Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil alih Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) sebagai wadah rehabilitasi bus ukuran sedang mendapat peringatan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). DTKJ mengatakan saat ini PPD memiliki utang ratusan miliar.
"Ada kewajiban Perum PPD pada pihak ketiga yang harus diselesaikan Pemprov DKI Jakarta," ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan lewat pesan singkat, Senin (4/2/2013).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 04 Februari 2013
Wah, Jokowi Beri Semangat untuk Pejabat Ini, Siapa?
Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih yang juga salah satu kandidat
gubernur dari PDI Perjuangan mengaku memperoleh dorongan semangat dari
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju pada Pilkada Jateng 2013.
"Beberapa hari lalu Mas Jokowi menelepon dan menyemangati," kata Rustriningsih.
Menurut dia, semangat yang disampaikan Jokowi tersebut dimaksudkan agar dirinya berusaha keras dapat kesempatan maju dalam pemilihan kepala daerah 26 Mei mendatang.
Sementara kesiapan untuk maju dalam pilkada, Rustriningsih menilai tidak akan memperoleh posisi kembali sebagai wakil gubernur. "Porsi wakil tidak ke saya, namun untuk mereka yang siap menjadi wakil," kata mantan Bupati Kebumen ini.
Selain itu, ia juga menilai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan juga mengerti bahwa dirinya mendaftar dalam penjaringan partai tersebut untuk posisi calon gubernur.
"Namun, banyak pernyataan selama ini yang tidak konsisten. Hari ini ya, besok tidak," tambahnya.
Menjelang Pilkada 2013, terdapat tiga nama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang cukup kuat untuk bertarung, yakni Gubernur Bibit Waluyo, Wakil Gubernur Rustriningsih, serta Sekretaris Daerah Hadi Prabowo.
Sumber :
http://www.republika.co.id
"Beberapa hari lalu Mas Jokowi menelepon dan menyemangati," kata Rustriningsih.
Menurut dia, semangat yang disampaikan Jokowi tersebut dimaksudkan agar dirinya berusaha keras dapat kesempatan maju dalam pemilihan kepala daerah 26 Mei mendatang.
Sementara kesiapan untuk maju dalam pilkada, Rustriningsih menilai tidak akan memperoleh posisi kembali sebagai wakil gubernur. "Porsi wakil tidak ke saya, namun untuk mereka yang siap menjadi wakil," kata mantan Bupati Kebumen ini.
Selain itu, ia juga menilai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan juga mengerti bahwa dirinya mendaftar dalam penjaringan partai tersebut untuk posisi calon gubernur.
"Namun, banyak pernyataan selama ini yang tidak konsisten. Hari ini ya, besok tidak," tambahnya.
Menjelang Pilkada 2013, terdapat tiga nama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang cukup kuat untuk bertarung, yakni Gubernur Bibit Waluyo, Wakil Gubernur Rustriningsih, serta Sekretaris Daerah Hadi Prabowo.
Sumber :
http://www.republika.co.id
Minggu, 03 Februari 2013
Jokowi Curhat Soal Banjir Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku banyak belajar dari peristiwa
banjir Jakarta. "Itu cobaan, tapi dari sisi lain, pengetahuan lapangan
jadi lebih terbuka," katanya saat meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara,
Sabtu, 2 Februari 2013. (Baca: 75 Persen Waduk Pluit Tertutup Eceng Gondok)
Jokowi menjelaskan, pengetahuan baru ini mendorongnya untuk segera menuntaskan penanganan banjir. Salah satunya normalisasi Waduk Pluit. "Ini jantungnya banjir Jakarta," kata dia. (Baca: Pluit Diterjang Rob dan Dientak Amblesan Tanah)
Menurut Jokowi, kalau Waduk Pluit bisa dikembalikan ke luasnya semula, yaitu 80 hektare dengan kedalaman 10 meter, waduk itu bisa menampung enam kali lipat air dari kapasitas yang ada sekarang. "Kalau ada banjir, waduk ini bisa berfungsi," ujarnya.
Selama ini tidak pernah ada pemeliharaan terhadap Waduk Pluit. Lantaran itu, Jokowi menjelaskan, waduk itu akan terus dikeruk untuk menjaga kedalamannya. "Jadi mampu menampung air, ini kan daerah tangkapan air," katanya.
Targetnya satu tahun untuk menyelesaikan normalisasi Waduk Pluit dengan dana sekitar Rp 1 triliun. Dana tersebut belum termasuk biaya relokasi.
"Kalau digarap dengan baik, nanti waduk ini bisa jadi tempat rekreasi yang bagus," Jokowi berujar sambil tersenyum.
Sumber :
http://www.tempo.co
Jokowi menjelaskan, pengetahuan baru ini mendorongnya untuk segera menuntaskan penanganan banjir. Salah satunya normalisasi Waduk Pluit. "Ini jantungnya banjir Jakarta," kata dia. (Baca: Pluit Diterjang Rob dan Dientak Amblesan Tanah)
Menurut Jokowi, kalau Waduk Pluit bisa dikembalikan ke luasnya semula, yaitu 80 hektare dengan kedalaman 10 meter, waduk itu bisa menampung enam kali lipat air dari kapasitas yang ada sekarang. "Kalau ada banjir, waduk ini bisa berfungsi," ujarnya.
Selama ini tidak pernah ada pemeliharaan terhadap Waduk Pluit. Lantaran itu, Jokowi menjelaskan, waduk itu akan terus dikeruk untuk menjaga kedalamannya. "Jadi mampu menampung air, ini kan daerah tangkapan air," katanya.
Targetnya satu tahun untuk menyelesaikan normalisasi Waduk Pluit dengan dana sekitar Rp 1 triliun. Dana tersebut belum termasuk biaya relokasi.
"Kalau digarap dengan baik, nanti waduk ini bisa jadi tempat rekreasi yang bagus," Jokowi berujar sambil tersenyum.
Sumber :
http://www.tempo.co
Lewat Pantun, Jokowi Berpesan Supaya Anak Rajin Belajar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo punya cara unik untuk menyampaikan
pesan kepada anak-anak usia sekolah. Melalui buku tulis yang dibagikan
untuk anak-anak, Jokowi menyampaikan pantuan agar mereka rajin belajar.
Bantuan berupa buku tulis dan seragam sekolah itu diberikan Jokowi ketika ia meninjau kerja bakti oleh warga Lagoa, Jakarta Utara, bersama relawan dan aparat pemerintah dari instansi terkait, Minggu (3/2/2013). Kedatangan Jokowi ke lokasi tersebut mendapat sambutan dari warga yang telah menantinya sejak pagi. Anak-anak sampai orang lanjut usia pun rela berdesak-desakan untuk melihat Jokowi dari dekat dan menerima bantuan langsung dari mantan Wali Kota Surakarta itu.
"Senang banget, masing-masing dapat lima buku. Nanti bukunya buat besok sekolah," kata Doni (10), yang datang bersama teman-temannya.
Buku tulis tersebut didominasi oleh warna kuning dan biru dengan gambar anak sekolah. Di sampul depan buku tulis itu juga terdapat pantun yang mengatasnamakan Jokowi. "Beli duku sama Bang Muin. Sekolah dulu baru main. Ayo, anak-anak rajin belajar. Kan udah ada Kartu Jakarta Pintar. Jokowi, Gubernur DKI Jakarta," bunyi pantun itu.
Selain memberikan bantuan buku dan seragam sekolah, Jokowi juga memberikan bantuan beras kepada warga. Bantuan itu langsung diberikan kepada warga dan tidak dititipkan kepada ketua RT atau RW setempat.
Sumber :
http://manado.tribunnews.com
Bantuan berupa buku tulis dan seragam sekolah itu diberikan Jokowi ketika ia meninjau kerja bakti oleh warga Lagoa, Jakarta Utara, bersama relawan dan aparat pemerintah dari instansi terkait, Minggu (3/2/2013). Kedatangan Jokowi ke lokasi tersebut mendapat sambutan dari warga yang telah menantinya sejak pagi. Anak-anak sampai orang lanjut usia pun rela berdesak-desakan untuk melihat Jokowi dari dekat dan menerima bantuan langsung dari mantan Wali Kota Surakarta itu.
"Senang banget, masing-masing dapat lima buku. Nanti bukunya buat besok sekolah," kata Doni (10), yang datang bersama teman-temannya.
Buku tulis tersebut didominasi oleh warna kuning dan biru dengan gambar anak sekolah. Di sampul depan buku tulis itu juga terdapat pantun yang mengatasnamakan Jokowi. "Beli duku sama Bang Muin. Sekolah dulu baru main. Ayo, anak-anak rajin belajar. Kan udah ada Kartu Jakarta Pintar. Jokowi, Gubernur DKI Jakarta," bunyi pantun itu.
Selain memberikan bantuan buku dan seragam sekolah, Jokowi juga memberikan bantuan beras kepada warga. Bantuan itu langsung diberikan kepada warga dan tidak dititipkan kepada ketua RT atau RW setempat.
Sumber :
http://manado.tribunnews.com
Jokowi Pastikan Lelang Jabatan Transparan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan melaksanakan sistem lelang jabatan
lurah dan camat pada pertengahan Februari ini. Dia berjanji proses pelaksanaan lelang akan terbuka dan transparan.
"Ini sistem regulasinya sudah mau rampung. Nanti akan saya buka
semuanya secara transparan," kata Jokowi di Lagoa, Jakarta Utara, Ahad, 3
Februari 2013.
Lelang jabatan lurah dan camat, menurut dia, agar mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas sebagai pejabat. Ini juga untuk menyamakan visi dan misi lurah, camat, serta wali kota dengan pimpinan Jakarta saat ini.
Orang-orang yang mengikuti proses lelang lurah dan camat akan disesuaikan dengan golongannya. Mereka juga harus melalui uji kepatutan dan kelayakan dari pegawai negeri sipil eselon empat.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan segera merealisasikan sistem lelang jabatan di SKPD. Untuk tahap awal, sistem itu akan diberlakukan untuk semua lurah dan camat di Jakarta.
Basuki mengatakan, lurah dan camat di Ibu Kota semestinya mengerti gaya kerja dan keinginan Gubernur Jokowi. Pasalnya, selama empat bulan ini, Jokowi telah memberikan banyak contoh kepada pejabat setempat.
Sumber :
http://www.tempo.co
Lelang jabatan lurah dan camat, menurut dia, agar mendapatkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas sebagai pejabat. Ini juga untuk menyamakan visi dan misi lurah, camat, serta wali kota dengan pimpinan Jakarta saat ini.
Orang-orang yang mengikuti proses lelang lurah dan camat akan disesuaikan dengan golongannya. Mereka juga harus melalui uji kepatutan dan kelayakan dari pegawai negeri sipil eselon empat.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan segera merealisasikan sistem lelang jabatan di SKPD. Untuk tahap awal, sistem itu akan diberlakukan untuk semua lurah dan camat di Jakarta.
Basuki mengatakan, lurah dan camat di Ibu Kota semestinya mengerti gaya kerja dan keinginan Gubernur Jokowi. Pasalnya, selama empat bulan ini, Jokowi telah memberikan banyak contoh kepada pejabat setempat.
Sumber :
http://www.tempo.co
Sabtu, 02 Februari 2013
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Cilincing
Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menyerahkan bantuan kepada korban banjir
di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
Jokowi membawa dua ton beras, 160 lembar selimut, delapan dus buku, 250 pasang pakaian seragam anak serta 200 tas sekolah untuk dibagikan kepada warga kampung yang sudah berkumpul di depan Masjid Jami Al-Alam.
"Mau tas ndak, mau buku ndak, ayo antri," kata Jokowi kepada anak-anak yang sudah mengerumuninya.
Jokowi membawa dua ton beras, 160 lembar selimut, delapan dus buku, 250 pasang pakaian seragam anak serta 200 tas sekolah untuk dibagikan kepada warga kampung yang sudah berkumpul di depan Masjid Jami Al-Alam.
"Mau tas ndak, mau buku ndak, ayo antri," kata Jokowi kepada anak-anak yang sudah mengerumuninya.
Jokowi Hanya Istirahat Satu Jam
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengaku jadwalnya sangat padat.
Bahkan terkadang tidak ada hari libur baginya untuk mengurus Jakarta.
Setiap harinya ada saja kegiatannya, mulai dari kegiatan di kantornya, di Balaikota sampai kegiatan di lapangan yakni bertemu warga. Namun kesehariannya lebih sering berada di lapangan demi mengakomodasi keinginan warganya.
Setiap harinya ada saja kegiatannya, mulai dari kegiatan di kantornya, di Balaikota sampai kegiatan di lapangan yakni bertemu warga. Namun kesehariannya lebih sering berada di lapangan demi mengakomodasi keinginan warganya.
Jokowi Bakal Garap Tempat Rekreasi di Waduk Pluit
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mendapat inspirasi ketika berkunjung lagi ke Waduk Pluit, Jakarta Utara. Jokowi melihat ada potensi pariwisata yang tersimpan pada waduk seluas 80-an hektare tersebut.
"Pinggirnya (waduk) dibuat taman hijau digarap jadi tempat rekreasi yang bagus," kata Jokowi di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
Jokowi Instuksikan Kebut Kerjakan Rusunawa Marunda
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada jajarannya untuk secepatnya menyelesaikan renovasi rumah susun sementara sewa (Rusunawa) Marunda. Sebab ini kebutuhan mendesak, banyak korban banjir yang ingin pindah.
Saat ini Jokowi mengatakan tengah merenovasi 2 blok dari 14 blok rusunawa Marunda yang belum selesai dibangun. Dua blok itu di antaranya belum dialiri listrik dan air. Jokowi janji pekan depan listrik dan air sudah dapat dinikmati warga yang telah menempati dua blok tersebut.
Saat ini Jokowi mengatakan tengah merenovasi 2 blok dari 14 blok rusunawa Marunda yang belum selesai dibangun. Dua blok itu di antaranya belum dialiri listrik dan air. Jokowi janji pekan depan listrik dan air sudah dapat dinikmati warga yang telah menempati dua blok tersebut.
Jokowi Belajar dari Banjir
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku dirinya mendapat pelajaran dari banjir yang melanda DKI Jakarta beberapa pekan lalu.
"Pengetahuan lapangan jadi lebih terbuka," kata Jokowi saat meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
Jokowi mengatakan bahwa kemampuan Waduk Pluit kini sudah tidak bisa menampung air yang datang ke Jakarta karena kondisinya yang sudah tidak 100 persen. Kedalaman normal seharusnya mencapai 10 meter dengan luas 80 hektar.
"Pengetahuan lapangan jadi lebih terbuka," kata Jokowi saat meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
Jokowi mengatakan bahwa kemampuan Waduk Pluit kini sudah tidak bisa menampung air yang datang ke Jakarta karena kondisinya yang sudah tidak 100 persen. Kedalaman normal seharusnya mencapai 10 meter dengan luas 80 hektar.
Jokowi Buka Rahasia Sukses Kepemimpinannya
Sepanjang menjalankan jabatan publik, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dikenal punya cara khas dalam menyelesaikan masalah yang melibatkan masyarakat.
Saat menjabat Walikota Solo, Jokowi mampu memindahkan para PKL tanpa bentrokan fisik dengan aparat. Bahkan relokasi PKL di Solo dikemas dengan upacara kirab. Padahal, relokasi PKL di tempat lain acapkali berujung bentrok hingga konflik panjang.
Saat menjabat Walikota Solo, Jokowi mampu memindahkan para PKL tanpa bentrokan fisik dengan aparat. Bahkan relokasi PKL di Solo dikemas dengan upacara kirab. Padahal, relokasi PKL di tempat lain acapkali berujung bentrok hingga konflik panjang.
Jokowi: Siapa Bilang Warga Nggak Mau di Rusun, ini Ngantri!
Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memantau kondisi Rusun Marunda yang akan digunakan warga sekitar Waduk Pluit agar mereka tak lagi jadi korban banjir. Di Rusun itu, Jokowi malah kaget bahwa sesungguhnya banyak yang berminat menempati rusun itu.
"Kalau ada pernyataan yang bilang nggak mau tinggal di rusun kita patahkan. Ini antre pengen. Nah makanya manajemennya harus baik, prosesnya tidak menyulitkan. Itu aja," kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
"Kalau ada pernyataan yang bilang nggak mau tinggal di rusun kita patahkan. Ini antre pengen. Nah makanya manajemennya harus baik, prosesnya tidak menyulitkan. Itu aja," kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
Ditipu LSM, Tati Histeris Mengadu ke Jokowi
Ditengah-tengah kerumunan warga di Rumah Susun (rusun) Marunda, Jakarta
Utara, seorang ibu warga Bulak Cabe, Cilincing, Jakarta Utara, bernama
Tati mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
Sambil menangis histeris, ibu paruh baya itu mengaku telah ditipu oleh oknum LSM Laskar Merah Putih. Kronologisnya, pada 2009 dia membeli rumah di Rusun Marunda cluster A dimana LSM itu datang ke Kelurahan Cilincing.
Sambil menangis histeris, ibu paruh baya itu mengaku telah ditipu oleh oknum LSM Laskar Merah Putih. Kronologisnya, pada 2009 dia membeli rumah di Rusun Marunda cluster A dimana LSM itu datang ke Kelurahan Cilincing.
Jokowi Ijinkan Warga Tempati Blok Rusak di Rusun Marunda
Bulan Ini Jokowi Siapkan Peraturan Lelang Jabatan
Untuk mendapat Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapabilitas, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), akan menggelar lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencanannya bulan ini akan disiapkan peraturan yang mendukung rencana tersebut.
"Februari kita siapkan supaya prosedurnya baik. Semua terbuka," kata Jokowi disela-sela membagikan Sembako untuk warga korban banjir di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
"Februari kita siapkan supaya prosedurnya baik. Semua terbuka," kata Jokowi disela-sela membagikan Sembako untuk warga korban banjir di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/2/2013).
Curhat ke Jokowi, Ibu-ibu Menangis Minta Huni Rusun Marunda
Jumat, 01 Februari 2013
Jokowi: Dipakai untuk Transportasi, Sungai Akan Bersih
Pemprov DKI Jakarta yakin rencana proyek angkutan air (waterway) yang
akan diuji coba oleh Dinas Perhubungan DKI pada pertengahan Februari
mendatang bakal berhasil. Kendala sampah dan kedangkalan air sungai
tidak akan menjadi masalah berarti.
"Kalau dipakai untuk jalur transportasi, sungai itu akan bersih. Sungai itu mau tidak mau akan dipelihara. Mau tidak mau dikeruk. Pasti nanti larinya akan ke situ," tutur Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/2/2013).
"Kalau dipakai untuk jalur transportasi, sungai itu akan bersih. Sungai itu mau tidak mau akan dipelihara. Mau tidak mau dikeruk. Pasti nanti larinya akan ke situ," tutur Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Jokowi akan ubah sungai menjadi jalur transportasi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berpendapat upaya membersihkan
sungai dari sampah akan optimal bila sungai bisa lebih dimanfaatkan.
Dalam hal ini adalah memanfaatkan sungai dengan menjadikannya sebagai
jalur transportasi air.
"Dangkal dan penuh sampah kan karena enggak dipakai. Kalau dipakai untuk jalur tranportasi, sungai itu akan bersih," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini yakin, kesadaran masyarakat tentang kebersihan sungai meningkat saat transportasi air direalisasikan. Dengan itu, upaya pemerintah akan diimbangi kesadaran warga untuk menjaga sungai-sungai yang dimanfaatkan sehingga kebersihan sungai akan dijaga bersama.
Sebelum dijadikan jalur transportasi air, sungai-sungai dangkal juga akan dikeruk agar lebih dalam. "Nanti larinya ke sana. Di negara mana pun, kalau dipakai untuk transportasi sungainya akan bersih dan kedalamannya terjaga," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi telah menyiapkan transportasi laut untuk mengakomodir warga korban banjir Pluit yang mengungsi di rusun Marunda. Transportasi laut ini disiapkan untuk mengurangi beban lalu lintas di darat.
Pada tahap awal disediakan dua kapal, dan akan segera ditambah empat armada untuk melayani warga dari Marunda ke Maura Baru. Kapal yang disediakan akan melayani perjalanan dari Duren Sawit-Marunda-Ancol-Muara Baru-Muara Angke.
Seperti waktu bus transjakarta pertama kali dioperasikan, transportasi laut ini diberikan pada warga tanpa dipungut bayaran. Namun itu hanya sementara. Nantinya, di setiap titik pemberhentian akan dibuat dermaga, termasuk sebuah shelter dari Kanal Banjir Timur (KBT).
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Dangkal dan penuh sampah kan karena enggak dipakai. Kalau dipakai untuk jalur tranportasi, sungai itu akan bersih," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini yakin, kesadaran masyarakat tentang kebersihan sungai meningkat saat transportasi air direalisasikan. Dengan itu, upaya pemerintah akan diimbangi kesadaran warga untuk menjaga sungai-sungai yang dimanfaatkan sehingga kebersihan sungai akan dijaga bersama.
Sebelum dijadikan jalur transportasi air, sungai-sungai dangkal juga akan dikeruk agar lebih dalam. "Nanti larinya ke sana. Di negara mana pun, kalau dipakai untuk transportasi sungainya akan bersih dan kedalamannya terjaga," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi telah menyiapkan transportasi laut untuk mengakomodir warga korban banjir Pluit yang mengungsi di rusun Marunda. Transportasi laut ini disiapkan untuk mengurangi beban lalu lintas di darat.
Pada tahap awal disediakan dua kapal, dan akan segera ditambah empat armada untuk melayani warga dari Marunda ke Maura Baru. Kapal yang disediakan akan melayani perjalanan dari Duren Sawit-Marunda-Ancol-Muara Baru-Muara Angke.
Seperti waktu bus transjakarta pertama kali dioperasikan, transportasi laut ini diberikan pada warga tanpa dipungut bayaran. Namun itu hanya sementara. Nantinya, di setiap titik pemberhentian akan dibuat dermaga, termasuk sebuah shelter dari Kanal Banjir Timur (KBT).
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi Lahir di Pinggir Kali
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memiliki komitmen tinggi untuk membenahi
kali di Jakarta. Rupanya, dia punya alasan pribadi melakukan itu.
Kehidupan masa kecilnya berawal juga dari bantaran kali.
“Kecil saya lahir di pinggir kali, di bantaran. Digusur saat itu, tak diberi ganti rugi. 4 Kali pindah, selalu di bantaran kali,” kata Jokowi.
Hal tersebut dia sampaikan dalam acara pemberian motivasi di rapat kerja tahunan 2013 Transmedia di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013).
Pengalaman masa kecil itu dijadikan bahan oleh Jokowi untuk membenahi kali di Jakarta. Terutama dalam proses pemindahan warga di bantaran kali Ciliwung, Pesanggrahan dan Angke agar mencegah banjir.
“Kecil saya lahir di pinggir kali, di bantaran. Digusur saat itu, tak diberi ganti rugi. 4 Kali pindah, selalu di bantaran kali,” kata Jokowi.
Hal tersebut dia sampaikan dalam acara pemberian motivasi di rapat kerja tahunan 2013 Transmedia di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013).
Pengalaman masa kecil itu dijadikan bahan oleh Jokowi untuk membenahi kali di Jakarta. Terutama dalam proses pemindahan warga di bantaran kali Ciliwung, Pesanggrahan dan Angke agar mencegah banjir.
Jokowi berharap Satpol PP tidak pakai "Pola Lama"
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai pola kerja Satuan Polisi
Pamong Praja (Satpol PP) masih terbawa oleh pola kerja yang lama. Hal
itu dikatakan Jokowi menanggapi dirusaknya tiga mobil Satpol PP saat
ingin menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan.
Di banyak kesempatan, mantan Wali Kota Solo ini sering memberi arahan kepada Satpol PP untuk bekerja dengan mengedepankan cara-cara persuasif. Menurut Jokowi, bila cara itu digunakan, dia yakin para PKL bersedia ditertibkan.
"Pakai pendekatan, pasti bisa. Tidak perlu kasar, tapi tegas. Ini kan masih terbawa pola lama," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Jokowi menambahkan, pendekatan yang dilakukan juga harus dibarengi dengan sosialisasi solusi alternatifnya. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi semua PKL di Ibu Kota ke tempat-tempat yang lebih layak.
"Diberi tahu akan kita relokasi, akan kita benahi semuanya. Pasti bisa, tegas, tapi tidak perlu kasar," ujarnya.
Sebelumnya, tiga mobil operasional Satpol PP dirusak puluhan pedagang. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (31/1/2013) saat petugas Satpol PP akan menertibkan PKL di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Melihat penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP, para pedagang yang tidak terima berusaha mempertahankan dan melakukan perlawanan. Mereka melempari batu ke arah petugas Satpol PP dan mobil-mobil operasional yang digunakan.
Akibatnya, dua mobil operasional Satpol PP Kecamatan Kebayoran Lama dan satu mobil Satpol PP Kelurahan Pondok Pinang mengalami pecah di bagian kaca dan kerusakan di bagian lainnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Di banyak kesempatan, mantan Wali Kota Solo ini sering memberi arahan kepada Satpol PP untuk bekerja dengan mengedepankan cara-cara persuasif. Menurut Jokowi, bila cara itu digunakan, dia yakin para PKL bersedia ditertibkan.
"Pakai pendekatan, pasti bisa. Tidak perlu kasar, tapi tegas. Ini kan masih terbawa pola lama," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Jokowi menambahkan, pendekatan yang dilakukan juga harus dibarengi dengan sosialisasi solusi alternatifnya. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi semua PKL di Ibu Kota ke tempat-tempat yang lebih layak.
"Diberi tahu akan kita relokasi, akan kita benahi semuanya. Pasti bisa, tegas, tapi tidak perlu kasar," ujarnya.
Sebelumnya, tiga mobil operasional Satpol PP dirusak puluhan pedagang. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (31/1/2013) saat petugas Satpol PP akan menertibkan PKL di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Melihat penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP, para pedagang yang tidak terima berusaha mempertahankan dan melakukan perlawanan. Mereka melempari batu ke arah petugas Satpol PP dan mobil-mobil operasional yang digunakan.
Akibatnya, dua mobil operasional Satpol PP Kecamatan Kebayoran Lama dan satu mobil Satpol PP Kelurahan Pondok Pinang mengalami pecah di bagian kaca dan kerusakan di bagian lainnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi ingin anakbuahnya ikut blusukan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terus menularkan virus
blusukan kepada anak buahnya. Ia ingin stafnya gemar bekerja di lapangan
ketimbang duduk di belakang meja.
"Nanti kalau belum 5 tahun kerja, belum boleh dapat meja," kata Jokowi saat ditanya wartawan sampai kapan dirinya memberi contoh ke bawahan untuk turun ke lapangan.
Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara pemberian motivasi di rapat kerja tahunan 2013 Transmedia di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013),
Menurut dia, bekerja di lapangan lebih diutamakan. "Sekarang omongkan SPJ (surat pertanggungjawaban dinas). Di pendidikan juga bukan urusan belajar mengajar, tapi SPJ. Semua konsen ke administrasi," kritik Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
"Nanti kalau belum 5 tahun kerja, belum boleh dapat meja," kata Jokowi saat ditanya wartawan sampai kapan dirinya memberi contoh ke bawahan untuk turun ke lapangan.
Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara pemberian motivasi di rapat kerja tahunan 2013 Transmedia di Hotel The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/2/2013),
Menurut dia, bekerja di lapangan lebih diutamakan. "Sekarang omongkan SPJ (surat pertanggungjawaban dinas). Di pendidikan juga bukan urusan belajar mengajar, tapi SPJ. Semua konsen ke administrasi," kritik Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Lelang Jabatan Lurah, Jokowi Diminta Waspada
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mencetuskan ide lelang jabatan untuk posisi lurah dan camat. Tujuannya, untuk menjalankan program reformasi birokrasi.
Lurah Bukit Duri Isa Sarnuri mendukung program ini. "Agar antara pimpinan dan yang di lapangan seirama," katanya ketika dihubungi pada Jumat, (1/2/2013). Hanya saja Isa mewanti-wanti Jokowi soal lelang ini.
Pertama masalah aturan. Jabatan lurah adalah untuk eselon IV. Sehingga, menurut Isa, Jokowi perlu memperhatikan hal ini sebagai syarat utama.
Lurah Bukit Duri Isa Sarnuri mendukung program ini. "Agar antara pimpinan dan yang di lapangan seirama," katanya ketika dihubungi pada Jumat, (1/2/2013). Hanya saja Isa mewanti-wanti Jokowi soal lelang ini.
Pertama masalah aturan. Jabatan lurah adalah untuk eselon IV. Sehingga, menurut Isa, Jokowi perlu memperhatikan hal ini sebagai syarat utama.
Hadiri RAKERNAS Tahunan Trans Media Tahun 2013
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bpk. Jokowi Menghadiri
sekaligus menyampaikan pesan inspiratif pada Rapat Kerja Nasional
Tahunan Trans Media Tahun 2013 di Trans Grand Ballroom Hotel Bandung
PBHI: Perintah Jokowi Tak Digubris Kepala Pasar Minggu
Pertemuan antara Pedagang Pasar di Pasar Minggu dan Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo (Jokowi) seperti tidak ada artinya. Pasalnya sehari setelah
pertemuan yang berlangsung pada Kamis 17 Jan 2013 di Balai Kota
tersebut, mereka tetap dilarang berjualan oleh Kepala Pasar di Pasar
Minggu, Royani.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan kepada para pedagang untuk tetap berdagang seperti biasa, namun Royani tetap saja menggusur lapak para pedagang disana.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jakarta Poltak Agustinus Sinaga mengatakan, Royani seperti melecehkan Gubernur dan malah berkata, "Siapa itu Jokowi, suruh dia kesini," sambil mengacak-acak dagangan salah satu pedagang.
"Aksi pengrusakan oleh keamanan pasar ini sudah kita laporkan ke Polsek Pasar Minggu," ujar Poltak, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan kepada para pedagang untuk tetap berdagang seperti biasa, namun Royani tetap saja menggusur lapak para pedagang disana.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jakarta Poltak Agustinus Sinaga mengatakan, Royani seperti melecehkan Gubernur dan malah berkata, "Siapa itu Jokowi, suruh dia kesini," sambil mengacak-acak dagangan salah satu pedagang.
"Aksi pengrusakan oleh keamanan pasar ini sudah kita laporkan ke Polsek Pasar Minggu," ujar Poltak, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Atensi Jokowi, gusur PKL di Kebayoran Lama
Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Selatan Bambang Budi Wibowo
mengatakan, penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) di kolong jembatan
Kebayoran Lama, atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) saat melakukan kunjungan.
"Ini atensi dari gubenur saat kunjungan ke Jakarta Selatan. Mereka ditertibkan karena melanggar aturan dan berjualan di sepanjang trotoar," ujar Bambang kepada Sindonews, saat melakukan penertiban di kolong fly over Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (1/1/2013).
"Ini atensi dari gubenur saat kunjungan ke Jakarta Selatan. Mereka ditertibkan karena melanggar aturan dan berjualan di sepanjang trotoar," ujar Bambang kepada Sindonews, saat melakukan penertiban di kolong fly over Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (1/1/2013).
2 Kapal Laut Bagi Penghuni Rusunawa Marunda dari Jokowi, Buat Apa?
Akses transportasi warga yang tinggal di Rusunawa Marunda, Jakarta
Utara ditingkatkan melalui lewat moda transportasi laut. Kepala Dinas
Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan peningkatan alternatif
transportasi laut tersebut untuk mendukung transportasi warga korban
banjir Muara Baru ke Marunda.
Pristono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dua kapal transportasi laut. Kapal tersebut merupakan sejenis kapal kerapu dengan kapasitas 30 orang. Kapal tersebut untuk mempermudah warga yang mayoritas bekerja di Muara Baru. "Dua kapal tersebut akan beroperasi dua minggu lagi," kata Pristono di Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Pristono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dua kapal transportasi laut. Kapal tersebut merupakan sejenis kapal kerapu dengan kapasitas 30 orang. Kapal tersebut untuk mempermudah warga yang mayoritas bekerja di Muara Baru. "Dua kapal tersebut akan beroperasi dua minggu lagi," kata Pristono di Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Kamis, 31 Januari 2013
8 Jam Rapat Maraton dengan DPR, Jokowi Minta Tindakan Nyata
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengikuti Rapat Dengar
Pendapat (RDP) selama 8 jam dengan Komisi V DPR soal penanggulangan
banjir. Jokowi meminta agar harus ada tindakan secepatnya setelah rapat
ini.
"Bagus semua masukannya tadi. Pertemuan seperti ini tidak hanya sekali tiga kali, jangan diulang-ulang. Harus kerja, konkretnya apa. Di hulu kerja apa, di hilir apa, dewan mengontrol. Itu baru selesai," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan hal tersebut kepada wartawan sesaat setelah mengikuti RDP bersama Menteri PU, Gubernur Banten dan Sekda Jawa Barat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Rapat tersebut sempat diwarnai hujan interupsi anggota Dewan terkait normalisasi kali Ciliwung. Terutama terkait lama pengerjaan normalisasi yang akhirnya ditetapkan 3 tahun.
"Memindahkan masyarakat tidak mudah. Kalau pak menteri 2 tahun secara teknis rampung. Kan butuh pendekatan masyarakat agar ada kesadaran kolektif mau pindah," tambah Jokowi.
Jokowi sendiri dalam rapat tidak berbicara banyak. Alasannya, semua pihak sudah paham persoalan.
"Persoalannya ketahuan semuanya. Sudah ngerti semuanya. Tadi irit bicara karena sudah ngerti semuanya," kata mantan wali kota Solo ini.
RDP sendiri dimulai sejak pukul 11.00 WIB pagi dan berakhir pukul 19.00 WIB malam. Beberapa keputusan dicapai dalam rapat ini, termasuk salah satunya, DPR mendukung usulan tambahan anggaran penanganan banjir.
"Komisi V DPR RI memahami dan mendukung usulan anggaran tambahan Kemen PU sebesar Rp 2037,2 miliar untuk program/kegiatan penanggulangan banjir," kata Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow yang dibacakan kepada peserta RDP.
Sumber :
http://news.detik.com
"Bagus semua masukannya tadi. Pertemuan seperti ini tidak hanya sekali tiga kali, jangan diulang-ulang. Harus kerja, konkretnya apa. Di hulu kerja apa, di hilir apa, dewan mengontrol. Itu baru selesai," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan hal tersebut kepada wartawan sesaat setelah mengikuti RDP bersama Menteri PU, Gubernur Banten dan Sekda Jawa Barat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Rapat tersebut sempat diwarnai hujan interupsi anggota Dewan terkait normalisasi kali Ciliwung. Terutama terkait lama pengerjaan normalisasi yang akhirnya ditetapkan 3 tahun.
"Memindahkan masyarakat tidak mudah. Kalau pak menteri 2 tahun secara teknis rampung. Kan butuh pendekatan masyarakat agar ada kesadaran kolektif mau pindah," tambah Jokowi.
Jokowi sendiri dalam rapat tidak berbicara banyak. Alasannya, semua pihak sudah paham persoalan.
"Persoalannya ketahuan semuanya. Sudah ngerti semuanya. Tadi irit bicara karena sudah ngerti semuanya," kata mantan wali kota Solo ini.
RDP sendiri dimulai sejak pukul 11.00 WIB pagi dan berakhir pukul 19.00 WIB malam. Beberapa keputusan dicapai dalam rapat ini, termasuk salah satunya, DPR mendukung usulan tambahan anggaran penanganan banjir.
"Komisi V DPR RI memahami dan mendukung usulan anggaran tambahan Kemen PU sebesar Rp 2037,2 miliar untuk program/kegiatan penanggulangan banjir," kata Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow yang dibacakan kepada peserta RDP.
Sumber :
http://news.detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)

















