinya, sejauh ini kurang terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik di instansi yang dipimpinnya.

"Kami akan kasih arahan buat enggak ngegosip. Nanti dikasih tahu pas kasih briefing. Pokoknya yang penting kerja," ucap Ronny.

Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Selasa, 05 Februari 2013

Jokowi minta SMK berbudaya Betawi

Jokowi paparkan sembilan rencana pembangunan

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), memaparkan sembilan program unggulannya yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DKI Jakarta (RPJMD) 2013.

Gubernur Jokowi memaparkan rancangannya dalam Musyawarah Rencana Pembangunan RPJMD tahun 2013-2017 di Balaikota DKI Jakarta, Selasa.

"Ada beberapa target yang ingin segera kami laksanakan," kata Jokowi.

Sembilan pembangunan itu adalah:

  1. Pengembangan sistem angkutan massal,
  2. Perumahan rakyat dan penataan kampung,
  3. Ruang terbuka hijau,
  4. Penataan PKL,
  5. Pendidikan,
  6. Kesehatan,
  7. Budaya,
  8. Pelayanan publik, dan
  9. Pengendalian banjir.          
"Jakarta harus punya karakternya," ujar Jokowi.

Pembangunan karakter tersebut, menurut gubernur, bisa dilakukan dengan meningkatkan infrastruktur maupun penataan kota sehingga bisa menjadi daya tarik dan membedakan Jakarta dengan kota-kota besar lainnya.

"Seperti Paris, yang terpikir adalah mode. Kalau Jakarta apa, itu yang harus kita cari," katanya.

Lebih lanjut ia mencontohkan dalam perumahan rakyat dan penataan kampung, dirinya tidak berniat untuk membangun Jakarta menjadi kota yang kaya bangunan vertikal.

Dengan penataan kampung, diharapkan Jakarta bisa memberikan 'rasa' yang berbeda dengan kota besar lainnya.

"Jangan seperti Malaysia atau Singapura yang malah kurang kampungnya," katanya.

Di sisi lain Jokowi juga menginginkan keterbukaan pelayanan publik.

Hal tersebut akan dijalankan melalui lelang jabatan serta keterbukaan dalam pelayanan kebutuhan publik seperti Kartu Tanda Penduduk.

"Nanti terbuka, jadi warga bisa lihat. Pajak on-line juga sudah dijalankan," katanya.

Sumber :
www.antaranews.com 

Senin, 04 Februari 2013

Jokowi: Nangis Minta Kunci Rusun, 8 Benar, 2 Ternyata Calo

Jika sebelumnya banyak warga yang menolak tawaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dipindahkan ke sejumlah rumah susun yang telah disiapkan, kini respons masyarakat Ibukota berbalik 180 derajat.

Belum mendapatkan kunci rusun, sejumlah warga menangis sedih. Namun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menelisik adanya tangisan buaya.

Jokowi mengaku menerima laporan terkait calo-calo yang tedapat di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Di antara warga yang menangis sedih, terseliplah beberapa calo.

"Yang nangis-nangis itu mosok calo juga ternyata," cetus Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (4/2/2013).

"Jadi yang nangis-nangis itu misalnya 10, yang 9-8 benar. Tapi yang 2 ternyata calo," ucap mantan Walikota Solo ini.

Jokowi mengakui, menyelipnya calo di antara warga sudah biasa terjadi. Kehadiran calo biasanya pada saat pendataan warga yang berhak mendapatkan kunci di rumah susun itu.

"Biasalah, 10 orang ada 1 yang enggak benar itu biasa. Baru rusun sebanyak itu 1.000, ada 5 yang enggak benar, biasalah menurut saya. Masyarakat juga ada yang seperti itu," pungkas Jokowi.


Sumber :
http://news.liputan6.com

Jokowi: Pertengahan 2013, Perbaikan Rusun Marunda Selesai

14 Blok Rusun Marunda masih dalam proses perbaikan. Diperkirakan pertengahan tahun 2013, perbaikan rusun yang menelan dana Rp 15 miliar ini rampung.
"Cepet-cepetan, tengah tahun lah yang di Marunda rampung, Rp 15-an miliar," kata Gubernur DKI Jakarta Jokowi ketika ditanya target perbaikan Rusun Marunda dan biaya perbaikannya.
Hal itu disampaikan Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2013).
Menurut Jokowi, 14 tower di Rusun Marunda itu kondisi pintu dan jendelanya hilang. Tower itu juga diperbaiki aliran listriknya, dan aliran airnya.
"Yang nunggu udah ribuan, di tempat yang lain juga masih berapa puluh lagi. Ada yang udah ketutup semak. Ada yang pintu, jendela, kabel listrik, ilang semuanya," imbuh Jokowi.
Dia juga menegaskan akan memverifikasi pihak-pihak yang mengaku warga namun ternyata bertindak seperti calo.
"Sampe ada yang nangis-nangis. Nanti kita cek-ceklah. Biasalah, ada satu-dua yang nggak bener biasa, yah biasalah. Lah wong masyarakat juga mesti ada yang seperti itu," imbuhnya.
Nanti pengurus Rusun Marunda ini akan dibentuk berupa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi Diingatkan Soal Utang PPD Yang Menumpuk

Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil alih  Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) sebagai wadah rehabilitasi bus ukuran sedang mendapat peringatan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). DTKJ mengatakan saat ini  PPD memiliki utang ratusan miliar.
"Ada kewajiban Perum PPD pada pihak ketiga yang harus diselesaikan Pemprov DKI Jakarta," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan lewat pesan singkat, Senin (4/2/2013).

Wah, Jokowi Beri Semangat untuk Pejabat Ini, Siapa?

Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih yang juga salah satu kandidat gubernur dari PDI Perjuangan mengaku memperoleh dorongan semangat dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju pada Pilkada Jateng 2013.
"Beberapa hari lalu Mas Jokowi menelepon dan menyemangati," kata Rustriningsih.

Menurut dia, semangat yang disampaikan Jokowi tersebut dimaksudkan agar dirinya berusaha keras dapat kesempatan maju dalam pemilihan kepala daerah 26 Mei mendatang.
Sementara kesiapan untuk maju dalam pilkada, Rustriningsih menilai tidak akan memperoleh posisi kembali sebagai wakil gubernur. "Porsi wakil tidak ke saya, namun untuk mereka yang siap menjadi wakil," kata mantan Bupati Kebumen ini.

Selain itu, ia juga menilai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan juga mengerti bahwa dirinya mendaftar dalam penjaringan partai tersebut untuk posisi calon gubernur.
"Namun, banyak pernyataan selama ini yang tidak konsisten. Hari ini ya, besok tidak," tambahnya.

Menjelang Pilkada 2013, terdapat tiga nama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang cukup kuat untuk bertarung, yakni Gubernur Bibit Waluyo, Wakil Gubernur Rustriningsih, serta Sekretaris Daerah Hadi Prabowo.

Sumber :
http://www.republika.co.id